Mengaku Dukun, Warga Mabar Cabuli 5 ABG di Sikka, Pengakuan Korban Bikin Miris | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mengaku Dukun, Warga Mabar Cabuli 5 ABG di Sikka, Pengakuan Korban Bikin Miris


ABG korban perbuatan dukun cabul Marzuki saat dimintai keterangan oleh penyidik Polsek Alok, Minggu (3/1). (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Mengaku Dukun, Warga Mabar Cabuli 5 ABG di Sikka, Pengakuan Korban Bikin Miris


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Nasib malang menimpa lima gadis ABG, warga RT 37/RW 08, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka. Kelima gadis malang ini diduga dicabuli Marzuki, 41, warga Desa Soraya Maranu, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), akhir Desember 2020 lalu. Marzuki yang mengaku sebagai dukun ini ternyata baru dua bulan tinggal di Wuring.

Orang tua salah satu korban berinisial M, kepada awak media, Minggu (3/1) mengatakan, dugaan percabulan ini bermula ketika Marzuki mengelabui kelima ABG itu dengan mengajak untuk memandikan para korban dengan tujuan menjaga keperawanan mereka. Di samping itu, kata M, Marzuki beralasan dengan ritual memandikan para korban, alat vital mereka tidak akan terlihat oleh setiap laki-laki.

M menyebutkan, kelima gadis ABG korban percabulan Marzuki adalah Kas, 15, Sep, 17, Jmr, 18, Tar, 16, dan Nan, 15.

“Lima gadis ABG itu diajak Marzuki untuk dimandikan agar dapat menjaga diri dari setiap laki-laki. Saat dimandikan masing-masing ABG itu harus dalam posisi telanjang,” kata M mengutip permintaan Marzuki kepada para korban.

Disebutkan, terkuaknya aksi bejat Marzuki ini berdasarkan pengakuan dua orang korban, yakni Kas dan Sep kepada ibunda mereka, yakni Atr.

Bagai disambar petir disiang bolong, Atr kemudian menginformasikan apa yang dialami anaknya itu ke keluarga besarnya. Informasi ini sampai ke telinga Ketua RW 08, Kelurahan Wolomarang, Fitrah Musa.

Kepada media ini, Fitrah menjelaskan, setelah mendapat informasi dari lima gadis ABG ini, Ia kemudian mengumpulkan kelima korban dan langsung menginterogasi. Dari pengakuan mereka, kata Fitrah, bahwa sebelum dimandikan, masing-masing anak ditelanjangi kemudian Marzuki menggaulinya terlebih dahulu. Usai berhubungan intim layaknya suami istri, baru kemudian dimandikan.

“Dari pengakuan korban setiap anak dimasukkan ke kamar mandi kemudian digauli Marzuki baru dimandikan,” ungkap Fitrah.

Marzuki, si dukun cabul. (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

Atas penjelasan kelima anak itu, keluarga korban kemudian langsung melaporkan Marzuki ke Polsek Alok, Minggu (3/1) siang. Laporan para korban ini diterima Ka. SPKT III Sektor Alok, Aipda Abdullah Aziz.

Sementara Marzuki yang sudah diamankan warga kemudian dijemput aparat dan dibawa ke Polsek Alok. Marzuki pun langsung dimasukkan ke sel tahanan Polsek Alok untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dua orang korban, Kas dan Sep yang berhasil ditemui media ini mengungkapkan kisah miris yang mereka alami. Keduanya mengaku diajak Marzuki untuk dimandikan agar ketika mendekati laki-laki, alat vital mereka tidak terlihat.

Berdasarkan pengakuan kedua korban ini, saat mereka dimandikan, Marzuki meletakan sebilah pisau dalam baskom berisi air. Sebelum dimandikan masing-masing korban harus menutup mata. Disaat itulah Marzuki melakukan hubungan tak patut itu.

“Kami disuruh masuk kamar mandi, disuruh telanjang dan kemudian diwajibkan menutup mata. Marzuki juga mengingatkan kami untuk menjaga rahasia apabila ketahuan maka semua ilmu yang diberikan akan hilang seketika,” jelas Kas.

Menurut Kas, dirinya dan keempat korban yang lain diwajibkan mengikuti syarat yang disampaikan Marzuki bahwa sebelum dimandikan harus melakukan hubungan intim.

“Kami juga dilarang untuk tidak boleh menyampaikan kepada siapapun. Bila ketahuan, maka semua ilmu yang diberikan itu akan hilang seketika,” tutur Kas.

Kas bahkan mengaku, dirinya seakan tak berdaya dan mengikuti saja apa yang diinginkan Marzuki. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top