Sengketa Pilkades Ronda Berlanjut, Panitia Rampungkan Proses Klarifikasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sengketa Pilkades Ronda Berlanjut, Panitia Rampungkan Proses Klarifikasi


KLARIFIKASI. Kepada Dinas PMD, Yames M. K. Therik (ketiga kiri) memberi salam kepada para pengadu dan panitia Pilkades Batutua dengan salam khas korona usai memfasilitasi proses klarifikasi di ruang kerjanya, Kamis (31/12). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Sengketa Pilkades Ronda Berlanjut, Panitia Rampungkan Proses Klarifikasi


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Sengketa terhadap Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Rote Ndao (Ronda), terus begulir. Dari sejumlah aduan yang dipersoalkan, Panitia Pilkades sudah merampungkan klarifikasi, yang dimulai Kamis (31/12/2020) lalu.

Sebagaimana kegiatan sebelumnya, pelaksanaan klarifikasi hari ini (4/1) tetap dipusatkan di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakan dan Desa (PMD) Kabupaten Rote Ndao. Pasalnya masih tersisa dua desa yang belum melakukan klarifikasi dari panitia tingkat desa. Dua desa itu, yakni Fatelilo dan Oenggae, yang sama-sama di wilayah Kecamatan Pantai Baru. Pada klarifikasi sebelumnya, panitia dari dua desa ini belum berkesempatan hadir.

Mekanisme pelaksanaan klarifikasi dilakukan dengan menghadirkan semua panitia desa serta pihak-pihak yang merasa dirugikan dari proses Pilkades itu. Teknisnya, difasilitasi oleh panitia Pilkades tingkat Kabupaten, sesuai pembagian wilayah yang dikoordinir.

Total, terdapat 28 aduan yang dilakukan klarifikasi oleh Dinas PMD sebagai penyelenggara Pilkades. Sebelumnya hanya terdata 24 aduan.

Penambahan empat aduan ini diakui sebagai kelalaian yang dilakukan oleh panitia Pilkades tingkat desa. Dimana tidak langsung meng-input ke panitia Kabupaten, saat menerima aduan tentang keberatan yang disampaikan secara lisan oleh pengadu.

“Semuanya ada 28 aduan dari desa. Tambahan empat aduan, karena panitia di tingkat desa tidak langsung melaporkan setelah menerima aduan lisan,” kata Kepala Dinas (PMD) Rote Ndao, Yames M. K. Therik, SH, ketika dikonfirmasi Timor Express, di ruang kerjanya, Senin (4/1).

Menurutnya, tambahan empat aduan dari sebelumnya yang berjumlah 24, disebabkan karena lemahnya koordinasi antar panitia tingkat desa dan kabupaten. Sehingga saat hendak dilakukan klarifikasi, baru diketahui penambahan jumlah tersebut.

BACA JUGA: Panitia segera Klarifikasi Sengketa Pilkades, Total 24 Pengaduan

Selain itu, katanya, rata-rata penambahan aduan dilakukan secara lisan oleh pengadu kepada panitia desa. Yang juga dimungkinkan oleh regulasi, dimana selain tertulis, aduan bisa disampaikan secara lisan.

“Itu lemahnya kami panitia. Karena tidak secara langsung melaporkan aduan lisan yang diterima dari desa,” ungkap Yames.

Sedangkan mengenai hal-hal yang masih terus dipersoalkan pihak pengadu, menurutnya bukan merupakan kewenanganya untuk mengambil keputusan. Karena pihaknya hanya bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan Pilkades.

Terhadap dampak dari aduan yang diterima, demikian Yames, tidak secara gamblang diakuinya untuk melaksanakan pemilihan ulang. Namun, dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2019 tentang Pilkades, tidak mengatur proses Pilkades tersebut dilakukan kembali karena adanya persoalan.

Sehingga, lanjut Yames, untuk proses klarifikasi, pihaknya telah menerima dan merampungkan sejumlah keterangan dari panitia, saksi, dan juga pihak-pihak yang merasa dirugikan. Selanjutnya akan dikaji dan diuji petik, sesuai fakta dan bukti, dengan mengacu pada ketentuan Pilkades yang ditetapkan. “Klarifikasi hari ini, Senin (4/1) sudah rampung, dan siap dilaporkan kepada Bupati,” jelas Yames.

Keputusan atas setiap aduan, tegas Yames, merupakan hak Bupati yang sifatnya final dan mengikat.

Sehingga setelah keputusan tersebut dibuat, langsung dipersiapkan agenda untuk melantik Kepala Desa (Kades) hasil Pilkades. Yang sesuai mekanismesnya, diatur 70 hari terhitung setelah sengketa Pilkades diselesaikan. “Kita tunggu keputusan Bupati, setelah itu baru bisa dilantik,” pungkas Yames. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top