Tahun Ini, Pemkot Kupang Targetkan PAD Rp 172 Miliar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tahun Ini, Pemkot Kupang Targetkan PAD Rp 172 Miliar


ILUSTRASI. Sotis Hotel Kupang, salah satu hotel bintang empat di Kota Kupang yang rutin membajar pajak tepat waktu dan tepat jumlah. Hotel ini menjadi salah satu pemasok PAD bagi Kota Kupang. (FOTO: ISTIMEWA)

BISNIS

Tahun Ini, Pemkot Kupang Targetkan PAD Rp 172 Miliar


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bependa) Kota Kupang, dr. Ari Wijana mengatakan, tahun 2021 Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 172 miliar rupiah.

“Target ini telah ditetapkan pada persidangan anggaran murni tahun 2021 bersama DPRD Kota Kupang,” ungkap Ari Wijana saat diwawancarai media ini di Kupang, awal Desember 2021 lalu.

Menurut Ari, untuk target PAD yang dikelola langsung Bapenda Kota Kupang sebesar Rp 100 miliar. Sementara sisanya senilai Rp 72 miliar dikelola beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang juga mengelola sumber PAD.

Ari menjelaskan, jika dibanding dengan target PAD pada penetapan anggaran murni tahun 2020, mengalami penurunan. Ini karena efek pandemi Covid-19.

Pada perubahan anggaran tahun 2020, kata dr. Ari, dari target Rp 200 miliar direvisi menjadi Rp 163 miliar. “Jadi dari anggaran perubahan tahun 2020 naik menjadi Rp 172 miliar saat pembahasan anggaran murni tahun 2021,” ungkapnya.

Ari mengaku bahwa dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih mendera bangsa ini, termasuk di Kota Kupang, tentu berpengaruh pada upaya pencapaian PAD. Misalnya dilihat dari pendapatan atau pajak hotel, tingkat hunian rata-rata hanya mencapai 40 persen.

BACA JUGA: Pemkot Bebaskan Biaya Izin Usaha, Kecuali Tiga Jenis Izin Ini

“Yang masih eksis sekarang adalah restoran dan rumah makan karena mungkin masyarakat tetap menggunakan jasa pesan antar sehingga masih bisa untuk tetap eksis sampai sekarang,” kata dr. Ari.

Sementara untuk menggenjot pendapatan dari reklame, juga agak terkendala karena adanya penurunan dimana acara-acara yang sifatnya insidentil banyak yang ditunda atau dibatalkan karena pandemi Covid-19.

Pajak hiburan juga mengalami penurunan sangat besar. Sementara untuk pemasangan tapping box untuk mengurangi fraud atau kecurangan, posisi sekarang ini sudah terpasang 40 unit.

“Untuk pemasangan alat tapping box ini tidak bisa serta-merta langsung dipasang karena harus di-input datanya satu-persatu. Misalnya harga makanan, harga kamar, dan item lainnya, karena setiap wajib pajak memiliki standar harga yang berbeda-beda sehingga dibutuhkan ketelitian dan waktu untuk melakukan peng-input-an,” jelas mantan Kadis Kesehatan Kota Kupang ini.

Untuk pemasangan tapping box di restoran dan hotel-hotel, kata dr. Ari, Bapenda Kota Kupang merencanakan untuk tidak menggunakan APBD Kota Kupang, namun menggunakan dana bantuan CSR. Misalnya CSR dari perbankan, seperti yang sudah dilakukan Bank NTT tahun 2020 lalu dengan membantu mengadakan 120 unit alat tapping box.

Ari Wijana mengaku, saat ini pihaknya sementara menyusun Perwali sesuai Instruksi Walikota Kupang untuk diberikan kepada wajib pajak jika tidak mau memasang tapping box.

“Misalnya akan diberikan sanksi kepada mereka yang tidak ingin atau tidak setuju dipasangi tapping box misalnya diberikan teguran sampai pada ancaman pencabutan izin usaha, dan saat ini sementara dibuatkan rancangannya,” pungkasnya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top