Lewat Hak Jawab, Gories Mere Sebut Tak Pernah Kuasai Tanah Pemkab Mabar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Lewat Hak Jawab, Gories Mere Sebut Tak Pernah Kuasai Tanah Pemkab Mabar


SITA HOTEL. Tim penyidik Kejati NTT saat melakukan proses penyitaan salah satu hotel di Labuan Bajo pada Kamis (17/12/2020) lalu. Hotel ini disita karena diduga berdiri di atas lahan milik Pemkab Mabar yang kini dalam proses hukum di Kejati NTT. (FOTO: HANS BATAONA/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Lewat Hak Jawab, Gories Mere Sebut Tak Pernah Kuasai Tanah Pemkab Mabar


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Tim kuasa hukum Gories Mere, mengirimkan Hak Jawab kepada JawaPos.com terkait pemberitaan yang berjudul “Korupsi Penjualan Aset Tanah di Labuhan Bajo, Penyidik Kejati NTT Periksa Gories Mere dan Karni Ilyas”, yang dipublikasikan pada Rabu (9/12/2020).

Adapun Hak Jawab yang disampaikan adalah untuk menjelaskan KEDUDUKAN GORIES MERE TERHADAP TANAH PEMDA MANGGARAI BARAT SELUAS 30 HA’ ‘YANG BERLOKASI DI KERANGAN, KELURAHAN LABUAN BAJO YANG DALAM STATUS PENYIDIKAN OLEH KEJAKSAAN TINGGI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) sebagai berikut:

1. Status tanah yang dipermasalahkan oleh Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah Tanah Pemda Kabupaten Manggarai Barat seluas 30 Ha yang berlokasi di Kerangan, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

2. Gories Mere tidak pernah mengenal, apalagi bertemu dengan siapapun juga berkaitan dengan pengurusan tanah atau melakukan transaksi apapun terhadap tanah atau bagian tanah 30 ha yang berlokasi di Kerangan, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, yang dipermasalahkan oleh Kejaksaan Tinggi NTT, sesuai Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Nomor Print- I 5/N.3/Fd. I /10/2020 tertanggal 08 Oktober 2020.

3. Gories Mere tidak pernah melakukan hubungan apa pun dengan H. Adam Djudje, yang berdasarkan informasi yang beredar, telah mengklaim memiliki hak atas tanah di Toroh Lemma Batu Kallo, yang juga diklaim sebagai tanah milik Pemda Mabar. Gories Mere tidak pernah melakukan transaksi dan atau hubungan apapun dengan Adam Djudje termasuk tidak pernah melakukan transaksi atas tanah di Toroh Lemma Batu Kallo.

BACA JUGA: Penyidik Kejati NTT Periksa Gories Mere dan Karni Ilyas

BACA JUGA: Penyidik Kejati NTT Sita Dua Hotel di Labuan Bajo

4. Pembelian tanah yang pernah Gories Mere lakukan adalah pada tahun 2017 dari Sdr. Muhammad Achyar S.H seluas 2,000 m2 (0,2 Ha) dan Sdr. Gabriel Mahal S.H seluas 2,000 m2 (0,2 Ha), total 4,000 m2 (0,4 Ha), yang menurut Sdr. Muhammad Achyar S.H, tanah tersebut adalah milik Sdr. Muhammad Achyar S.H, SH dan Gabriel Mahal, SH yang mereka beli dari Ahli waris Abdullah Tengku Daeng Malewa. Selanjutnya Sdr. Muhammad Achyar S.Fl, menawarkan lagi tanah milik ahli waris Abclullah Tengku Daeng Malewa seluas kurang lebih 3 Ha.

5. Untuk kesungguhan transaksi tersebut, Gories Mere setuju untuk menyerahkan uang muka kepada Sdr. Muhammad Achyar S.H,, dengan catatan transaksi baru akan terjadi setelah status tanah telah lengkap memiliki Sertifikat Hak Milik.

6. Akan tetapi, karena Sertifikat Hak Milik tidak kunjung terbit sampai dengan tahun 2018, maka transaksi pembelian tersebut telah dibatalkan pada tahun 2018.

7. Berdasarkan fakta tersebut, Gories Mere tidak pemah menguasai atau memiliki sebagian atau seluruh tanah yang diklaim sebagai milik Pemda Manggarai Barat. Jadi, sama sekali tidak ada relevansi antara Gories Merre dengan perrnasalahan tanah Pemda Mabar, yang diduga ada tindak pidana korupsi aset tanah Pemda Manggarai Barat.

8. Mengenai adanya pemanggilan Gories Mere sebagai saksi, sesuai Surat Panggilan Saksi dari Kejaksaan Tinggi NTT Nomor 9-673 Af.3/Fd.1/1112020, tertanggal 24 November 2020, walaupun Gories Mere tidak mengetahui mengenai peristiwa yang sedang disidik Kejaksaan tinggi NTT, namun sebagai warga negara yang taat hukum, Gories Mere menghargai dan melaksanakan proses hukum yang dijalankan oleh Kejaksaan Tinggi NTT untuk memberikan kesaksian pada Tanggal 8 Desember 2020. Pada Pemeriksaan tersebut, Gories Mere telah menerangkan semua fakta tersebut di atas disertai dengan seluruh bukti dokumen yang semuanya telah dicatat oleh Penyidik. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top