Manfaatkan Sampah Jadi Energi Listrik | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Manfaatkan Sampah Jadi Energi Listrik


TANDATANGAN. Bupati Ende, Djafar H. Achmad saat melakukan penandatanganan nota kesepahaman terkait pengelolaan TOSS) bersama PT. PLN (Persero) UPK Flores, PT. CBM dan ACIL, Senin lalu (14/12).(IST).

Advetorial

Manfaatkan Sampah Jadi Energi Listrik


PLN Teken MoU Pengelolaan TOSS dengan Pemkab Ende, PT CBN dan ACIL

KUPANG, TIMEXKUPANG.com- Sampah memang menjadi momok jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu maka PT PLN (Persero) terus membangun kerja sama dengan pemerintah termasuk sejumlah lembaga untuk memanfaatkan sampah menjadi energi listrik.

Sesuai rilis yang diterima, dijelaskan bahwa pada Senin (14/12) lalu bertempat di Aula Kantor Bupati Ende, PT. PLN (Persero) UPK Flores melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU terkait pengelolaan Teknologi Olahan Sampah di Sumbernya (TOSS). MoU ini dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende, PT. Comnestoarra Bentarra Noesantarra (CBM) dan Anak Cinta Lingkungan (ACIL).

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Manager PT. PLN (Persero) melalui UPK Flores, Lambok Renaldo Siregar, Bupati Ende, Djafar H. Achmad, Direktur PT. CBN, Arief Noerhidayat dan Ketua Umum Organisasi ACIL, Umar Hamdan.

Dalam sambutannya Bupati Ende, Djafar H. Achmad mengatakan, untuk mewujudkan Ende BERIMAN (Bersih, Indah, Aman dan Nyaman) dan juga sebagai destinasi wisata di Pulau Flores, Pemkab Ende menghadapi permasalahan sampah yang sangat serius sampai saat ini. Karena permasalahan itu maka Pemkab Ende mengambil terobosan pengelolaan sampah menjadi energi dengan Teknologi Pengelolaan Sampah di Sumbernya (TOSS).

“Realisasi TOSS di Kabupaten Ende akan menjadi solusi masalah sampah yang didominasi oleh sampah biomassa seperti daun, ranting, rumput limbah perkebunan dan sampah organik lainnya,” kata Bupati Ende. Dijelaskan bahwa hasil pengelolaan sampah itu diharapkan dapat mensubstitusi penggunaan minyak tanah dan kayu bakar.

Dirinya juga menjelaskan bahwa potensi sampah yang dapat dikelola menjadi sumber energi di Kabupaten Ende adalah sebesar 110 ton per hari. Produk TOSS adalah pelet biomasa yang dapat digunakan untuk menjadi bahan bakar PLTU yang dicampur dengan batubara.

Melalui Program TOSS, katanya, Pemkab Ende juga berkomitmen mendukung PT. PLN (Persero) dan Pemerintah Pusat (Pempus) dalam program cofiring pada PLTU Ropa. “Melalui program cofiring ini maka diharapkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Ende diharapkan bertambah maju. Saya berharap apa yang kita laksanakan hari ini (Senin lalu, Red) dapat meningkatkan sinergi dan kerjasama semua pihak dalam mensuksesan visi TOSS Kabupaten Ende sehingga seruan Dari Ende Flores Untuk Indonesia bukan Slogan Semata,” kata Bupati Ende.

Manager PT. PLN (Persero) melalui UPK Flores, Lambok Renaldo Siregar juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkan Ende yang sudah menggandeng PLN dalam pemanfaatan limbah biomasa. “Kami merasa luar biasa, dimana Pemda Ende menggandeng PLN dalam inovasi pengelolaan sampah menjadi sumber energi kerakyatan. Sinergi ini merupakan kunci sukes implementasi Cofiring di PLTU Ropa,” ujar Lambok.

Pada 14-15 September lalu, jelasnya, juga telah berhasil dilakukan uji coba cofiring di PLTU Ropa selama 4 Jam. Selanjutnya akan dilakukan uji coba untuk jangka waktu yang lebih panjang melalui Reliability Run selama 3×24 jam. Dengan suksesnya Program TOSS Kabupaten Ende maka akan sukses Program Cofiring di PLTU Ropa.

Dijelaskan bahwa permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Ende bukan hanya sampah organik tetapi sampah nonorganik yaitu sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan nonhayati baik berupa produk sinterik maupun hasil proses teknologi pengelolahan sumber daya alam dan tidak dapat diuraikan oleh alam, seperti botol plastik, tas plastik, kaleng. Untuk penanganan sampah nonorganik, Pemkab mengajak ACIL atau Anak Cinta Lingkungan yang telah 7 tahun berkecimpung dalam pengelolaan sampah melalui bank sampah.

Umar Hamdan selaku Ketua Organisasi ACIL Ende menuturkan bahsa sistem yang dijalankan selama ini berdasarkan regulasi Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 tahun 2012 tentang Sampah dengan Bank Sampah. Dimana, sampah yang sudah dipilah menjadi bahan kerajinan seperti kursi, tas dan kerajinana lainnya.

Selain itu, Pemda menawarkan sistem barter Pelet Sampah dengan kerajinan dari sampah plastik. Dengan demikian seluruh sampah organik dan non organik dapat dimanfatkan semaksimal mungkin dan Ende menjadi kota bebas sampah.

Pihak yang juga terlibat dalam kerjasama ini, Arief Noerhidayat sebagai CEO PT. CBN yang merupakan startup company yang berpengalaman dalam bidang pengolahan Pelet Biomassa dari sampah organik. Kegiatan ini juga dipantau secara online oleh Kementrian ESDM, Kementrian PUPR, Kementrian Lingkungan Hidup, Ketua Badan Eksekutif Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) Peni Susanti dan Penggagas TOSS, Energi Kerakyatan Supriyadi Legino serta Stakeholder lainnya. (*/gat)

Komentar Pembaca

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top