Pimpin Preman Kampung Palak Pengguna Jalan, Oknum Guru Dicari Polisi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pimpin Preman Kampung Palak Pengguna Jalan, Oknum Guru Dicari Polisi


KAKEK JALANI PERAWATAN. Lukas Man, warga Desa Taunbaen, Kecamatan Biboki Utara menjalani perawatan medis di Puskesmas Lurasik usai dipukul Leksi Bukifan, Kamis (31/12) malam. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Pimpin Preman Kampung Palak Pengguna Jalan, Oknum Guru Dicari Polisi


Seorang Kakek Jadi Korban Penganiayaan

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Leksi Bukifan, 26, warga Desa Biloe, Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) harus berurusan dengan aparat Kepolisian. Persoalannya karena Leksi diduga memimpin segerombolan preman kampung untuk memalak para pengguna jalan yang melewati ruas jalan di wilayah setempat, Kamis (31/12) lalu.

Pelaku yang juga berstatus sebagai seorang guru yang mengajar di SMA Negeri 1 Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyerang secara membabi buta setiap warga yang menolak dipalak uang.

Sesuai data yang berhasil dihimpun Timor Express dari sejumlah sumber terpercaya menyebutkan, para preman kampung tersebut memalak dengan tarif bervariasi. Mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 20.000 per kendaraan. Sepeda motor dikenakan tarif Rp 5.000 dan mobil Rp 20.000.

Uang hasil palak itu dipakai sebagai modal untuk membeli miras dalam pesta detik-detik menyambut tahun baru 2021 di desa tersebut.

Kejadian tersebut bermula pada Kamis (31/12/2020), sekitar pukul 15.00 Wita, Oskar dan Retno, dua orang pemuda asal Desa Taunbaen, Kecamatan Biboki Utara, berboncengan sepeda motor melewati ruas jalan di Desa Biloe.

Kedua pemuda ini dihadang dan diperintahkan membayar “retribusi akhir tahun.” Alasannya, untuk modal beli miras dalam pesta anak muda menutup tahun 2020 dan menyambut detik-detik tahun baru 2021.

Karena menolak membayar, kedua pemuda ini dihajar. Lalu disuruh balik kembali. Karena kesal, dua pemuda ini mengadu ke keluarganya. Lalu bersama keluarganya menuju ke TKP untuk membicarakan secara baik-baik kesalahpahaman tersebut.

Sesampai di TKP, terjadi perang mulut. Lalu oknum guru bernama Leksi Bukifan tersebut mencoba memukul Pace Amsikan. Namun dilerai oleh kakek Lukas Man. Karena emosi, guru tersebut memukul kepala Lukas Man dengan batu dan kayu hingga jatuh pingsan. Kemudian guru tersebut melarikan diri.

Kini oknum guru SMA tersebut masih buron dan dicari polisi untuk ditangkap dan diproses hukum. Sedangkan Korban dibawa keluarganya ke Puskesmas Lurasik untuk mendapat perawatan medis dan melakukan visum at repertum.

Kasat Reskrim Polres TTU AKP Sujud Alif Yulamlam ketika dikonfirmasi Timor Express, Minggu (3/12) membenarkan kasus penganiyaan terhadap Lukas Man, warga Desa Taunbaen, Kecamatan Biboki Utara.

Dikatakan, pihaknya telah menerima laporan polisi dan telah melakukan visum at repertum terhadap korban. Sedangkan untuk oknum pelaku pihaknya akan terus melakukan pencarian. “Sudah ada laporan polisi, pelaku akan kita cari,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top