Barakuda, Petugas Bersenjata, sampai Intel Turut Berjaga Distribusi Vaksin Covid-19 ke Daerah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Barakuda, Petugas Bersenjata, sampai Intel Turut Berjaga Distribusi Vaksin Covid-19 ke Daerah


KAWAL KETAT. Aparat keamanan mengawal pemindahan vaksin Covid-19 untuk NTT yang diturunkan dari pesawat Batik Air usai mendarat di Bandara El Tari, Kupang, Selasa (5/1) pagi ke gedung kargo bandara. Vaksin ini selanjutnya di bawa dengan pengawalan ketat menuju Gudang Dinas Kesehatan NTT di Jl. Pulau Indah. (FOTO: ISTIMEWA)

NASIONAL

Barakuda, Petugas Bersenjata, sampai Intel Turut Berjaga Distribusi Vaksin Covid-19 ke Daerah


Daerah-daerah menyambut kedatangan vaksin dengan menyiapkan data calon penerima, rantai dingin, dan vaksinator terlatih. Tapi, masih ada yang kesulitan untuk mendaftarkan tenaga kesehatan karena susahnya jaringan internet.

WAHYU Z.B., Surabaya-FERLYNDA P., Jakarta-NORIS S., Denpasar-ADENNYAR W., Semarang, Jawa Pos

YANG ”kasatmata” maupun tidak sama-sama menjaga ketat Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Bahkan, penjagaan itu sudah dilakukan beratus kilometer dari Denpasar.

”Kami siap melakukan pengawalan dari (Pelabuhan) Gilimanuk,” kata Kabidhumas Polda Bali Kombespol Syamsi kepada Bali Express kemarin (4/1).

Kiriman berharga yang dikawal dengan sangat ketat itu adalah CoronaVac, vaksin produksi Sinovac, yang menjadi jatah Bali. Mulai Minggu lalu (3/1) kuota vaksin Covid-19 untuk 34 provinsi memang didistribusikan dari Jakarta.

Petugas ”kasatmata” yang dimaksud tadi adalah para personel berseragam. Tapi, ada pula para petugas intel. ”Kami juga menempatkan mobil patroli untuk memastikan di sekitar dinkes aman,” jelas Syamsi lagi.

Di bawah pengawalan ketat serupa, sebanyak 77.760 vaksin Sinovac tiba di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur di Surabaya kemarin pagi. Ribuan vaksin tersebut didatangkan dari Biofarma Bandung melalui jalur darat.

”Alhamdulillah, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang,” kata Kepala Dinkes Provinsi Jatim Herlin Ferliana kepada Jawa Pos.

Dari total vaksin yang datang tersebut, jika dinominalkan, nilainya mencapai Rp 16,4 miliar. Herlin mengatakan, berdasar data yang masuk pada Minggu malam (3/1), total terdapat 193 ribu sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Jatim yang akan menjalani vaksinasi.

Di Semarang, vaksin jatah Jateng tiba di gudang Dinas Kesehatan Jateng, Kawasan Industri Tambak Aji, Ngaliyan, Semarang, Senin dini hari (4/1). Kedatangan vaksin itu mendapatkan pengawalan dua mobil barakuda serta pasukan Brimob bersenjata lengkap.

Tiga truk bertulisan Biofarma masuk ke area gudang sekitar pukul 02.30. Sebelumnya, aparat Polsek Ngaliyan dan Polrestabes Semarang berjaga dan melakukan sterilisasi gedung. ”Satu truk vaksin dibongkar di sini, dua lainnya untuk Provinsi Jatim dan Bali,” tutur salah seorang petugas kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Seperti telah ditetapkan pemerintah, nanti 62.560 dosis vaksin itu disuntikkan kepada para tenaga kesehatan di Jawa Tengah. ”Ini bertahap dan alhamdulillah sudah kami siapkan semuanya, termasuk nanti sistem distribusinya ke daerah sampai ke penerima,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengecek vaksin Sinovac di Semarang, seperti dikutip Jawa Pos Radar Solo.

