TP2SMK2 Serahkan Aspirasi, tidak Mustahil Pulau Semau Gabung Kota | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

TP2SMK2 Serahkan Aspirasi, tidak Mustahil Pulau Semau Gabung Kota


TERIMA ASPIRASI. Bupati Kupang, Korinus Masneno bersama Wabup Jerry Manafe menerima aspirasi dari masyarakat Pulau Semau melalui TP2SMK2 di Kantor Bupati, Oelamasi, Selasa (22/12). (FOTO: CARLENS BISING/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

TP2SMK2 Serahkan Aspirasi, tidak Mustahil Pulau Semau Gabung Kota


OELAMASI, TIMEX-Bupati Kupang, Korinus Masneno dan Wakil Bupati Jerry Manafe siap membawa aspirasi masyarakat Pulau Semau ke DPRD dan diproses sesuai aturan yang berlaku. Meski proses pemisahan dan penggabungan yang diusulkan adalah hal baru, namun bukan mustahil untuk diperjuangkan jika itu demi kepentingan masyarakat.

Hal ini disampaikan Bupati Korinus Masneno yang didampingi Wakilnya, Jerry Manafe saat menerima Tim Percepatan Peralihan Semau Masuk Kota Kupang (TP2SMK2) di Kantor Bupati Kupang, Oelamasi, Selasa (22/12).

TP2SMK2 merupakan tim yang dibentuk untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Pulau Semau kepada pemerintah. Rombongan terdiri dari Penasehat TP2SMK2 Salmun Bisilisin dan Ketua TP2SMK2 Simon Petrus Palo. Hadir bersama tim, yakni tokoh adat yang mewakili Kecamatan Semau dan Semau Selatan sekaligus mewakili dua suku besar yang mendiami pulau yang juga dikenal dengan nama Nusa Bungtilu itu.

Menurut Korinus, aspirasi tersebut sudah berkembang beberapa bulan belakangan. Bahkan sudah ada kajian akademis oleh Undana Kupang. Dengan adanya penyampaian aspirasi secara resmi kepada Pemkab Kupang, dirinya bersama wabup, menerima dan siap untuk diproses sesuai mekanisme. “Saya dan Pak Wakil Bupati bersedia dan siap menerima aspirasi ini,” kata Korinus yang juga didampingi jajarannya itu.

Menurut Korinus, Kabupaten Kupang setelah pisah dengan Kota Kupang, sudah mekar atau melahirkan Kabupaten Rote Ndao dan Sabu Raijua. Bahkan saat ini sudah mengusulkan pemekaran salah satu wilayahnya, Amfoang sebagai calon daerah otonomi baru. Namun kali ini berbeda. Pulau Semau yang terdiri dari dua kecamatan dan 14 desa, ingin melepaskan diri dari Kabupaten Kupang dan bergabung dengan Kota Kupang.

Hal ini, kata Korinus, secara aturan belum dijelaskan secara detail. Karena Pulau Semau bukan berpisah dan menjadi daerah otonom. Secara geografis, Korinus akui, Semau lebih dekat ke Kota Kupang. Sehingga alasan pendekatan pelayanan sangat wajar.

Namun secara aturan, lanjut Korinus, dibutuhkan kajian hukum untuk mencari aturan yang memungkinkan proses tersebut. “Ini bukan sesuatu yang tidak mungkin. Sesuatu yang bisa. Nanti kita lihat kemudian dibahas dengan DPRD,” janji Korinus.

Korinus mengaku akan meneruskan aspirasi tersebut, mulai dari pembahasan dengan DPRD dan dilanjutkan ke Pemerintah Provinsi lalu ke Pemerintah Pusat untuk disetujui dan merevisi undang-undang pembentukan dua daerah tersebut. “Saya kira ini bukan sesuatu yang tidak mungkin. Sepanjang, apapun aturannya, harus kepentingan rakyat menjadi yang utama,” tandasnya.

