Hadapi Gugatan Paslon Sahabat, KPU Belu Tunggu Surat MK | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hadapi Gugatan Paslon Sahabat, KPU Belu Tunggu Surat MK


Juru Bicara KPU Belu, Herlince E. Asa. (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

POLITIK

Hadapi Gugatan Paslon Sahabat, KPU Belu Tunggu Surat MK


Bawaslu Belu sebagai Pemberi Keterangan bukan Tergugat

ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Gugatan sengketa Pilkada Belu hingga kini masih berproses di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta. Belum dipastikan permohonan gugatan dari pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Nomor urut 1, Wilybrodus Lay-J. T. Ose Luan, diterima atau ditolak oleh MK.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu sejauh ini dalam tahap menunggu saja, bila pengajuan permohonan gugatan tercatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi Elektronik (e-BRPK), tentunya perkara akan dilanjutkan atau sebaliknya tidak diterima.

“KPU Belu menunggu saja surat dari MK. Bila permohonan gugatan diterima tentunya KPU siap untuk menghadapi tahapan sidang selanjutnya. Tetapi bilamana tidak terdaftar di e-BRPK, tentunya KPU akan melanjutkan proses penetapan calon Bupati-Wakil Bupati Belu terpilih Pilkada Belu 2020,” ungkap Juru Bicara KPU Belu, Herlince E. Asa saat dikonfirmasi media ini di Atambua, Selasa (5/1).

“Bila berkas lengkap tentunya akan didaftarkan dalam e-BRPK yang jadwalnya tanggal 6 – 15 Januari 2020. Setelah MK mengumumkan hasil di buku register itu baru diketahui gugatan diterima atau ditolak. Kalau tercatat dalam buku register pasti dilanjutkan ke persidangan,” tambahnya.

Menurut Herlince, KPU Belu tetap melakukan persiapan secara administrasi dan sedang konsultasi hukum dengan penasehat hukum yang difasilitasi KPU provinsi untuk menghadapi sidang nanti. KPU Provinsi yang siapkan kuasa hukum, tinggal KPU Belu memilih nama kuasa hukum dan jumlahnya sesuai kebutuhan yang berpatok pada anggaran yang disiapkan.

“Kita lagi persiapan besok (Hari ini, Rabu (6/1), Red). Kami akan komunikasikan untuk pastikan siapa kuasa hukum KPU Belu. Untuk penasehat hukum nanti disiapkan KPU Provinsi, tinggal kita di daerah memilih nama-nama yang ada dan jumlahnya berapa menyesuaikan ketersediaan anggaran,” jelasnya.

Sementara Ketua Bawaslu Belu, Andreas Parera mengatakan terkait permohonan sengketa di MK, Bawaslu Belu sebagai pemberi keterangan sedangkan yang terlapor adalah KPU Belu.

BACA JUGA: Sahabat Tolak Teken Berita Acara Pleno, Pertimbangkan Gugatan ke MK

Meski demikian, kata Andreas, Bawaslu tetap melakukan persiapan untuk memberi keterangan di MK jika gugatan dari Paket Sahabat diterima untuk dilakukan persidangan nanti.

“Kami menunggu saja jika MK keluarkan e-BRPK, tentunya sudah pasti apakah Pilkada Belu teregistrasi atau tidak. Dan prinsipnya kita sudah siap memberikan keterangan dalam persidangan nanti,” ungkapnya.

Dikatakan, kehadiran Bawaslu sebagai pemberi keterangan, sementara yang digugat adalah KPU Belu. Sehingga pihaknya sudah menyiapkan bahan untuk bisa menjawab nanti sesuai dalil pemohon. Sehingga bila MK mengundang, maka Bawaslu Belu siap memberi keterangan.

“Mekanismenya, setelah tahapan perbaikan permohonan selesai diteliti dan teregistrasi, maka lembaga MK akan bersurat resmi ke Bawaslu RI. Sehingga kita Bawaslu Belu sudah menyiapkan bahan dan keterangan sesuai dalil dari pemohon agar bisa dijawab nanti,” tandasnya.

Menurut Andreas, meski Bawaslu Belu belum menerima surat dari MK, namun pihaknya sudah mempersiapkan sesuai draf yang ada. Pihaknya terus memonitor untuk siapkan draft agar bisa menjawab sesuai dalil pemohon.

“Batas perbaikan tadi malam (5/1) jam 12. Saya belum monitor apakah ada perbaikan lagi atau tidak. Tapi prinsipnya selalu siap untuk memberikan keterangan menjawab dalil pemohon,” jelasnya. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top