Mensos Risma Rancang Teknis Pemberian Bansos | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mensos Risma Rancang Teknis Pemberian Bansos


Menteri Sosial, Tri Rismaharini. (FOTO: FREDRIK TARIGAN/JAWA POS)

NASIONAL

Mensos Risma Rancang Teknis Pemberian Bansos


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) menjadi perhatian Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Perempuan 59 tahun itu menyiapkan langkah baru agar distribusi dana dari pemerintah tersebut tepat sasaran.

Saat berkunjung ke Surabaya, Jumat (25/12), Risma memaparkan teknis penyaluran bantuan. Ada dua metode yang akan digunakan. Yaitu, mentransfer langsung ke rekening penerima dan mengirim bantuan.

Risma menjelaskan bahwa bantuan untuk warga itu tengah disiapkan. Sesuai petunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi), awal tahun depan penyaluran dimulai agar perekonomian warga bergerak. ’’Januari sudah harus cair,’’ papar Risma saat ditemui di salah satu kafe di kawasan Jemursari kemarin.

Langkah pertama, dia menyiapkan daftar penerima bantuan. Perbaikan data menjadi hal utama. Akurasi data dibutuhkan agar bansos tepat sasaran.

Kemensos bakal memelototi data itu. Memastikan warga yang mendapatkan memang membutuhkan bantuan. Serta, mencoret yang tidak tepat.

Menurut Risma, pencoretan warga yang menerima bantuan harus dilakukan dengan penuh pertimbangan. Misalnya, penerima dinyatakan meninggal dunia. Tidak serta-merta bantuan dicabut. ’’Karena ada keluarga yang ditinggalkan, harus dilihat kondisinya,’’ jelasnya.

Sebelum tutup tahun, data itu diserahkan kepada seluruh kota/kabupaten. Kemensos akan menunggu masukan dari seluruh wilayah. Langkah itu dilakukan sebagai kroscek dari wilayah. ’’Kota/kabupaten bisa memberikan masukan. Mana yang harus mendapatkan, mana yang tidak,’’ jelasnya.

BACA JUGA: Dipilih Jokowi Jadi Mensos, Ini yang akan Dilakukan Risma

Jika tidak ada masukan, Kemensos bersiap. Dana bantuan digelontorkan langsung kepada penerima manfaat. Untuk pemberian bantuan pada bulan selanjutnya, Risma memastikan datanya bakal lebih valid. Sebab, pihaknya akan menggandeng sejumlah kementerian untuk updating data. Misalnya, Kemendagri serta BKKBN. Dengan begitu, data terus bergerak.

Untuk teknis penyaluran, Risma memastikan tidak ada lagi pemberian langsung. Namun, diganti sistem elektronik. Tujuannya, mencegah penyalahgunaan di lapangan.

Pertama, bantuan ditransfer lewat bank. Uang masuk ke rekening setiap penerima. Cara itu memudahkan dan memangkas keruwetan di lapangan.

Mantan wali kota Surabaya itu juga memberikan solusi bagi warga yang belum memiliki rekening. ’’Rencananya, kami bantu membuka rekening,’’ ucapnya.

Kedua, bagi warga yang rumahnya berada di pelosok, tidak terjangkau ATM dan bank, upaya lain disiapkan pejabat asli Surabaya itu. Yakni, menggandeng PT Pos. Namun, warga tidak lagi antre mengambil bantuan. Pemerintahlah yang turun tangan. ’’Kami minta petugas kantor pos mengirim langsung ke warga,’’ terangnya.

Setelah warga menerima bantuan, Kemensos akan menyentuh dengan program pemberdayaan. Warga diberi beragam pelatihan. Tangan warga tidak lagi menengadah meminta bantuan. Namun, kelak mereka bisa memberi kepada sesama.

Dari telaah Risma, ada sejumlah potensi yang bisa dikembangkan. Misalnya, lahan di sejumlah tempat rehabilitasi sosial. Menurut dia, ada tempat yang bisa dimanfaatkan untuk budi daya ikan lele dan urban farming.

Langkah lain, melakukan pembangunan. Menciptakan sentra PKL. Dengan begitu, warga bisa berjualan dan mendapatkan penghasilan tambahan. Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan impian. Memperbaiki tata kelola Kemensos agar kerja instansi itu lebih baik. ’’Karena Kemensos mengelola anggaran besar. Bukan hanya APBN, melainkan juga sumbangan lain. Ini amanah rakyat,’’ paparnya. (aph/c7/git/jpg)

GEBRAKAN BANSOS RISMA:

– Update data penerima bantuan. Data harus presisi sehingga tepat sasaran.

– Untuk bantuan Januari, data dari Kemensos disampaikan ke daerah agar bisa dievaluasi.

– Sinkronisasi data dengan kementerian lain serta daerah sehingga data terus update.

– Penyaluran bansos dengan dua cara, yakni ditransfer ke rekening dan dikirim lewat pos.

– Pemberdayaan warga penerima bantuan agar mampu mendapatkan penghasilan tambahan.

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

Populer

To Top