UN Ditiadakan, Kemendikbud Perlu Persiapkan Skema Baru PPDB | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

UN Ditiadakan, Kemendikbud Perlu Persiapkan Skema Baru PPDB


ILUSTRASI. Kepala SMAN 1 Kupang, Dra. Marselina Tua (tengah) saat memantau siswanya melakukan try out ujian nasional tahun 2020 lalu sebelum pandemi Covid-19. Tahun ini pemerintah meniadakan UN dan diganti dengan Asesmen Nasional (AN). (FOTO: ISTIMEWA)

PENDIDIKAN

UN Ditiadakan, Kemendikbud Perlu Persiapkan Skema Baru PPDB


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 2019 lalu menghapus Ujian Nasional (UN). Kemudian, menggantinya dengan Asesmen Nasional (AN) yang akan dilakukan pada Maret 2021.

Hal ini pun menjadi persoalan untuk penerimaan siswa baru nantinya. Meskipun Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di masa pandemi hanya mensyaratkan nilai rapor, namun sebelumnya yang menjadi salah satu syarat mendaftar adalah UN.

Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Agus Sartono mengatakan, pelaksanaan PPDB harus diatur ulang skemanya.

BACA JUGA: Kemendikbud Jelaskan Skema Penyelenggaraan Asesmen Nasional 2021

“Tidak kalah penting, di Juni nanti menyangkut dengan penerimaan siswa baru, dengan ditiadakannya UN, saya kira Kemendikbud harus sudah mulai mensosialisasikan juga Kemenag ini bagaimana dasar penerimaan siswa baru,” terang dia dalam siaran YouTube Pendidikan VOX Point seperti yang dikutip, Senin (4/1).

Jika dilihat, permasalahan ini memang sederhana, namun apabila langkah Kemendikbud terlalu lambat untuk membuat skema baru PPDB, hal tersebut akan membuat bingung warga pendidikan.

Malahan akan membuat kegaduhan seperti PPDB 2020. Di mana salah satu jalur yang menjadi persoalan, yakni zonasi, apabila kuota penuh, yang akan diperhitungkan adalah umur tertua ke termuda.

“Saya kira ini isu yang kelihatannya sederhana, tapi harus kita antisipasi betul karena kalau tidak, ini akan akan menimbulkan kegaduhan dipublik,” tutur dia. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top