Korinus akui, masyarakat Pulau Semau selama ini mengalami kesulitan dalam hal pemenuhan pelayanan pemerintahan karena jarak dan terpisah lautan. Apalagi, untuk menjangkau Oelamasi sebagai ibukota Kabupaten Kupang, mereka harus melewati Kota Kupang. “Sepanjang kota bisa terima. maka ini bagian dari yang kita pikirkan bersama,” sambungnya.

Selain ke Kabupaten Kupang, TP2SMK2 menyerahkan aspirasi tersebut kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang yang diterima Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegaskan, apa yang menjadi keinginan masyarakat Pulau Semau adalah mimpi yang sudah lama didengungkan. Apalagi sebagai mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Herman Man merasakan langsung kehidupan masyarakat Pulau Semau. “Pemerintah Kota Kupang siap terima. Karena semakin dekat pelayanan, makin bermutu, makin cepat dan makin murah,” kata Herman Man.

BACA JUGA: Semau Gabung ke Kota, Salmun Bisilissin: Kota tidak Untung, Kabupaten Kupang tidak Rugi

Menurut Herman Man, Pulau Semau sebagai daerah potensial di bidang pariwisata akan menjadi daerah yang maju karena berada di dekat Kota Kupang. Sehingga perlu didesain dengan baik dan dipersiapkan untuk menarik investor.

Terakhir, TP2SMK2 menyerahkan aspirasi tersebut kepada Pemerintah Provinsi NTT. Pelaksana Tugas Badan pengelola Perbatasan NTT, Berto Lalo yang mewakili gubernur dan wakil gubernur, menerima aspirasi dari tim.

Menurut Berto, tugas pemerintah adalah menerima dan memproses serta memperjuangkan keinginan masyarakat. Pemerintah Provinsi NTT sebagai wakil pemerintah pusat, sebagai jembatan bagi masyarakat.

“Sejak hari ini kita nyatakan secara resmi kepada publik, bahwa perjuangan Pulau Semau masuk kota dimulai. Proses akan berjalan terus sesuai mekanisme di setiap level. Mulai dari kabuaten/kota provinsi dan pusat,” kata Berto.

Mantan Kepala Biro Tatapem Setda NTT itu mengatakan, saat ini belum ada di Indonesia, proses penggabungan seperti yang diusulkan masyarakat Pulau Semau. “Jadi kalau ini jadi, maka akan menjadi sejarah pertama di Indonesia. Bahwa, dua kecamatan dari daerah otonom lain, pindah ke daerah otonom lain,” papar Berto.

Dia pun meminta masyarakat Pulau Semau untuk terus memberi dukungan agar proses terus berjalan dan mencapai hasil yang diinginkan bersama.

Sementara Salmun Bisilisin yang mewakili TP2SMK2 menjelaskan, aspirasi tersebut sudah lama berkembang. Dan sudah diperkuat dengan kajian ilmiah dari Undana. Sehingga TP2SMK2 hadir sebagai perpanjangan tangan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tersebut.

“Perlu diingat bahwa Pulau Semau tidak ada masalah dengan Kabupaten Kupang. Aspirasi ini mengalir saja. Ini hanya pendekatan pelayanan,” kata Salmun yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Kupang itu.

Salmun katakan, Kabupaten Kupang sebagai induk dan Kota Kupang adalah anak sulung. Sementara Pulau Semau sebagai anak bungsu, ingin lepas dari induk dan bergabung bersama saudara sulungnya. Sehingga tidak ada perpisahan di sana. “Kami mohon aspirasi ini dilanjutkan ke dewan dan diproses sesuai mekanisme yang berlaku,” lanjut dia.

Setelah penyerahan secara adat kepada tiga pemerintahan daerah, Salmun katakan, masyarakat Pulau Semau akan menggelar ritual adat untuk memohon dukungan leluhur dalam proses tersebut. “Kami akan bikin ritual adat, sehingga siapa yang menghalangi proses ini, berhadapan dengan leluhur kami,” tandas dia. (cel)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top