Ombak Menerjang, Satu Perahu Nelayan Tenggelam di Pantai Oesapa | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ombak Menerjang, Satu Perahu Nelayan Tenggelam di Pantai Oesapa


TENGGELAM. Tampak satu perahu nelayan tenggelam saat parkir di bibir Pantai Oesapa akibat dihantam ombak. Gambar diabadikan Selasa (22/12). (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Ombak Menerjang, Satu Perahu Nelayan Tenggelam di Pantai Oesapa


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Sebuah perahu milik nelayan dengan kapasitas mesin 2GT yang ditambatkan di Pantai Kelurahan Oesapa, Kota Kupang tenggelam saat diterjang gelombang, Selasa (22/12).

Akibat cuaca yang tak bersahabat, sejumlah nelayan di Kota Kupang terpaksa berhenti melaut. Mereka memilih menambatkan perahu-perahunya di bibir Pantai Oesapa.

Namun naas menimpa perahu milik Erik Beis, salah satu anggota kelompok nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Angsa Laut pimpinan Mohammad Mansyur Doken.

Mohammad Mansyur yang akrab disapa Dewa itu mengaku, para nelayan sementara tak melaut karena cuaca sedang tak bersahabat. “Untuk sementara satu perahu nelayan yang tenggelam, tapi belum tau ke depannya karena perahu nelayan yang ada parkir ini tidak ada tempat berlindung,” jelas nelayan yang berdomisili di RT 32, Kelurahan Oesapa, kepada media ini, Selasa (22/12).

Menurutnya, ketidakadaan tembok pemecah gelombang ini yang membuat warga khususnya nelayan sangat kesulitan memakirkan perahu mereka, terutama di musim penghujan seperti sekarang ini. Sebenarnya ini menjadi perhatian untuk bagaimana menjawab keinginan masyarakat, terutama para nelayan untuk membangun tembok pemecah gelombang. Tujuannya, perahu nelayan dapat parkir dengan aman tanpa ada rasa was-was karena dihantam gelombang.

“Kami berharap pemerintah dapat membangun tembok pemecah gelombang supaya perahu nelayan yang ada di Oesapa bisa berlindung saat musim barat,” harapnya.

Steven Kawa, salah satu pemilik b-Thoeng Cafe yang beroperasi di bibir Pantai Warna Oesapa, mengaku akan menghentikan sementara aktivitas di cafe ketika cuaca buruk.

“Kemarin malam saya masih buka, tapi untuk hari ini (22/12) saya belum tau, kalau cuaca buruk maka saya akan tutup cafe,” ungkap Steven.

Sementara itu, Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Hede Jacobeth Mangngi Uly, menjelaskan bahwa saat ini wilayah NTT pada umumnya mengalami musim hujan. Karena itu diimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, baik itu terhadap potensi banjir dan tanah longsor.

Selain itu, waspada akan sambaran petir dan angin kencang yang masih dapat terjadi dengan diiringi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Selalu mengecek saluran pembuangan air atau drainase serta waspada terhadap genangan air dan tumpukkan sampah yang akan menjadi sarang penyakit,” pungkasnya. (mg22)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top