Waduk Napun Gete Masuk Tahap Pengisian Air, Ini Harapan Pemkab Sikka | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Waduk Napun Gete Masuk Tahap Pengisian Air, Ini Harapan Pemkab Sikka


TEKAN TOMBOL SIRINE. Direktur Bendungan dan Danau, Ditjen SDA Kementerian PUPR, Airlangga Mardjono, Kepala BWS NT II, Agus Sosiawan bersama Ketua DPRD Sikka, Donatus Davit, dan Asisten Ekbang Setda Sikka, Frederikus Fidelis Kaju Djen serta sejumlah pejabat Kementerian PUPR menekan tombol sirine dimulainya pengisian air di Waduk Napun Gete, di Kecamatan Waiblama, Senin (28/12). (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Waduk Napun Gete Masuk Tahap Pengisian Air, Ini Harapan Pemkab Sikka


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Pembangunan Waduk Napun Gete di Desa Ilin Medo dan Desa Werang, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, belum tuntas dikerjakan. Namun bendungan tersebut memasuki tahap pengisian air.

Pengisian air ke bendungan ini ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Direktur Bendungan dan Danau, Direktorat Jenderal Sumba Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian PUPR, Airlangga Mardjono dan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II, Agus Sosiawan pada Senin (28/12).

Ikut dalam penekanan tombol tanda pengisian air di waduk itu, yakni Kasatker Pembanagunan Bendungan, Fery Moun Hepy, Kasi Pelaksana BW NT II, Costanji Nait, Kasi Ketepaduan Pembangunan Infrastruktur SDA BWS NT II, Willem Sidarno, dan Kasi Ops BWS NT II, Yohanes Harapan. Hadir juga Ketua DPRD Sikka, Donatus Davit, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sikka, Frederikus Fidelis Kaju Djen.

Pada kesempatan itu Airlangga menjelaskan, pembangunan Waduk Napun Gete merupakan proyek nasional. Menurutnya, pembangunan bendungan tersebut dilakukan untuk memanfaatkan potensi sumber air yang berada tepat di wilayah dua desa, yakni Desa Ilin Medo dan Desa Werang. Tujuannya agar dapat digunakan dalam penyediaan untuk irigasi bidang pertanian.

“Pembangunan waduk di Napun Gete ini untuk memanfaatkan sumber air baku yang dapat digunakan untuk irigasi, juga dapat digunakan untuk kebutuhan bagi warga masyarakat Sikka,” ungkap Airlangga.

Hal senada disampaikan Kepala BWS NT II, Agus Sosiawan. Menurutnya, pembangunan Waduk Napun Gete dimulai sejak 2016, dan ditargetnya selesai tahun 2021 ini. Bendungan ini memiliki kapasistas tampungan air sebanyak 11 juta m3 yang diharapkan mampu meningkatkan daerah irigasi seluas 300 hektare.

Agus menyebutkan, Bendungan Napun Gete merupakan salah satu dari enam bendungan yang sudah dilaksanakan oleh BWS NT II. Dua bendungan yang telah selesai dibangun, lanjut Agus, diantaranya Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, dan Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu.

BACA JUGA: Tinjau Waduk Napun Gete, Menteri PUPR Desak Tuntaskan Tahun Ini

BACA JUGA: Terima Rp 3,7 M Ganti Rugi Tanah Bendungan Napun Gete, Takut Uang Hilang Urbanus Lakukan Ini

Sementara tiga bendungan yang masih dalam tahap penyelesaian, kata Agus, diantaranya, Bendungan Napun Gete di Sikka, Temef di TTS, dan Manikin di Kabupaten Kupang. Sedangkan yang masih dalam perencanaan untuk pembangunan bendungan di tahun 2021 yakni Bendungan Lambo di Kabupaten Nagekeo.

Tampak area Waduk Napun Gete yang kini dalam tahap pengisian air. Gambar diabadikan Senin (28/12/2020). (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

“Saat ini sudah dua bendungan yang selesai dibangun, sementara dalam proses penyelesaian sebanyak tiga bendungan. Tahun 2021 juga akan dibangun satu bendungan lagi di kabupaten Nagekeo,” jelas Agus.

Terkait dengan pengisian air di waduk Napun Gete, demikian Agus, merupakan bagian dari tahapan pekerjaan yang harus dilaksanakan sebelum pekerjaan pembangunan Napun Gete selesai.

Menurutnya masih terdapat beberapa item pekerjaan yang harus diselesaikan karena merupakan bagian dari proyek pembangunan bendungan itu. Sejumlah item pekerjaan yang harus diselesaikan diantaranya, pembangunan jalan sepanjang 11 Km, pembangunan sekolah dasar, pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) dan pembangunan Kapela.

Sementara itu, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Sikka, Frederikus Fidelis Kaju Djen mengaku, pembangunan Bendungan Napun Gete merupakan upaya mengatasi kekurangan air di daerah itu.

“Jadi air dari bendungan ini nantinya selain untuk kebutuhan pertanian juga untuk kebutuhan air baku bagi warga masyarakat Sikka. Terutama diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bagi warga masyarakat di Kota Maumere,” jelas Fred Djen.

Usai pengisian awal air di Waduk Napun Gete itu, dilanjutkan dengan penanaman pohon durian di sekitar lokasi bendungan. Sebelumnya para petugas pembangunan bendungan itu melarang awak media untuk ikut di lokasi bendungan, serta melarang untuk mengambil gambar di lokasi bendungan. Peserta yang hadir hanya menyakksikan pengisian air melalui layar monitor. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top