Menuju Kehamilan Sehat dan Aman di Era Pandemi Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Menuju Kehamilan Sehat dan Aman di Era Pandemi Covid-19


dr. Nathaniel Herlambang. (FOTO: DOK. PRIBADI)

OPINI

Menuju Kehamilan Sehat dan Aman di Era Pandemi Covid-19


Oleh: dr. Nathaniel Herlambang *)

Istilah New Normal mungkin tidak asing lagi di telinga kita terutama di era pandemi Covid-19. Di era baru ini, kita diharuskan menjalani kehidupan seperti biasa di tengah-tengah penyebaran Covid-19 yang masih ada. Ternyata hal ini menimbulkan kecemasan pada sebagian orang terutama saat mendatangi fasilitas kesehatan, baik itu rumah sakit maupun puskesmas, termasuk diantaranya adalah ibu-ibu hamil (Bumil). Sebuah survey yang dilakukan di Amerika Serikat pada Juni 2020 bahkan menyatakan sebanyak 34 persen dari 2000 wanita memilih untuk menunda kehamilan karena kuatir dengan dampak pandemic Covid-19.

Bicara soal kehamilan, tentu sebagai seorang bumil, pemeriksaan kehamilan merupakan suatu hal yang esensial dan tidak boleh diabaikan. Tujuan pemeriksaan kehamilan rutin yaitu  deteksi dini kehamilan berisiko tinggi, serta mencegah komplikasi-komplikasi baik selama kehamilan, persalinan, atau paska persalinan supaya ibu sehat dan dapat melahirkan penerus generasi bangsa yang cerdas dan sehat. Lalu bagaimana kita harus menyikapi kehamilan di era new normal? Kapan waktu pemeriksaan kehamilan yang tepat? Apa metode persalinan terbaik yang dipilih di tengah pandemi Covid-19? Agar bumil tidak terinfeksi virus korona serta memiliki kehamilan yang sehat dan aman, yuk simak panduan berikut:

Hidup Sehat di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Sebagai seorang bumil, kesehatan tentu menjadi aspek yang sangat penting yang harus terus dijaga selama kehamilan berlangsung. Ancaman Covid-19 dapat dihadapi dengan beberapa cara ini:

  1. Menjaga Kesehatan

Menjaga kesehatan selama kehamilan dapat diterapkan dengan cara mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta aktif berolahraga (yoga/senam ibu hamil). Bumil sehat tetap minum suplemen yang telah diberikan petugas kesehatan, terutama tablet tambah darah sesuai dosis. Jaga kebersihan dan lingkungan serta bersihkan dan disinfeksi secara rutin permukaan/benda yang sering disentuh

  1. Sesering Mungkin Cuci Tangan dengan Air Mengalir

Cuci tangan dilakukan setelah berpergian/ke luar rumah, setelah menyentuh barang yang mungkin terkontaminasi Covid-19, setelah berbincang dengan orang lain, setelah BAB & BAK, sebelum dan sesudah menyentuh bayi, serta sebelum dan sesudah makan

  1. Penggunaan Masker

Penggunaan masker medis diperuntukkan bagi bumil yang sakit dan bersalin, sedangkan masker kain untuk ibu sehat dan keluarga. Penggunaan masker harus menutupi mulut dan hidung. Hindari menyentuh masker saat dipakai. Jika ingin melepas masker, biasakan melepas dari belakang dan bagian dalam. Masker sekali pakai tidak dianjurkan untuk digunakan lebih dari satu kali.

ILUSTRASI. Konsultasi kehamilan. (ISTIMEWA)

Pemeriksaan Kehamilan

Jadwal pemeriksaan kehamilan yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI tahun 2020 minimal sebanyak enam kali, yang terdiri dari dua kali pada trimester pertama (di bawah usia kehamilan 14 minggu), satu kali pada trimester kedua (Usia kehamilan 14 – 27 minggu), serta tiga kali pada trimester ketiga (Usia kehamilan 28 – 42 minggu).

Dianjurkan bagi bumil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan minimal dua kali oleh dokter yaitu pada trimester pertama dan trimester ketiga. Tentu saja selama melakukan pemeriksaan kehamilan, bumil harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Tetap menggunakan masker selama kunjungan di fasilitas kesehatan, mencuci tangan sesering mungkin, serta menghindari kerumuman.

Metode telemedicine atau konsultasi jarak jauh dengan media komunikasi (telepon/SMS/WA/Aplikasi kesehatan lainnya) merupakan alternatif yang bisa dilakukan bumil untuk berkonsultasi selama kehamilan. Telemedicine memudahkan bumil dan juga petugas kesehatan untuk melakukan skrining awal tanda, dan gejala infeksi Covid-19. Namun pemeriksaan temu langsung harus tetap dilakukan terutama pada pertemuan pada trimester pertama guna deteksi dini kelainan dan kehamilan risiko tinggi selama kehamilan.

Pastikan gerak janin diawali pada usia kehamilan 20 minggu. Bumil diharapkan bisa mempelajari buku KIA dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mengenali tanda bahaya dalam kehamilan. Segera periksa ke Fasyankes jika ditemukan adanya tanda bahaya dalam kehamilan, antara lain:

  • Muntah hebat
  • Kejang
  • Kontraksi nyeri perut hebat
  • Pecah ketuban
  • Tekanan darah tinggi
  • Perdarahan dari vagina
  • Tidak merasakan gerakan janin
  • Nyeri kepala hebat

Metode Persalinan

Pilihan metode persalinan tentu menjadi hal yang banyak ditanyakan terutama oleh bumil atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan. Di era pandemi ini, metode persalinan dipilih berdasarkan indikasi obstetri. Artinya, jika seorang bumil dinilai mampu dan layak untuk melakukan persalinan secara normal, maka bumil tersebut dianjurkan melakukan persalinan secara normal, terlepas statusnya sedang terinfeksi virus Covid-19 atau tidak.

Infeksi Covid-19 dapat mempengaruhi metode persalinan jika bumil datang dengan gejala sesak nafas berat yang dapat mengganggu proses persalinan. Selain itu, infeksi Covid-19 akan mempengaruhi tempat persalinan (ruang bersalin khusus atau rumah sakit rujukan Covid-19 dengan fasilitas yang memadai untuk melakukan pertolongan persalinan).

Dianjurkan setiap bumil melakukan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan. Setiap bumil juga disarankan untuk melakukan isolasi mandiri minimal 14 hari sebelum taksiran persalinan. (*)

*) Dokter Umum di RSIA Dedari dan RSUD Naibonat

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya OPINI

Populer

To Top