Bengisnya Le Ray, Tega Aniaya, Telanjangi, dan Perkosa BWA | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bengisnya Le Ray, Tega Aniaya, Telanjangi, dan Perkosa BWA


Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Bengisnya Le Ray, Tega Aniaya, Telanjangi, dan Perkosa BWA


Lokasinya di Rujab Bupati dan Kebun Milik Raymundus Sau Fernandes

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-BWA, warga Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) resmi melaporkan Le Ray, warga Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu ke pihak Kepolisian, Senin (4/1) malam.

BWA memolisikan Le Ray lantaran diduga kuat melakukan tindakan penganiayaan terhadap korban di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati TTU dan melakukan perkosaan terhadap korban di kebun milik Raymundus, di Naen, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Korban yang ditemui Timor Express di kediamannya, Km 6 Jurusan Kupang, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu mengungkapkan bahwa kasus tersebut bermula saat dirinya bersama rekannya Frid, Gesta, dan Rinto bercerita di sebuah rumah kontrakan di Pasar Baru, Kelurahan Benpasi pada Senin (4/1) siang sekira pukul 13.00 Wita.

Saat itu, rekan korban, Frid sementara mengerjakan laporan dengan menggunakan laptop. Namun karena jari jemarinya letih, maka korban memegangnya dan urut. Seketika itu, datanglah pelaku langsung mengayunkan sebuah kursi plastik ke kepala korban.

Akibat kejadian tersebut, terjadilah pertengkaran hebat antara korban dan pelaku yang tak mampu dilerai oleh rekan korban. Bahkan, teriakan meminta pertolongan dari korban pun tidak digubris rekan pelaku.

Tak puas menganiaya korban di rumah kontrakan tersebut, pelaku kemudian membonceng korban menggunakan sepeda motor milik korban ke Rujab Bupati TTU.

Sesampainya di Rujab Bupati, pelaku langsung membuka salah satu kamar tidur di Rujab itu dan mendorong paksa korban ke dalam kamar. Saat dalam kamar itu, pelaku dengan bengisnya terus melakukan aksi penganiyaan terhadap korban berulang kali. Pelaku pun membuka secara paksa pakaian korban.

Dalam kondisi korban tanpa pakaian dan tak berdaya itu, pelaku mengangkat sebuah gagang sapu yang dipatahnya menjadi dua bagian. Salah satu bagian dari patahan gagang sapu itu kemudian dimasukan secara paksa ke alat vital milik korban.

BACA JUGA: Kasus Penganiayaan Akibat Miras dan Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dominan di TTU

BACA JUGA: Bupati Raymundus Akhirnya Penuhi Panggilan Penyidik

“Saya dibawa ke Rujab Bupati itu sekitar jam liima sore, saya disekap di salah satu kamar dan dipukul berulang kali hingga tubuh saya ini memar semuanya. Bahkan Pelaku robek pakaian yang saya pakai hingga saya dalam kondisi telanjang. Pelaku kemudian memasukan kayu dari gagang sapu secara paksa ke alat vital saya,” cerita korban.

Korban menambahkan, aksi penganiayaan secara brutal dari pelaku itu tidak hanya berakhir di Rujab Bupati TTU. Setelah menganiaya korban, pelaku kemudian kembali membonceng korban ke rumah pribadi milik Raymundus Sau Fernandes yang berlokasi di Naen, Kelurahan Tubuhue.

Sesampai di rumah tersebut, pelaku terus melakukan penganiayaan terhadap Korban. Bahkan korban dipaksa melayani nafsu birahi pelaku.

Setelah itu, korban dipaksa untuk kembali ke rumahnya. Atas perilaku ini, korban bersama keluarga mendatangi Mapolres TTU dan melaporkan kejadian yang dialami korban.

Kapolres TTU, AKBP Nelson Filepe Diaz Quintas melalui Kasat Reskrim AKP Sujud Alif Yulamlam, yang dikonfirmasi media ini, Selasa (5/1) membenarkan adanya laporan kejadian tersebut.

Menurut Sujud, pihaknya telah menerima laporan polisi dari korban berinisial BWA. Atas laporan tersebut, pihaknya telah mengambil keterangan dan melakukan visum et repertum terhadap korban.

Pihak kepolisian juga telah mengamankan barang bukti berupa satu buah kursi plastik berwarna biru yang digunakan pelaku memukul korban mengenai kepala saat asik bercerita bersama temannya di tempat kejadian awal di wilayah sekitar Pasar Baru, Kelurahan Benpasi. Sementara pelaku saat ini dalam pengejaran aparat polisi.

“Benar, kita sudah menerima laporan polisi dan korban sudah divisum. Korban pun kita lanjut ambil keterangan tadi pagi (5/1) tetapi karena korban dalam keadaan tidak sehat jasmani maka kita hentikan sementara atas permintaan korban. Barang bukti berupa kursi sudah kita amankan tinggal menunggu hasil visum. Dan untuk pelaku sedang dalam pengejaran polisi dari tadi malam (4/1) sampai hari ini (5/1),” tandasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top