Pemkab Belu Siapkan 3 Lokasi Penampungan Pasien Covid-19 dan TPU Khusus | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab Belu Siapkan 3 Lokasi Penampungan Pasien Covid-19 dan TPU Khusus


Penjabat Sekda Belu, Frans Manafe. (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkab Belu Siapkan 3 Lokasi Penampungan Pasien Covid-19 dan TPU Khusus


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Belu terus bertambah. Bukan saja kasus pelaku perjalanan tetapi ada juga transmisi lokal. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu sedang menyiapkan tiga lokasi penampungan. Termasuk lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) untuk pasien yang meninggal akibat Covid-19.

Penjabat Sekda Belu, Frans Manafe saat memimpin rapat koordinasi bersama dinas teknis di lantai I Aula Kantor Bupati, Rabu (6/1) mengatakan, terdapat tiga lokasi penampungan yang sedang disiapkan sebagai rumah sakit karantina bagi pasien Covid-19. Ketiga lokasi itu, yakni Haliwen, dan sejumlah hotel di Atambua yang layak sebagai penampungan. Setiap hotel dibutuhkan maksimal 50 unit ruang.

“Itu tiga lokasi yang kita masih turun untuk survei kondisinya. Termasuk ada juga lokasi penampungan beberapa hotel untuk di survei kondisinya,” jelasnya.

BACA JUGA: Siaga Cegah Covid-19 dan DBD, Bupati Belu Siap Divaksin Pertama

Menurut Frans, selain menyiapkan lokasi karantina pasien Covid-19, pihaknya juga sudah mempersiapkan lokasi sebagai Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus pasien koronna, yakni di Pusmoen, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat. Teknis pemakaman pun sudah disiapkan petugas khusus, sebab penanganan pasien yang meninggal akibat Covid-19 dilakukan sesuai protokol pemakaman pasien korona.

“Kita sedang siapkan semua untuk penanganan pasien Covid-19 mulai penampungan termasuk protap penguburan dan lokasi pemakaman. Termasuk dukungan ketersediaan anggaran sebanyak Rp 14 miliar untuk penanganan tanggap darurat,” jelasnya.

Frans mengatakan, langkah yang dilakukan ini sebagai bentuk kesiapan karena pasien terkonfirmasi positif korona terus melonjak di Belu. Sebelumnya Belu merupakan daerah zona hijau. Namun, wilayah itu berubah menjadi zona merah dengan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sudah mencapai 62 orang. Kabar baiknya, dari 62 kasus itu, sebanyak 60 kasus/pasien telah sembuh, tersisa dua pasien yang sementara ini menjalani perawatan di RSUD Gabriel Manek.

Frans juga mengaku bahwa informasi terakhir hari ini yang ia peroleh, sesuai pemeriksaan rapid antigen di salah rumah sakit swasta di Atambua, terdapat 23 orang yang reaktif. Sehingga dengan jumlah tersebut perlu ada kesiapan sehingga tidak mengalami kendala terkait penanganan Covid-19. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top