Rote Ndao Dapat Jatah 747 PPPK, Guru Honorer Siap-siap Melamar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Rote Ndao Dapat Jatah 747 PPPK, Guru Honorer Siap-siap Melamar


Kepala Dinas PKO Rote Ndao, Yoseph Pandie, S.Pd, saat diwawancarai di ruang Kerjanya, Rabu (30/12). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Rote Ndao Dapat Jatah 747 PPPK, Guru Honorer Siap-siap Melamar


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Kabupaten Rote Ndao mendapat jatah 747 formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021. Jumlah ini sekaligus memberi angin segar kepada guru yang selama ini mengabdi dengan status honorer.

Selain terbuka bagi guru honorer yang sedang mengabdi di sekolah negeri, honorer di sekolah swasta pun berpeluang sama. Syaratnya, terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ini untuk memberi keadilan bagi seluruh guru honorer.

Guna memenuhi kebutuhan guru PPPK, Kabupaten Rote Ndao, oleh kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dijatah sebanyak 747 tenaga pengajar. Jumlah ini, dengan penyebaranya, 350 untuk Sekolah Dasar (SD) dan 397 untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Kita Rote Ndao mendapat kuota 747, untuk SD dan SMP, ” kata Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Kabupaten Rote Ndao, Yoseph Pandie, S.Pd, saat dikonfirmasi Timor Express, di ruang kerjanya, Rabu (30/12).

Menurutnya, kuota tersebut dihasilkan dalam pertemuan bersama dengan pihak Kementerian yang digelar di Bali.

Sebagai syarat untuk diseleksi menjadi PPPK, pendaftar harus memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Dimana, NUPTK merupakan Nomor Induk bagi seorang Guru atau Tenaga Kependidikan (GTK).

BACA JUGA: Bagi Guru Honorer yang Ingin Jadi PPPK, Ini 5 Poin Penting dari Nadiem

Sementara untuk kelompok usia rentan, seleksinya diperlakukan secara khusus dan diprioritas. Dengan rentangan usia mulai dari 35 tahun dan selanjutnya. “Diperlakukan khusus bagi mereka, dan harus punya NUPTK,” kata Kadis Yoseph.

Selain itu, syarat lainnya yang tak kalah penting adalah terdaftar sebagai guru honorer di sekolah. Yang berturut-turut aktif selama tiga tahun terakhir.

Artinya, dalam kurun waktu tahun 2020, 2019, dan 2018 peserta seleksi PPPK terus menjalankan tugas sebagai guru honorer. Yang dalam menjalankanya tidak terputus-putus.

“Tidak terputus pengabdianya dalam tiga tahun terakhir, dan itu harus dibuktikan melalui Keputusan Kepala Sekolah dengan laporan bulanan sekolah,” kata Yoseph.

Seleksinya, kata Kadis Yoseph, dilakukan lasimnya seleksi ASN. Yang dimulai dari seleksi administrasi, kemudian tahapan tes.

Kerena testingnya dilakukan secara terbuka, sehingga Yoseph berharap semua peserta perlu mempersiapkan diri. Sebab, kelulusan ditentukan masing-masing peserta.

“Semua punya peluang yang sama, dan mereka sendiri yang menentukan lulus atau tidak. Tinggal dipersiapkan dari sekarang,” kata Kadis Yoseph. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top