Kenalkan Injil, KAK Gelar Webinar Kitab Suci untuk WKRI | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kenalkan Injil, KAK Gelar Webinar Kitab Suci untuk WKRI


MENGENAL INJIL. Romo Sipri Senda saat memaparkan materi pada webinar Kitab Suci bertajuk Mengenal Injil yang diikuti WKRI KAK, Senin (21/12). (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Kenalkan Injil, KAK Gelar Webinar Kitab Suci untuk WKRI


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang (KAK) menyelenggarakan kegiatan webinar kitab suci untuk Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Senin (21/12).

Webinar bertema “Mengenal Injil” ini menghadirkan Romor Sipri Senda dan Suster Yofince Abatan, DCPB sebagai narasumber. Sementara moderator webinar itu adalah Yohanes Bahy.

Romo Sipri Senda yang adalah dosen Kitab Suci pada Fakultas Filsafat Unika Widya Mandira (FF Unwira) Kupang itu menjelaskan tentang Injil Sinoptik, sedangkan Suster Yofince yang adalah dosen Kitab Suci di STIPAS KAK membahas tentang Injil Yohanes.

Kegiatan tersebut berlangsung selama satu setengah jam diikuti 22 peserta dari WKRI KAK maupun WKRI Keuskupan Ruteng yang tinggal di Labuan Bajo.

Kedua narasumber memaparkan materi mengenai Injil yang terdiri dari Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Keempat injil ini disebut injil kanonik, yaitu injil yang ditetapkan secara resmi oleh Gereja Katolik sebagai kitab suci.

Injil selain keempat injil ini misalnya injil Barnabas, disebut injil apokrif, yaitu tulisan tersembunyi atau tidak diakui sebagai kitab suci.

BACA JUGA: KAK Gelar Webinar Kitab Suci Libatkan OMK

BACA JUGA: WKRI Keuskupan Maumere Bagi Paket Sembako ke Warga Kurang Mampu

Dakam sesi diskusi, Yuli Salosso dari WKRI Paroki Penfui bertanya tentang waktu penulisan injil, maupun rentang waktu penulisan Perjanjian Lama sebelum munculnya tulisan-tulisan Perjanjian Baru.

Secara ringkas dijelaskan oleh kedua narasumber bahwa injil yang ditulis terlebih dahulu adalah Markus, selanjutnya Matius, Lukas dan terakhir Yohanes.

Keempat injil ini ditulis dalam rentang waktu antara tahun 60-100 Masehi. Sedangkan perjanjian lama penulisannya dimulai sejak zaman Raja Salomo pada abad IX SM.

Sesudah pembuangan Israel di Babel, sekitar abad V SM, seluruh karya perjanjian lama versi Ibrani selesai ditulis. Abad kedua SM muncul edisi Yunani yang disebut Septuaginta. Edisi inilah yang dipakai oleh Gereja Katolik untuk menetapkan kitab suci Perjanjian Lama.

Salah satu pertanyaan lain yang ditanyakan adalah penggunaan kitab suci di handphone (Hp). Aplikasi kitab suci digital diperbolehkan dipakai untuk kepentingan pembacaan secara pribadi. Tetapi tidak untuk liturgi. Pertanyaan mengenai cara membaca kitab suci ditanggapi oleh narasumber dengan menjelaskan tentang tiga cara yaitu mengikuti kalender liturgi yang sudah ada bacaannya setiap hari, membuka dan memilih bacaan sesuai situasi batin pribadi, dan membaca secara teratur dari Kejadian hingga Wahyu.

Ketua Komisi Kitab Suci KAK ini berharap agar kegiatan tersebut dapat memicu dan memacu semangat anggota WKRI untuk membaca kitab suci setiap hari sesuai amanat Konsili Vatikan II artikel 25. Beberapa peserta senang mengikuti kegiatan ini dan berharap agar ada lagi kegiatan seperti ini karena sangat bermanfaat untuk mengenal kitab suci sendiri. (*/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top