Warga Matim Keluhkan Jalan Negara yang Sering Tergenang Air | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Warga Matim Keluhkan Jalan Negara yang Sering Tergenang Air


BIKIN JOROK. Badan jalan negara, tepatnya di Bea Borong, Matim kerap digenangi air yang meluap dari saluran drainase. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Warga Matim Keluhkan Jalan Negara yang Sering Tergenang Air


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Jalan negara Trans Flores, tepatnya di Bea Borong, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) selalu menjadi titik genangan air. Warga pengguna jalan di Matim pun mengeluhkan persoalan itu.

Kondisi ini diakibatkan oleh buruknya fungsi drainase sisi kiri arah Ruteng-Borong pada ruas jalan negara tersebut. Sehingga air sering meluap ke badan jalan. Peristiwanya tidak saja terjadi di saat wilayah itu diguyur hujan. Terkadang pembuangan air dari lahan persawahan wilayah Desa Golo Kantar, mengalir hingga ke drainase tersebut.

Kondisi ini terkesan dibiarkan dan tanpa ada respon dari pihak Satker penanganan ruas jalan negara Trans Flores. Bagi warga setempat dan pengguna jalan, sangat menganggu dan mengancam keselamatan, khususnya penggendara roda dua. Air yang lama tergenang pun menjadi ancaman bagi kerusakan badan jalan itu sendiri.

“Air yang tergenang ini juga karena saluran drainase tersumbat material tanah. Juga ada berapa titik yang rusak. Sehingga kalau ada air yang masuk ke drainase ini, pasti meluap ke jalan,” ungkap Fian dan Gorti, warga Desa Nanga Labang, kepada TIMEXKUPANG.com di Bea Borong, Minggu (27/12).

Bagi mereka, genangan ini merusak pemandangan dan mengganggu aktifitas pengguna jalan. Apalagi pada waktunya air kering, pada badan jalan meninggalkan lumpur dan kotoran lainya. Masih menurut Fian, luapan air dari drainase tidak saja ke badan jalan, tapi juga halaman rumah warga yang ada di sekitar lokasi.

“Kami harap pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional harus merespon kondisi ini. Apalagi ini terjadi saat hujan dan juga saat air sisa pembuangan dari areal persawahan dari wilayah Desa Golo Kantar. Solusinya, bangun kembali drainase yang baru,” ungkap Fian diamini Gorti.

Hal yang sama juga dikemukakan pengendara roda dua, Blaisius Karo. Saat ditemui TIMEXKUPANG.com di ruas jalan negara, tepatnya di Bea Borong, buruknya saluran drainase yang menjadi penyebab badan jalan di Bea Borong kerap tergenang air. Namun anehnya, pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional dalam hal ini Satkernya terkesan membiarkan.

“Peristiwa tergenangnya air di Bea Borong ini, sering terjadi. Tidak saja saat hujan, dan sudah berlangsung lama. Tapi Satker yang urus pemeliharaan jalan negara di Manggarai tidak respon. Padahal kondisi ini sangat mengganggu kami dan mengancam keselamatan pengendara, khusus pengendara sepeda motor,” tutur Blasius.

Untuk itu, dirinya meminta pemerintah yang berwenang secepatnya melakukan pembangunan saluran drainase yang baru di lokasi tersebut. Tujuannya supaya air tidak lagi meluap ke badan jalan yang dapat mengganggu akses transportasi. Apalagi jalur itu setiap hari ramai dengan aktifitas lalu lintas kendaraan.

“Kasihan juga badan jalan ini nanti. Kalau terus dibiarkan untuk terjadi genangan air, bakal rusak. Kasihan juga rumah warga di sekitar, karena halaman mereka ikut terendam air. Kami minta pemerintah berwenang, tolonglah untuk perhatikan saluran drainasenya,” kata Blasius. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top