Tanggapi Keluhan Petani soal Pupuk Langka, Begini Penjelasan Yohanes Ranu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tanggapi Keluhan Petani soal Pupuk Langka, Begini Penjelasan Yohanes Ranu


ILUSTRASI. Pupuk Urea. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Tanggapi Keluhan Petani soal Pupuk Langka, Begini Penjelasan Yohanes Ranu


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Keluhan sejumlah petani di Manggarai Timur (Matim) terkait kelangkaan pupuk mendapat respon dari Acount Executive PT. Pupuk Kaltim, Yohanes Ranu. Menurutnya, jatah alokasi pupuk jenis urea untuk Kabupaten Matim saat ini sudah habis.

“Jika pupuk urea yang dibicarakan petani, maka yang terjadi sekarang itu, sebernarnya bukan kelangkaan tapi terbatas alokasi. Untuk Matim saat ini sudah mencapi 100 persen dari SK alokasi dinas,” jelas Yohanes Ranu kepada TIMEXKUPANG.com melalui sambungan telepon, kemarin (1/1).

Yohanes menanggapi pemberitaan media ini pada Jumat (1/1) dan koran Timor Express edisi Kamis (31/12), bahwa nama petani yang jadi narasumber dalam pemberitaan itu, tidak tergabung dalam Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok Elektrik (ERDKK) 2020-2021. Itu setelah dirinya mengecek di sejumlah ERDKK.

“Saya sudah cek di ERDKK Kecamapatan Poco Ranaka, atas nama Sipri Wangkang, Uncok Bos, dan Agus Deok, bahwa mereka tidak tergabung dalam ERDKK. Jika mereka tergabung dalam kelompok tani, nama mereka otomatis ada dalam ERDKK,” ujarnya.

BACA JUGA: Mengeluh Pupuk Langka, Petani Matim Harap Pemerintah Beri Solusi

Yohane Ranu menjelaskan bahwa, petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi itu, hanyalah petani yang tergabung dalam ERDKK. Banyak petani selama ini yang teriak kelangkaan pupuk setiap tahun, tapi ternyata mereka tidak mau bergabung dalam kelompok tani. Yohanes mengaku, bahwa dirinya sendiri yang bertugas mengawasi penyaluran pupuk urea bersubsidi di wilayah Matim.

Terkait pernyataan para petani bahwa mereka sudah memiliki kartu tani, menurut Yohanes, sebenarnya hal itu tidak benar. Karena realisasi program kartu tani dari Kementerian Pertanian, direncanakan Januari 2021. Namun yang berhak memiliki kartu tersebut, para petani yang masuk atau sudah tergabung dalam kelompok tani.

“Mungkin kalau mau dapat informasi valid terkait kelangkaan pupuk, seharusnya tidak saja dari pihak petani. Karena ada petani hanya berteriak, tapi mereka tidak tahu seperti kondisi dan aturan yang ada kalau mau dapat pupuk subsidi,” ungkap Yohanes.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah petani di Poco Ranaka, mengaku saat ini sulit mendapatkan pupuk. Akibatnya padi di sawah yang kini baru berumur hampir dua bulan, belum bisa disiram pupuk. Dampaknya tentu pada kesuburan tanaman padi itu sendiri. Biasanya pupuk yang biasa digunakan petani disana, jenis SP36, urea, dan pupuk ponzka.

Petani juga mengaku bahwa setiap tahun kelangkahan pupuk menjadi persoalan yang selalu menjadi keluhan para petani. Untuk dapat pupuk, petani berusaha mencari hingga ke kabupaten tetangga dan jauh di Borong, ibu kota kabupaten Matim. Bantuan pupuk dari pemerintah kabupaten juga lewat kelompok tani, selalu datangnya terlambat. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top