Masyarakat Desa Fatuoin-TTU Mengeluh, Bahan Bangunan Program Berarti Kurang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Masyarakat Desa Fatuoin-TTU Mengeluh, Bahan Bangunan Program Berarti Kurang


BELUM RAMPUNG. Tampak rumah milik Yulius Beli, warga RT 005/RW 002, Dusun 2, Desa Fatuoin, Kecamatan Insana yang dikerjakan melalui program Berarti belum rampung dikerjakan. Gambar diabadikan Sabtu (26/12) siang. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Masyarakat Desa Fatuoin-TTU Mengeluh, Bahan Bangunan Program Berarti Kurang


Banyak Rumah Warga Belum Tuntas Dikerjakan

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Sebagian besar masyarakat Desa Fatuoin, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang menerima bantuan stimulan rumah melalui Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (Berarti) mengeluh.

Pasalnya, rumah-rumah masyarakat yang dibangun dari dana bantuan program pemerintah itu ternyata belum tuntas karena kekurangan bahan bangunan. Karena kekurangan bahan bangunan itu, masyarakat mengalami kesulitan merampungkan pengerjaan rumah yang dilakukan secara swadaya itu.

Sesuai data yang dihimpun Timor Express, terdapat 112 unit bantuan rumah stimulan dari program Berarti di Desa Fatuoin, Kecamatan Insana, TTU. Dari jumlah tersebut, sebanyak 111 rumah dibangun di wilayah administratif desa setempat, sedangkan satu unit lainnya dibangun di wilayah administratif Desa Nunmafo, Kecamatan Insana.

Yulius Beli, Warga RT 005/RW 002, Dusun 2, Desa Fatuoin, Kecamatan Insana ketika ditemui media ini di kediamannya, Sabtu (26/11) mengaku, pihaknya mengalami kendala menyelesaikan pembangunan rumahnya karena kekurangan bahan bangunan.

Yulius menyebutkan, bahan bangunan yang kurang tersebut merupakan jenis bahan bangunan yang ditanggulangi melalui APBD TTU tahun anggaran 2020. Sedangkan bahan swadaya dari sasaran penerima telah lengkap digunakan.

“Saya punya kekurangan itu berupa semen 10 zak dan paku 7cm 1 Kg. Karena semen yang saya usulkan itu 115 zak, namun yang didatangkan hanya 100 zak saja,” beber Yulius.

Dengan kekurangan itu, Yulius meminta Pemkab TTU khususnya dinas teknis untuk bisa memperhatikan pelaksanaan program Berarti di desa mereka sesuai anggaran yang telah dialokasikan itu.

“Kekurangan bahan bangunan ini terjadi hampir di seluruh keluarga penerima bantuan di Desa Fatuoin sehingga kami kesulitan untuk mengerjakan rumah ini sampai selesai,” katanya.

BACA JUGA: Akibat Covid-19, Program Berarti Bagi Warga 40 Desa di TTU Batal

BACA JUGA: Rekanan di TTU Duga Program Berarti Syarat KKN, Ini Respon Plt Kadis PRKPP

Yulius mengaku, pihaknya telah berulang kali mendatangi pemerintah desa dan ketua kelompok untuk mempertanyakan kekurangan bahan bangunan tersebut, namun tak kunjung mendapat jawaban.

Bahkan, ketika ditanya berulangkali, jawabannya bahan bangunan telah habis terpakai dan tidak ada sisa. Sehingga untuk kekurangan itu ditanggulangi masing-masing penerimaan manfaat. “Saat tanya ke Pemerintah Desa mereka jawab material sisa sudah habis,” kata Yulius.

Rumah milik Yohanes Moensaku, warga Desa Fatuoin yang belum tuntas dikerjakan karena bahan bangunan program Berarti kurang. Gambar diabadikan Sabtu (26/12) siang. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

Hal serupa disampaikan Yohanes Moensaku, warga RT 005/RW 002, Dusun 2, Desa Fatuoin ketika disambangi Timor Express di kediamannya, Sabtu (26/12).

Menurut Yohanes, pihaknya mengalami kekurangan bahan bangunan berupa semen sebanyak 30 zak dan pasir kali sebanyak 2 ret. Kekurangan ini menyebabkan dirinya terkendala merampungkan rumah miliknya. “Saya punya kekurangan itu semen 30 zak dan pasir 2 ret. Kita tanya pengurus di desa, mereka jawab bahan sudah habis,” ungkapnya.

Warga lainnya, Pen Marten Duka, warga RT 002/RW 001, Dusun 1, Desa Fatuoin, Kecamatan Insana menuturkan pihaknya mendapatkan bantuan stimulan rumah melalui program Berarti dengan Kategori rusak sedang.

Namun, karena dirinya sudah memiliki bangunan rumah semi permanen sehingga pihaknya mengalihkan anggaran untuk kebutuhan dan kelengkapan rumah lainnya.

“Permintaan saya itu cat No Drop 5 kaleng kapasitas 4 Kg, ember oker kapasitas 25 Kg 1 Kaleng, dan keramik sebanyak 48 dos berkuran 30x30cm warna putih, namun sampai sekarang belum direalisasikan,” ungkap Marten.

Marten menambahkan, pihaknya telah berupaya menemui pengelola di tingkat desa namun yang didapat jawabannya material sisa sudah habis. Karena itu, Pihaknya berharap dinas teknis dapat menindaklanjuti persoalan ini sehingga bantuan rumah stimulan tersebut dapat dikerjakan sampai tuntas sesuai harapan.

Kepala Dinas PRKPP Kabupaten TTU, Anton Kapitan ketika dikonfirmasi Timor Express melalui telepon selulernya, Minggu (27/12) enggan merespon. Pesan singkat yang dikirim wartawan pun tidak direspon. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top