Siprianus Fui Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Terjatuh dari Pohon Pinang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Siprianus Fui Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Terjatuh dari Pohon Pinang


EVAKUASI. Jasad Siprianus Fui saat dievakuasi warga setempat dan aparat kepolisian menuju ke rumah duka, Senin (28/12). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Siprianus Fui Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Terjatuh dari Pohon Pinang


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Siprianus Fui, 59, warga RT 07/RW 03, Desa Manamas, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ditemukan tak bernyawa di Kampung Oelakaeb, desa setempat.

Korban diduga meninggal dunia akibat terjatuh dari pohon pinang. Namun, tidak ada saksi yang secara langsung melihat korban memanen pinang dan memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat terjatuh dari pohon itu. Kendati demikian, pihak keluarga menerima kematian korban secara ikhlas sebagai musibah dengan menandatangani Berita Acara Penolakan Outopsi.

Sesuai data yang berhasil dihimpun Timor Express menyebutkan, pada Senin (28/12), saksi Patris Antoin Neno bersama anak dan menantunya, Yakobus Neno dan Clarita Da Cruz hendak pergi ke Puskesmas Manamas untuk berobat cucunya yang sedang mengalami sakit flu.

Mereka menyusuri jalur yang melewati Kampung Oelakaeb, RT 07/RW 02, Desa Manamas, Kecamatan Naibenu. Setibanya di TKP, para saksi melihat ada sesosok tubuh yang sedang terbaring di aliran air dengan posisi tubuh telungkup dan wajah terbenam di dalam air.

Melihat kejadian tersebut, para saksi berputar arah perjalanan melewati permukiman warga serta menginformasikan kejadian ini ke seorang warga bernama David Mangka.

Setelah itu, Yakobus dan Clarita langsung melanjutkan perjalanan menuju Puskesmas Manamas. Sementara Patris bersama David dan Emanuel Tonbesi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung mengenali korban sebagai Siprianus Fui, warga Desa Manamas, Kecamatan Naibenu.

Setelah mengecek kebenaran informasi tersebut, David pulang dan menyuruh anakanya, Stanislaus Babis untuk memberitahukan perihal penemuan mayat tersebut ke pihak Polsubsektor Manamas.

Menurut keterangan David Mangka, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban yang adalah ipar kandung sekaligus tetangga terdekatnya, pamit hendak pergi ke kebun miliknya di Bokis sekira pukul 09.30 Wita.

Rupanya pamitan dari korban untuk ke kebun tersebut adalah pamitan terkahir, dimana korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Dias Quintas, ketika dikonfrimasi media ini membenarkan adanya penemuan mayat di Desa Manamas tersebut.

BACA JUGA: Warga TTU Temukan Mayat Tanpa Identitas di Jalur Trans Timor

Setelah menerima laporan dari warga setempat, kata Nelson, pihaknya langsung turun ke lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan hasil olah TKP, korban diketahui meninggal dengan kondisi kepala korban menghadap ke arah barat, dan posisi wajah terbenam di dalam air.

Saat ditemukan, kata Nelson, korban mengenakan kaos oblong warna biru muda, celana pendek warna biru, di bagian saku kanan depan berisikan uang pecahan Rp 5 ribu sebanyak 2 lembar, dan selembar uang pecahan Rp 10 ribu. Pada saku belakang bagian kanan, terdapat sebungkus rokok dan sebuah pemantik. “Korban juga memakai ikat pinggang berwarna biru,” ungkap Nelson.

Selain itu, lanjut Nelson, penyidik juga menemukan adanya luka pada bagian bibir kanan bagian dalam, telinga kanan berdarah, dua gigi bagian atas tanggal, dan terdapat tali kain warna hitam di bagian mata kaki kanan.

Pada bagian pangkal pinang, penyidik juga menemukan tas yang terbuat dari karung beras berisikan, dua buah alat menghaluskan pinang, satu bungkus rokok warna biru, dan satu senter kepala warna hijau kombinasi putih. Penyidik juga menemukan tali nilon kecil warna biru lebih kurang 10 meter. Rangkaian dan ceceran pinang yang diduga hasil panen korban dengan cara dipotong menggunakan benda tajam.

Masih menurut Nelson, pada jarak sekira 50 meter dari TKP, penyidik menemukan satu ember plastik berisikan pakan ternak babi, dan satu lembar selimut kecil yang dipakai membungkus satu botol air mineral berisikan minyak tanah dan satu karung plastik yang disimpan berjarak 50 meter di rumah milik Petrus Koe Elu.

“Kuat dugaan korban meninggal dunia karena terjatuh dari pohon pinang. Tidak ada saksi yang secara langsung melihat korban memanen pinang dan memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat terjatuh dari pohon,” kaa Nelson.

Nelson Menambahkan, sesuai pengakuan keluarga, sebelum meninggal, korban dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan tidak memiliki riwayat penyakit lainnya yang mengancam keselamatan jiwanya.

Dari hasil olah TKP tersebut, demikian Nelson, pihak keluarga menerima kematian korban secara ikhlas sebagai musibah dengan menandatangani Berita Acara Penolakan Outopsi.

“Korban selama ini sehat-sehat dan tidak ada riwayat penyakit gangguan jiwa sehingga Keluarga korban menerima kematian tersebut sebagai musibah,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top