Nun jauh di Papua, delapan koli bermuatan 14.680 vaksin Covid-19 juga telah tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, menggunakan pesawat Garuda Indonesia sekitar pukul 12.00 WIT kemarin. Dilaporkan Cenderawasih Pos, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aaron Rumainum menyebutkan, vaksin itu langsung diantar personel Brimob Polri ke Cold Room Gudang Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Papua di kompleks RSUD Jayapura.

”Dari 14.680 vaksin ini, 15 persennya adalah cadangan. Tahap pertama ini untuk tujuh ribu tenaga kesehatan. Nanti dua kali disuntik sehingga totalnya 14 ribu. Cadangannya adalah 680 vaksin,” ungkapnya.

Aaron menambahkan, tenaga kesehatan dari hampir seluruh kabupaten/kota di Papua telah mendaftar. Yang belum, antara lain, dari Kabupaten Lanny Jaya dan Puncak Jaya. Ini sangat mungkin terkendala masalah jaringan internet.

”Pasalnya, mengisi formulir pendaftaran ini harus menggunakan aplikasi dengan akses internet, yakni sistem informasi SDM kesehatan,” sebutnya.

SMS blast yang berisi notifikasi pengingat bagi tenaga kesehatan dan petugas publik yang mengikuti vaksinasi sudah dikirimkan 31 Desember lalu.

Juru Bicara Vaksin Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi kemarin menerangkan, mereka yang menjadi calon penerima vaksin akan mendapat SMS blast. Selanjutnya, harus melakukan verifikasi. ”Penerima vaksin harus registrasi ulang untuk memaparkan status kesehatan, tempat pemberian vaksin, dan jadwal vaksinasinya,” tuturnya.

Pemerintah menyadari bahwa jaringan telekomunikasi di wilayah, tak semuanya bagus. Bagi daerah yang kesulitan jaringan, registrasi ulang dilakukan satgas penanganan Covid-19 di kecamatan.

”Vaksinasi yang akan dilaksanakan 15 bulan dengan 181,5 juta jiwa menjadi harapan baru untuk mengakhiri Covid-19.”

Data mereka yang pasti menerima vaksin telah tercantum dalam aplikasi Peduli Lindungi. Nadia juga menjamin bahwa data yang dikumpulkan pemerintah itu tidak dapat digunakan, kecuali untuk keperluan vaksinasi.

Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Vaksin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Rizka Andalusia menuturkan komitmen pihaknya untuk mengawal vaksin Covid-19. Vaksin yang datang pada 6 dan 31 Desember itu terus dipastikan mutu dan keamanannya. ”Dengan metode sampling,” katanya.

Artinya, untuk melihat kualitas mutu dan keamanan vaksin, diambil sampel vaksin. Ketika tiba di bandara, BPOM mencocokkan dokumen dan suhu. Harus dipastikan berada dalam suhu 2 hingga 8 derajat Celsius.
”Persyaratan lainnya adalah lot release yang merupakan proses evaluasi otoritas obat di setiap negara untuk menjamin mutu setiap lot atau batch,” kata Rizka.

Hingga kemarin, BPOM baru menerbitkan setifikat untuk lot 1,2 juta vaksin Covid-19 dari Sinovac yang datang 6 Desember. Rizka menambahkan, pengujian vaksin itu dilakukan di laboratorium milik BPOM.

Agar vaksin bisa digunakan, harus ada izin lagi. Karena sekarang masa pandemi, dibutuhkan langkah cepat. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mensyaratkan harus ada emergency use authorization (EUA).

Supaya EUA berjalan cepat, Rizka menjelaskan, BPOM melakukan rolling submission. Artinya, data yang dimiliki industri farmasi bisa dilaporkan bertahap.

Sejauh ini, untuk vaksin Sinovac, BPOM telah memiliki data praklinis dan uji klinis tahap I serta II. Sementara itu, uji klinis tahap III masih berlangsung. Di Indonesia, uji klinis dilakukan di Bandung. Negara lain yang melakukan uji klinis vaksin yang sama adalah Turki dan Brasil.

