Kota Kupang Catat 770 Kasus DBD Sepanjang 2020, 8 Orang Meninggal | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kota Kupang Catat 770 Kasus DBD Sepanjang 2020, 8 Orang Meninggal


Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kota Kupang Catat 770 Kasus DBD Sepanjang 2020, 8 Orang Meninggal


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Dinas Kesehatan Kota Kupang mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang tahun 2020 sebanyak 770 kasus. Delapan orang pasien diantaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati mengatakan, jumlah kasus DBD ini merupakan data sejak awal Januari sampai Desember 2020. “Yang dilihat sekarang adalah sejak awal musim penghujan di tahun 2020 ini masih dalam kategori terkendali,” ungkap drg. Retnowati kepada media ini di Kupang, kemarin (1/1).

Berdasarkan data yang ada, kata drg. Retnowati, kasus DBD terbanyak terjadi pada anak usia 1 – 9 tahun. Usia ini merupakan kelompok yang rentan terkena DBD di Kota Kupang, sehingga diminta kepada semua orang tua agar lebih waspada dan memperhatikan anak-anak dengan baik.

“Sekarang masih dalam masa pandemi Covid 19, sehingga diharapkan kemandirian masyarakat agar membersihkan lingkungan rumahnya masing-masing secara rutin, agar tidak menjadi sarang nyamuk,” katanya.

Retnowati menjelaskan, perlu diingat bahwa DBD adalah penyakit berbasis lingkungan, sehingga jika lingkungan bersih maka akan terhindar dari bahaya nyamuk DBD.

“Dinas Kesehatan juga berkoordinasi dengan pihak kelurahan di kota Kupang agar menggerakkan warganya untuk terus membersihkan lingkungan rumah masing-masing. Rutin melakukan kerja bakti, karena apabila rumah yang lain bersih tetapi di sekitarnya kotor maka berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk dan bisa menyerang sampai radius 200 meter,” ujarnya.

Dokter Retno meminta para lurah berkoordinasi dan menginstruksikan semua RT/RW di wilayahnya untuk membersihkan lingkungan masing-masing.

Disamping itu, drg. Retnowati meminta agar apabila ada anggota keluarga yang mengalami panas, segera dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit, atau pun pada fasilitas kesehatan lainnya agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Dikatakan, sampai saat ini semua Puskemas juga terus membagikan abate kepada masyarakat, juga selalu rutin melakukan promosi kesehatan, baik di Puskesmas maupun langsung di lingkungan masyarakat.

“Dinas Kesehatan dan Puskesmas terus melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat agar waspada terhadap Covid-19 juga DBD,” ujarnya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Kupang, Richard Odja. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

Gencarkan Sosialisasi

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Kupang, Richard Odja mengatakan, masyarakat perlu waspada dengan DBD di musim hujan seperti saat ini, di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir dengan lonjakan kasus yang cukup signifikan. Masyarakat harus bisa menjaga kondisi kesehatan agar tidak mudah terpapar virus dan bahaya DBD.

“Angka kasus DBD sepanjang tahun 2020 sebanyak 770 ini merupakan angka yang sangat tinggi, masyarakat harus benar-benar menyadari akan bahaya DBD dan juga Covid-19. Beberapa saat perhatian kita semua fokus pada Covid-19, tetapi sekarang DBD juga perlu disikapi secara serius,” katanya.

Politikus Partai Gerindra ini meminta Dinas Kesehatan gencar melakukan sosialisasi. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama yang paling dengan masyarakat harus memberikan edukasi dan promosi kesehatan secara terus menerus.

“Pembagian abate juga terus dilakukan, dan yang paling penting adalah kebersihan lingkungan, karena DBD merupakan penyakit yang berbasis lingkungan,” katanya.

Richard juga meminta peran aktif Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, untuk mengangkut sampah-sampah yang ada di TPS agar tidak dibiarkan dalam waktu lama yang akhirnya menimbulkan perkembangbiakan nyamuk dan penyakit lainnya.

“Untuk menciptakan lingkungan yang bersih, masyarakat yang sehat dan sejahtera dibutuhkan kerja sama semua pihak. Semua OPD terkait harus berkoordinasi untuk membantu masyarakat, dan yang paling utama, masyarakat juga harus memiliki kesadaran agar secara mandiri menjaga dan membersihkan lingkungannya masing-masing,” pintanya.

Dia meminta kerja sama semua pihak, agar di tahun 2021 ini, jangan sampai terjadi kasus DBD dan jangan lagi ada kasus kematian karena DBD di Kota Kupang.

“Sudah saatnya masyarakat Kota Kupang sejahtera dan sehat, karena Kota Kupang adalah kota smart, maka kasus atau penyakit yang berbasis lingkungan harus bisa dieliminasi,” pungkasnya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top