Mau Ambil Sendal yang Lepas, Bocah 5 Tahun di TTU Tewas Terseret Banjir | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mau Ambil Sendal yang Lepas, Bocah 5 Tahun di TTU Tewas Terseret Banjir


Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Mau Ambil Sendal yang Lepas, Bocah 5 Tahun di TTU Tewas Terseret Banjir


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Seorang bocah bernama Emanuel Deswan Taena, 5, tewas terseret banjir di Desa Oesena, Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Sabtu (26/12).

Bocah yang mengalami nasib naas itu merupakan putra pertama dari pasangan suami-isteri, Ferdinandus Taena dan Yane Suni.

Sesuai data yang berhasil dihimpun Timor Express, kejadian tersebut bermula saat adanya hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah setempat pada Sabtu (26/12) sekira pukul 17:00 Wita.

Saat itu, korban bersama sepupunya Yohanes Taena dan Vidi Taena bermain di sekitar pekarangan rumah Alexander Taena.

Setengah jam kemudian, sekira pukul 17.30 Wita, Alexander Taena diberitahu oleh anaknya Yohanes Taena bahwa korban telah hanyut terbawa arus pada saat hendak mengambil sendal yang terlepas ketika melewati arus air.

Mendengar informasi tersebut, Alexander Taena yang saat itu sedang memasak air panas berlari menuju lokasi yang dimaksud yang berjarak kurang lebih 10 meter dari rumahnya.

Sesampainya di lokasi kejadian, Alexander melihat korban sudah hanyut terbawa arus banjir dengan posisi badan dan wajah tenggelam di dalam air dengan kedua tangan terangkat sambil memengang sendal jepit.

Tak menunggu lama, Alexander Taena langsung mengejar korban untuk menyelamatkannya sambil berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Namun karena pada saat itu kondisi cuaca yang sedang hujan sehingga suaranya tidak didengar oleh tetangga terdekat. Selain itu, kondisi kedalaman air pada saat banjir sedalam pinggang orang dewasa serta medan yang berbatu membuat Alexander kesulitan meyelamatkan korban.

Upaya Alexander untuk menyelematkan korban tak berhasil. Ia pun kembali dan memberitahukan kejadian itu kepada para tetangga dan orang tua korban guna melakukan pencarian secara massal.

Sekira pukul 18:45 Wita, setelah dilakukan pencarian oleh warga setempat, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Jenazah korban tersangkut pada akar pepohonan dan tertutup oleh dedaunan yang hanyut oleh arus air yang berjarak sekira 150 meter. Setelah menemukan jasad korban, korban langsung dievakuasi untuk disemayamkan di rumah orang tuanya.

Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas ketika dikonfirmasi Timor Express, Minggu (27/12) membenarkan peristiwa tersebut.

Menurut Nelson, pihaknya telah melakukan evakuasi dan visum at repertum terhadap jasad korban. Dari hasil visum tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia melainkan terseret arus banjir.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten TTU untuk tetap memperhatikan anaknya dalam situasi dan kondisi seperti apapun sehingga hal-hal yang tidak diingkan tidak terjadi. Apalagi, anak-anak yang masih dalam pengawasan orang tua.

“Tindakan dari pihak kepolisian sudah dilakukan. Kita berharap semua orang tua dapat memperhatikan anaknya terutama mengawasi aktivitas anaknya sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top