Sudah 507 Tenaga Kesehatan Wafat Selama Pandemi Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sudah 507 Tenaga Kesehatan Wafat Selama Pandemi Covid-19


PAHLAWAN KESEHATAN. Sejumlah karyawan Kemenkes melakukan tepuk tangan bersama di depan Gedung Kemenkes, Jakarta, Kamis (12/11/2020). Memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-56, Kemenkes mengajak seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap pencegahan dan penanganan Covid-19 di Indonesia untuk melakukan tepuk tangan secara bersama selama 56 detik. Gerakan tersebut juga sebagai penghargaan kepada tenaga kesehatan yang telah berjuang dan masyarakat yang telah melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. (FOTO: MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

NASIONAL

Sudah 507 Tenaga Kesehatan Wafat Selama Pandemi Covid-19


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengucapkan duka cita pada 507 tenaga kesehatan yang wafat selama pandemi Covid-19. Mereka merupakan garda terdepan dalam melawan virus Korona sejak Maret masuk ke Indonesia.

’’Pertama, saya juga baru update 4 hari ini sebagai menteri. Sudah ada 507 nakes yang wafat di masa pandemi Covid-19. Jadi atas nama pemerintah, saya ucapkan turut berduka cita berbela sungkawa, saya doakan semoga keluarga yang ditiggalkan diberi ketabahan,’’ kata Menkes Budi dalam live virtual di akun YouTube Setpres, Selasa (29/12).

Menurutnya tenaga kesehatan adalah garda terdepan dari peperangan kita melawan Covid-19. Pihaknya akan memastikan segala sesuatu yang bisa diperbuat untuk memastikan agar ke depan perlindungan nakes bisa lebih baik.

Data dari Survei Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyebutkan total sebanyak 224 dokter meninggal dunia hingga 24 Desember 2020.

Data itu terdiri dari dokter umum 123 dokter (4 guru besar), spesialis 98 dokter (7 guru besar), residen 3 dokter. Paling banyak yakni sebanyak 123 dokter umum meninggal akibat Covid-19. Dokter umum sendiri merupakan dokter layanan primer yang berada di garda terdepan.

BACA JUGA: Pandemi Korbankan 141 Nyawa Dokter, Tenaga Kesehatan Juga Dilecehkan

Lalu 14 dokter internis, 12 dokter obgyn, 9 dokter pediatri, 8 dokter bedah, 8 dokter THT, 6 psikiatri, 5 dokter jantung dan pembuluh darah, 5 dokter anestesi, 5 dokter paru, 5 dokter radiologi, 4 dokter neurologi, 3 dokter ortopedi, 3 dokter bedah saraf, 2 dokter bedah anak, 2 dokter urologi, 1 kedokteran fisik, 1 kedokteran okupasi, 1 dokter mata, 1 dokter residen interna, 1 dokter residen pediatri, 1 patologi klinik, 1 dokter farmakologi klinik, 1 dokter parasitologi klinik, 1 dokter mikrobiologi klinik, 1 residen bedah.

Lalu dilihat berdasarkan peta persebaran wilayah terdiri dari Jawa Timur 42 dokter, Sumatera Utara 24 dokter, DKI Jakarta 35 dokter, Jawa Barat 23 dokter, Jawa Tengah 28 dokter, Sulawesi Sekatan 10 dokter, Bali 6 dokter, dan Kalimantan Selatan 4 dokter.

Selanjutnya Sumatera Selatan 4 dokter, Aceh 6 dokter, Kalimantan Timur 6 dokter, Riau 5 dokter, Kepulauan Riau 3 dokter, Daerah Istimewa Jogjakarta 6 dokter, dan Nusa Tenggara Barat 2 dokter. Lalu Papua Barat 1 dokter, Banten 7 dokter, Sulawesi Utara 3 dokter, Maluku Utara 1 dokter, Lampung 1 dokter, Kalimantan Tengah 1 dokter, dan Sulawesi Tenggara 1 dokter. Kemudian Bengkulu 2 dokter, Sumatera Barat 1 dokter, dan Sulawesi Tengah 1 dokter.

Dari data itu sebanyak 193 dokter atau 86 persen dokter yang meninggal adalah laki-laki, dan 31 dokter atau 14 persen perempuan. Jumlah grafik kematian pun cenderung naik turun namun makin naik puncaknya pada bulan Desember.

Rinciannya, Maret 12 dokter meninggal, April 13 dokter meninggal, Mei 6 dokter meninggal, Juni 11 dokter meniggal, Juli 27 dokter meninggal, Agustus 32 dokter meninggal, September 28 dokter meninggal, Oktober 24 dokter meninggal, November 32 dokter meninggal, Desember 39 dokter meninggal. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top