Malam Natal di JBK-BB Berlangsung Khidmat, Pdt. Fajar: Jadilah Terang Bagi Sesama | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Malam Natal di JBK-BB Berlangsung Khidmat, Pdt. Fajar: Jadilah Terang Bagi Sesama


MALAM KUDUS. Umat di JBK-BB dengan nyala lilin di tangan khusuk mengikuti ibadah Malam Natal di gedung kebaktian itu, Kamis (24/12) malam. (FOTO: MARTHEN BANA/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Malam Natal di JBK-BB Berlangsung Khidmat, Pdt. Fajar: Jadilah Terang Bagi Sesama


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Ibadah Malam Natal pada Kamis (24/12) malam di sejumlah rumah ibadah di Kota Kupang berlangsung khidmat. Di Jemaat Bukit Kasih Baumata Barat (JBK-BB) lebih kurang 300 jemaat dan majelis setempat melaksanakan Ibadah Malam Natal yang dimulai pukul 18.00 Wita.

Ibadah Malam Natal yang dipimpin Ketua Majelis JBK-BB, Pdt. Fajar Lisnahan, S.Th dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat. Setiap jemaat yang datang sebelum memasuki ruang kebaktian wajib mencuci tangan atau disemprot hand sanitizer serta memakai masker. Jarak tempat duduk antarjemaat juga diatur sesuai ketentuan dalam protokol kesehatan.

Tata ibadah juga dilangsungkan sesuai ketentuan yang diatur oleh Majelis Sinode GMIT. Tema perayaan Natal kali ini adalah Habis Gelap Terbitlah Terang dengan firman Tuhan yang diambil dari Yesaya 9:1-6.

Berkaitan dengan tema ini, dalam khotbahnya Pdt. Fajar Lisnahan menyampaikan bahwa dalam Alkitab, kegelapan itu sering diartikan sebagai wujud dari penindasan, kamatian, sikap saling membenci, dan lainnya. Sementara kata terang dalam Alkitab diartikan sebagai kabar yang menggembirakan atau kabar suka cita.

“Terang itu wujudnya ada dalam diri Yesus Kristus. Kualitas dalam diri Yesus itu digambarkan dengan hatiNya selalu penuh dengan sukacita, kemurahan, solider dengan sesama,” ungkap Pdt. Fajar.

Dalam Firman Tuhan sebagaimana dalam Yesaya 9:1-6, Yesus disebut sebagai penasehat ajaib. Ini merupakan wujud dari misi Allah dalam menghadirkan terang bagi umat manusia melalui diri Yesus Kristus sebagai juru selamat bagi umat manusia.

“Jadi ketika kita tidak mengasihi sesama artinya kita berlawanan dengan misi Allah. Jauhi kebencian karena sesuai Firman Allah adalah pesan kegelapan. Marilah jadi umat yang terang dalam kehidupan damai kasih Kristus,” kata Pdt. Fajar.

Memaknai pesan Firman Tuhan dikaitkan dengan masa pandemi Covid-19, Pdt. Fajar mengingatkan umat di JBK-BB untuk selalu mewujudkan komitmen bersama untuk menjadi terang bagi sesamanya.

Melandasi Firman Tuhan yang disampaikan dalam khotbahnya semalam, Pdt. Fajar menyampaikan tiga pesan yang perlu dimaknai umat di JBK-BB, yakni pertama, melihat terang Kristus dalam solidaritas sosial. Ini jadi penting untuk bangkitkan solidaritas sosial terhadap sesama. Wujudkan rasa solidaritas sosial itu dengan berbagi sukacita Natal dengan sesama. “Saling menguatkan iman antara satu dengan yang lain,” pesan Pdt. Fajar.

Kedua, bahwa terang kasih Allah menolong umat manusia hidup dalam budaya baru. Merayakan Natal di tengah pandemi Covid-19 harus diwujudkan dalam bentuk mematuhi 3M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, Menghindari kerumunan). “Harus jadi terang yang menerangi keseharian hidup kita dalam adaptasi kebiasaan baru, yakni mematuhi protokol kesehatan,” tandas Pdt. Fajar.

Ketiga, menjadi gereja yang harus terus belajar. Terbuka pada pembaharuan, optimisme untuk beradaptasi dalam era digital. Kabarkan Firman Tuhan dengan menembusi tembok-tembok gereja. Hadapi perubahan di masa pandemi ini untuk tetap wujudkan misi kerajaan Allah di tengah dunia ini.

“Dari dalam gelap akan tetap terbit terang dalam setiap kehidupan kita dengan terus menjalankan misi Allah,” pungkas Pdt. Fajar. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top