Oknum Polisi Diduga Peras Pengusaha, Begini Respon Kapolres | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Oknum Polisi Diduga Peras Pengusaha, Begini Respon Kapolres


Kosmas D. Boymau, Ketua Biro Hukum Fortuna. (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Oknum Polisi Diduga Peras Pengusaha, Begini Respon Kapolres


Fortuna akan Adukan Oknum Penyidik ke Propam Polda NTT

SOE, TIMEXKUPANG.com-Kasus penahanan mobil pengangkut batu warna di Polres TTS yang telah dilepas kembali itu, diduga beraroma tak sedap. Diduga ada upaya pemerasan dari oknum polisi dan salah satu pejabat sekaligus penyidik di Polres TTS.

Nominal uang yang diperas pun sangat fantastis. Berdasarkan pengakuan Kosmas D. Boymau, yang juga Ketua Biro Hukum Forum Pengusaha Batu Warna (Fortuna), nilai yang diminta oknum aparat itu mencapai Rp 100 juta.

Kosmas Boymau kepada TIMEXKUPANG.com, di SoE, Selasa (22/12) mengaku menyayangkan perilaku oknum penyidik berinisial MK itu yang meminta uang senilai Rp 100 juta kepada pengusaha batu warna.

Kosmas menyebutkan, mobil sejumlah pengusaha tersebut ditahan sekitar pertengahan November 2020. Alasan aparat menahan mobil pengangkut batu warnah karena diduga melakukan penambangan di luar izin.

“Mereka (Aparat, Red) beralasan untuk melakukan penyidikan jadi mobil itu ditahan sebagai barang bukti. Tapi setelah dilakukan komunikasi, oknum ini meminta uang Rp 100 juta,” ungkap Kosmas.

Menurut Kosmas, dari nilai uang diminta sebesar Rp 100 juta itu, para pengusaha atau pemilik mobil akhirnya patungan. Mereka mengumpulkan masing-masing Rp 7 juta lebih. Ada tujuh mobil yang ditahan aparat. Dari hasil patungan itu, terkumpul uang lebih kurang Rp 78 juta.
“Yang sisa Rp 12 juta itu ditanggung teman-teman yang tergabung dalam komunitas Fortuna. Setelah diserahkan uang itu, mobil langsung dikeluarkan,” bebernya.

Komas mengaku, para pengusaha seakan tak berdaya itu, sehingga mereka terpaksa melakukan patungan demi memenuhi permintaan oknum aparat itu, dan usaha mereka bisa dilanjutkan.

Menyikapi fakta ini, lanjut Kosmas, pihaknya telah siap untuk mengadukan kasus tersebut ke Propam Polda NTT. “Kita ingin agar hal ini diusut dan jika terbukti, oknum aparat itu diberi hukuman yang pantas,” tegasnya.

Masih menurut Kosmas, selain melapor ke Propam Polda NTT, pihaknya pun siap menempuh jalur hukum dengan sejumlah bukti yang dimilikii.

“Kami sudah siap dengan bukti rekaman pembicaraan antara pengusaha yang diduga menyerahkan uang dalam hal ini Imanuel Bire, salah satu pemilik mobil kepada oknum MK di Polres TTS. Serta sejumlah bakti rekaman lainnya,” tandas Kosmas.

Menyikapi hal ini, Kapolres TTS, AKBP Andre Libran ketika dikonfirmasi sebelumnya membantah seluruh tuduhan tersebut. Kapolres yang baru memimpin sekitar dua bulan di Bumi Cendana itu menjelaskan bahwa mobil tersebut dikeluarkan tanpa adanya uang jaminan maupun pembiayaan apapun.

“Mobil itu kita keluarkan atas permintaan pemilik mobil, dan dibuatkan surat pernyataan karena penyelidikan kasus ini terus berlanjut jadi sewaktu-waktu kita butuhkan kita akan panggil,” kata Andre usai bersepeda bersama Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun dan Forkopimda lainnya di Sekretariat Partai Golkar TTS, Jumat (11/12) lalu. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top