Bantu Anak Stunting, Wartawan Sikka Salurkan Ribuan Butir Telur | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bantu Anak Stunting, Wartawan Sikka Salurkan Ribuan Butir Telur


JURNALIS PEDULI. Sekretaris AWAS, Vicky Da Gomez (kanan) saat menyerahkan bantuan telur untuk membantu nutrisi anak-anak stunting Sikka bertempat di rumah pemulihan stunting bekas Puskesmas Kopeta, Maumere, Selasa (22/12). (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bantu Anak Stunting, Wartawan Sikka Salurkan Ribuan Butir Telur


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com–Persoalan stunting atau anak yang tumbuh kembangnya terganggu karena kekurangan gizi masih menghantui Nusa Tenggara Timur (NTT). Di Kabupaten Sikka misalnya, saat ini anak dengan kasus stunting mencapai 4.010 orang.

Menyikapi hal ini, para pekerja media yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) tergerak hati dengan memberikan bantuan telur kepada 33 anak stunting di wilayah itu. Total telur yang disalurkan sebanyak 1.170 butir telur. Bantuan itu diserahkan langsung para pewarta Sikka di rumah pemulihan stunting bekas Puskesmas Kopeta, di Maumere, Selasa (22/12).

Sekretaris AWAS, Vicky Da Gomez dalam kesempatan itu mengatakan, bantuan yang mereka berikan tersebut merupakan gerakan spontanitas yang dilakukan wartawan di Sikka. Vicky mengaku, para pewarta merasa prihatin dengan anggaran yang disiapkan pemerintah terlalu kecil untuk anak-anak stunting di Sikka.

“Di Kabupaten Sikka jumlah anak stunting mencapai 4.010 anak. Tentu saja anggaran yang disiapkan pemerintah sangat kecil, karena itu wartawan yang mengabdi di Sikka merasa peduli dan prihatin, sehingga berupaya membantu dari kekurangan agar bisa memberikan kepada anak-anak stunting,” ungkap Vicky.

Vicky menyebutkan, alokasi anggaran untuk pengadaan telur untuk anak stunting di Sikka selama enam bulan mencapai Rp 2,1 miliar. Namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka hanya mengalokaksikan anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp 100 juta. Padahal, lanjut Vicky, masih ada sumber-sumber dana lain seperti DAK, DID yang belum terakomodir.

“Semangat untuk membantu anak-anak stunting merupakan gerakan spontanitas dengan semangat yang sama agar Sikka terbebas dari stunting tahun 2020,” ujar Vicky.

Salah satu orang tua dari anak stunting, Yuliana Sisilia mejelaskan, untuk membantu pertumbuhan anaknya yang baru berumur 1,8 tahun itu, ia mendapat makanan tambahan berupa sayur-sayuran, wortel, dan ikan yang disalurkan melalui Puskesmas. Sisilia berharap dengan bantuan ini, secepatnya dapat mendorong pertumbuhan anaknya.

“Kami diberi sayur-sayuran, telur, dan wortel oleh Puskesmas untuk makanan anak. Saya berterima kasih kepada wartawan yang telah memberikan bantuan telur kepada anak-anak stunting di wilayah Keluarahan Kota Uneng ini,” unggkap Yuliana.

Hal senada juga disampaikan Aslia, warga Kelurahan Kota Uneng lainnya. Aslia mengaku, anaknya yang masih berumur 1 tahun 5 bulan itu kesehariannya mendapatkan bantuan dari Puskesmas Kopeta berupa telur dan sayur-sayuran untuk mendukung pertumbuhan sang buah hati.

Aslia berharap, dengan adanya bantuan telur yang diberikan para jurnalis di Sikka dapat mendorong percepatan pertumbuhan anaknya agar terbebas dari stunting.

“Setiap hari kami mendapat bantuan telur dan sayur dari Puskesmas Kopeta, dan hari ini awak media di Sikka, memberikan bantuan telur untuk anak-anak stunting. Saya berharap dengan adanya bantuan ini, anak saya segera bebas dari stunting,” harap Aslia. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top