Sari Sedhu: Kasih Sayang Ibu Sepanjang Masa | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sari Sedhu: Kasih Sayang Ibu Sepanjang Masa


Sari Sedhu, GM Sotis Hotel Kupang. (FOTO: ISTIMEWA)

GAYA HIDUP

Sari Sedhu: Kasih Sayang Ibu Sepanjang Masa


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Setiap tanggal 22 Desember selalu diperingati sebagai Hari Ibu. Hari ini, berbagai platform medsos dibanjiri ucapan selamat untuk Hari Ibu.

Ada yang memposting foto pengunggah yang lagi bersama sang ibu yang telah melahirkan dan membersarkannya, ada yang memasang foto mengenang kebersamaannya bersama sang ibunda, dan aneka ragam ucapan Hari Ibu lainnya.

Bagi seorang perempuan single parent yang kini disandang Sari Sedhu, S.Kom, peran seorang ibu tak bisa tergantikan oleh apapun.

General Manajer (GM) Sotis Hotel Kupang ini mengatakan, ungkapan kasih ibu sepanjang masa tak bisa terbantahkan. Sari mengatakan hal tersebut karena ia mengalami sendiri peran sang bunda yang telah mengandung, melahirkan, dan membesarkan dirinya hingga kini ia bisa berkiprah di dunia kerja yang tak mudah tantangannya.

Saat diwawancarai media ini di Sotis Hotel Kupang, Selasa (22/12), GM hotel bintang empat di Kota Kupang, NTT ini mengisahkan kasih sayang sang ibunda yang tak pernah lekang hingga kini.

“Mama itu orang yang paling sayang dengan kita. Bukan berarti Papa tidak sayang, tapi mama itu bagi saya orang yang paling perhatian. Bahkan sampai saya sudah seperti saat ini saja masih sering cek, sudah makan atau belum, sehat-sehat saja atau tidak, dan aneka pertanyaan lainnya. Terkadang saya merasa, kok sudah besar seperti ini juga masih dianggap seperti masih anak-anak. Tapi saya menyadari bahwa itulah seorang ibu, kasih dan perhatiannya berjalan sepanjang waktu,” ungkap satu-satunya perempuan pemimpin hotel berbintang di NTT ini.

Sari Sedhu. (FOTO: ISTIMEWA)

“Saya menyadari betapa perhatian seorang ibu itu sangat luar biasa,” tambah sulung dari enam bersaudara buah kasih dari Benediktus Sedhu, S.Pd dan ibu Dominica Sovia Maria Nesi ini.

Bagi Sari, ibu atau mama itu ibaratnya sebagai manajer yang harus bisa mengatur semua urusan rumah tangga. Mama ibaratnya sebagai guru yang harus bisa mendidik anak-anaknya agar bisa cerdas dan berkepribadian baik. Mama ibaratnya sebagai koki yang harus bisa kreatif dalam menyajikan makanan untuk disantap keluarga. “Jadi intinya buat saya, ibu itu wanita kuat yang hatinya penuh kasih untuk anak-anaknya,” tutur perempuan berparas ayu ini.

Sari mengaku merasakan hal ini lantaran dirinya yang juga seorang ibu dengan satu putri, dimana apa yang dirasakan ketika selalu diperhatikan sang bunda, kini ia berlakukan terhadap putri semata wayangnya.

“Saya ini juga seorang ibu, dan merasakan betul bagaimana peran seorang ibu yang harus membagi waktu antara urusan pekerjaan dan memberi perhatian terhadap tumbuh kembang anak yang masih dalam usia sekolah itu,” kata sosok perempuan yang lahir di Kefamenanu-TTU, pada 28 Mei 1986 itu.

Atas perhatian yang begitu gigih dan tulus dari sang ibunda dan ayahandanya, Sari mengaku bahwa semua itu belum bisa ia balas. Sari menyatakan hanya bisa memanjatkan doa dan harapan kepada Tuhan sang pemberi kehidupan agar selalu melindungi kedua orang tuanya. Memberi mereka usia yang panjang dan kesehatan sehingga tetap menikmati hari tua dengan anak-anak dan cucu-cucunya.

“Jujur kasih ibu tak bisa terbalaskan dengan apapun, karena itu saya hanya panjatkan doa agar Tuhan selalu menjaga mama dan papa, terutama mama yang telah mengandung, melahirkan dan membesarkan saya hingga saat ini,” pungkasnya. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya GAYA HIDUP

To Top