Kades Moro Mandunyo SBD Mengaku Potong Dana BLT Warga, Ini Alasannya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kades Moro Mandunyo SBD Mengaku Potong Dana BLT Warga, Ini Alasannya


PERTEMUAN KLARIFIKASI. Kepala Desa Moro Mandunyo, Martinus Malli Gallu hadir memberi klarifikasi terkait laporan warga atas dugaan penilepan dana BLT di hadapan Kadis PMD SBD, Dominggus Bulla, Kepala Inspektorat Theofilus Natara, Camat Kodi Utara, Yengo Tanda Kawi, Sekretaris Desa dan sejumlah masyarakat Moro Mandunyo, Selasa (5/1). (FOTO: FREDI BULU LADI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kades Moro Mandunyo SBD Mengaku Potong Dana BLT Warga, Ini Alasannya


Kadis PMD SBD Panggil Kades Martinus Beri Klarifikasi

TAMBOLAKA, TIMEXKUPANG.com-Oknum Kepala Desa Moro Mandunyo, Kecamatan Kodi Utara, Martinus Malli Gallu memenuhi panggilan Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Dominggus Bulla, Selasa (5/1). Martinus menghadap Kadis PMD untuk memberikan klarifikasi terkait adanya dugaan korupsi dana bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat terdampak pamdemi Covid-19.

Di hadapan Kadis PMD, Kepala Inspektorat, Theofillus Natara dan Camat Kodi Utara, Yengo Tanda Kawi, Kades Martinus Malli Gallu mengakui telah melakukan pemotongan dana BLT yang merupakan hak masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Martinus mengakui melakukan pemotongan tersebut untuk melayani seluruh masyarakat Desa Moro Mandunyo yang semestinya menerima BLT, namun tak masuk daftar keluarga penerima manfaat (KPM)

Menurut Martinus, semestinya hanya 123 KK yang merupakan KPM dari BLT ini. Sementara total ada 243 KK di desanya. Karena itu, Martinus mengambil kebijakan secara pribadi memotong dana BLT tanpa persetujuan masyarakat demi melayani 243 KK tersebut.

Sayangnya, berdasarkan laporan masyarakat setempat ke Kadis PMD, terdapat kejanggalan dalam pemotongan uang BLT yang diterima KPM, dimana semestinya total yang harus diterima sebesar Rp 900.000 per jiwa. Nyatanya, setiap KPM hanya menerima Rp 300.000.

Dana yang dipotong senilai Rp 600 ribu, menurut Martinus dalam klarifikasinya di hadapan Kadis PMD itu, dipakai untuk melayani KPM lainnya yang tidak terdaftar dalam usulan penerima BLT.

Disinilah letak kejanggalannya, sebab seandainya dengan pemotongan uang sebesar Rp 600.000 untuk penerima BLT lainnya, seharusnya 243 KK itu menerima dana sebesar Rp 450.000, bukan Rp 300.000.

Hal ini memicu protes masyarakat karena mereka merasa dirugikan dengan ulah Kades Martinus ini. Masyarakat pun mengadukan hal ini ke Kadis PMD juga Polres SBD.

Stefanus Rangga Bola ditemani lima warga Desa Moro Mandunyo lainnya yang juga hadir dalam pertemuan klarifikasi itu menyebutkan bahwa pembagian BLT di Desa Moro Mandunyo selama ini jauh dari harapan. Dari beberapa kali pembagian, kata Stefanus, uang BLT yang seharusnya diterima warga sebesar Rp 600.000, justru dibayarkan hanya Rp 300.000. Bahkan di bulan Oktober 2020, warga hanya menerima Rp 1.050.000 dari total uang yang seharusnya diterima Rp 2.550.000.

“Tahap I itu kami terima Rp 600.000 begitu pun tahap II. Tapi di tahap III uang yang dibayarkan hanya Rp 300.000 saja. Sedangkan di tahap IV itu kami hanya terima Rp 1.050.000. Angka ini jauh dari harapan, karena kalau ditotalkan, uang yang harusnya kami terima sebesar Rp 3.600.000,” beber Stefanus.

Stefanus mengaku, sebelum melaporkan kades Martinus ke Kadis PMD dan Polres SBD, dirinya pernah menyampaikan keluhannya langsung ke Kades Martinus sendiri. Tapi jawaban Kades Martinus bahwa adalah uang tersebut sudah digunakan untuk pembangunan jalan dan pengadaan kursi.

“Sempat saya sampaikan ke pak camat karena menurut kades, penggunaan uang itu sudah melalui persetujuan camat. Tapi saat saya sampaikan hal itu ke camat, ternyata tidak benar. Kami akhirnya memilih lapor ke polisi biar ada langkah hukum buat beliau karena sudah merugikan kami. Kami harap beliau bisa pertanggungjawabkan penggunaan uang ini dengan baik. Kalau belum bayar, ya harus dibayar, jangan digelapkan,” ungkap Stefanus.

Untuk diketahui, kasus ini sudah dilaporkan ke Polres SBD. Masyarakat berharap agar Kades Moro Mandunyo segera diamankan Polres SBD. (*)

PENULIS: Fredi Bulu Ladi

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top