”Keamanan dan respons imun pengguna vaksin dilihat saat pemantauan uji klinis fase III.”

Tepatnya setelah penyuntikan tahap kedua. WHO mensyaratkan, pengamatan pada tahap itu dilakukan hingga bulan ketiga untuk menentukan intrim analisis.

Keamanan vaksin memang penting. Namun, BPOM juga memantau keamanan pada subjek uji klinis. Pemantauan dilakukan pada 30 menit setelah penyuntikan dan pemantauan ketat selama 14 hari pertama. Selanjutnya akan dilihat pada bulan ke-3 dan ke-6.

Untuk mengetahui khasiat vaksin, harus dibuktikan dengan beberapa parameter. Pertama, parameter efikasi. Yaitu, parameter uji klinis yang diukur berdasar persentase penurunan penyakit pada kelompok penerima vaksin dan kelompok penerima plasebo pada uji klinis tahap III.

Tahap selanjutnya, parameter imunogenisitas. Itu merupakan parameter pengganti efikasi berdasar kadar antibodi yang terbentuk setelah diberi suntikan. ”Dilihat kemampuan antibodi untuk menetralkan atau membunuh virus,” ucapnya.

Meski telah didistribusikan, vaksin Covid-19 belum boleh disuntikkan. Sebab, saat ini BPOM masih menunggu penyelesaian data uji klinis di Bandung untuk mengonfirmasi khasiat vaksin CoronaVac.

Data tersebut dijadikan sebagai dasar penerbitan EUA. ”Data di negara lain seperti Brasil dan Turki juga bisa jadi dasar,” katanya.

Di Jateng, persiapan di kabupaten/kota juga sudah matang. Rantai dingin vaksin sudah disiapkan. Termasuk, vaksinator di setiap tempat telah dilatih.

”Semuanya sudah kami siapkan, jadi bisa langsung jalan, termasuk rantai dinginnya, karena vaksin ini harus disimpan dalam suhu 2–8 derajat,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tiba Kupang

Sementara itu, Selasa (5/1) pagi tadi sekira pukul 06.20 Wita, pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6540 yang terbang langsung dari Jakarta mendarat mulus di Bandara El Tari Kupang dengan membawa sebanyak 13.200 veil vaksin Covid-19.

Ribuan vaksin yang dikemas dalam sejumlah kardus besar putih itu begitu keluar dari perut pesawat langsung dikawal ketat aparat keamanan TNI/Polri menuju gedung kargo Bandara El Tari.

Usai serah terima kargo di Bandara El Tari, ribuan vaksin itu langsung dibawa dengan mobil boks dengan pengawalan ekstra ketat aparat menuju Gudang Pengelolaan Obat, Vaksin, dan Perbekalan Kesehatan milik Dinas Kesehatan Provinsi NTT di Jl. Pulau Indah, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima.

Kepala Dinas Kesehatan NTT, dr. Meserasi Ataupah kepada awak media sehari sebelumnya mengatakan, vaksin tersebut diamankan ditempat yang sudah dipersiapkan khusus, terutama harus berada pada suhu ruangan yang memenuhi ketentuan penyimpangan vaksin, yakni Cold Chain. Setelah itu baru diatur untuk pendistribusian ke kabupaten/kota di NTT.

Menurut Meserasi, vaksinasi tahap pertama ini difokuskan pada tenaga kesehatan. Saat ini, kata Meserasi, pihaknya telah menyiapkan untuk melatih sebanyak 400 vaksinator di seluruh NTT yang akan bertugas melaksanakan vaksinasi massal.

Dokter Meserasi mengatakan, setelah proses pelatihan tenaga vaksinator, pihaknya akan langsung mendistribusikan vaksin-vaksin itu ke daerah, dan diharapkan akhir bulan ini sudah bisa lakukan vaksinasi massal. (ves/kur/gr/fia/roy/ade/nat /c7/ttg/jpg/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top