Adrianus Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Alpukat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Adrianus Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Alpukat


EVAKUASI. Jasad Adrianus yang diduga tewas gantung diri dievakuasi anggota keluarga ke kediamannya, Selasa (29/12/2020). (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Adrianus Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Alpukat


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Adrianus Loku, 28, warga Kampung Degit, RT 010/RW 005, Desa Pogon, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, ditemukan tewas tergantung di atas pohon alpukat, Selasa (29/12). Jasad Adrianus ditemukan sekira pukul 08.00 Wita, di Wair Taa Wau, Dusun Doker, Desa Pogon.

Kapolres Sikka, AKBP Sajimin, SIK kepada media ini di Maumere, Selasa (29/12) membenarkan peristiwa duka tersebut.

Menurut Kapolres Sajimin, jasad Adrianus pertama kali ditemukan dua pelajar SMP di Kloangrotat, yakni YW, berusia 15 tahun, dan AA, berusia 16 tahun, serta seorang mahasiswa yang diketahui bernama Wihelmus Aristo, 25, warga Dusun Koker. Mereka masih merupakan keluarga korban.

Sajimin menjelaskan, pada Minggu (27/12) sekitar pukul 21.00 Wita, adik kandung korban, YW sepulang dari Igot, Desa Aibura, melihat Adrianus tengah duduk di atas balai-balai dapur. Tanpa menaruh curiga, YW pun langsung tidur. Keesokan harinya Senin (28/12) sekitar pukul 08.00 Wita, ketika bangun tidur, YW tak melihat lagi sang kakak, Adrianus, di rumah.

YW lanjut Sajimin, sama sekali tidak berpikir apa-apa soal kakaknya Adrianus. YW kemudian langsung menanak nasi sambil menunggu kakaknya pulang untuk makan bersama. Beberapa saat kemudian YW pergi ke Igot, Desa Aibura untuk mengikuti latihan bela diri. Usai latihan, YW bermalam di rumah A. Jansen.

Pada Selasa (29/12) sekitar pukul 08.00 Wita, lanjut Sajimin, YW kembali ke rumahnya, namun Adrianus juga belum pulang. YW dan keluarga pun mencari Adrianus di kebun. Ketika tiba di kebun Wair Taa, betapa kagetnya mereka ketika melihat Adrianus sudah tergantung pada dahan pohon alpukat dengan ketinggian sekira lima meter.

Adrianus tergantung dalam posisi tali nilon warna biru terlilit di lehernya. Melihat Adrianus tergantung dan telah meninggal itu, salah satu adiknya AA yang merasa kasihan langsung memanjat pohon alpukat dan membuka tali yang terikat pada dahan pohon, selanjutnya menurunkan Adrinus.

Setelah Adrianus diturunkan, kata Sajimin, YW langsung kembali ke rumah dan memberitahukan kepada keluarga. Pihak keluarga pun langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Waigete melalui sambungan telepon.

“Setelah menerima laporan itu, Kepolisian Sektor Waigete langsung menghubungi dokter Puskesmas Waigete, namun karena dokternya sedang cuti maka salah seorang bidan desa Yulita Nina terpaksa mewakili dokter untuk melakukan visum luar,” ungkap Sajimin.

Sajimin menyebutkan, setelah mendapat laporan, Kapolsek Waigete Ipda Razes Manurung S.Tr.K bersama sejumlah anggota langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). Setelah melakukan olah TKP, jasad Ardianus langsung dievakuasi dan disemayamkan di rumah keluarganya.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kata Sajimin, Ardianus belum lama kembali dari Kalimantan. Saat kembali itu, Ardianus tidak banyak bercerita, dan lebih memilih diam. “Bahkan selalu mengeluh kalau kepalanya pusing,” ungkap Sajimin.

Untuk diketahui, jarak antara rumah korban dan TKP lebih kurang satu kilometer. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top