Siaga Cegah Covid-19 dan DBD, Bupati Belu Siap Divaksin Pertama | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Siaga Cegah Covid-19 dan DBD, Bupati Belu Siap Divaksin Pertama


Bupati Belu, Willybrodus Lay. (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Siaga Cegah Covid-19 dan DBD, Bupati Belu Siap Divaksin Pertama


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu terus melakukan persiapan terkait langkah pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 di wilayah itu. Tak cuma itu, Pemkab Belu juga fokus mengatasi ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal ini diungkapkan Bupati Belu, Willybrodus Lay kepada awak media usai memimpin rapat koordinasi (Rakor) bersama Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 di lantai I Kantor Bupati Belu, Rabu (6/1).

“Saat ini jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 di Belu terus bertambah. Sehingga perlu ada langkah persiapan pencegahan sehingga bisa memutus mata rantai penularan pandemi ini,” ungkapnya.

Menurut Bupati Willy, kondisi ruang isolasi pasien terpapar Covid-19 di RSUD Gabriel Manek hanya tersedia 10 bad. Sementara jumlah pasien terkonfirmasi terus bertambah. Ada pasien pelaku perjalanan bahkan ada transmisi lokal. Sehingga perlu ada kesiapan lokasi penampungan jika jumlahnya membludak.

“Saya sudah perintahkan untuk segera siapkan lokasi penampungan. Harus ada alternatif tempat penampungan selain di RSUD Gabriel Manek karena disana hanya ada 10 bad,” jelasnya.

Menurut Bupati Willy, selain dukungan fasilitas dan obat-obatan, juga butuh ketersediaan anggaran yang cukup termasuk dukungan sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19.

“Penanganan Covid-19 butuh anggaran yang cukup. Sehingga perlu ada dukungan legislatif. Intinya perlu ada kerja sama dan dukungan masyarakat,” tandasnya.

Bupati Willy menambahkan, sejauh ini belum mendapat informasi terkait rencana distribusi vaksin dan kuota dari Provinsi NTT untuk Kabupaten Belu.

Namun sesuai data, jumlah tenaga kesehatan (Nakes) di Belu berjumlah 1.300 orang. Sehingga pemberian vaksin tentunya akan diatur sebab tidak semua bisa diberi vaksin karena bantuan vaksin belum diketahui kuotanya.

Bupati Willy menyebutkan, bila dalam petunjuk bahwa kepala daerah sebagai penerima vaksin pertama tentunya dirinya siap untuk divaksin. Sebab Presiden saja divaksin pertama bisa saja bupati juga menyusul. Selain itu dirinya juga akan meminta pimpinan Forkompinda dan tokoh agama untuk menjadi orang pertama divaksin bila ada petunjuk teknisnya.

“Saya siap untuk divaksin pertama. Sebagai pemimpin harus memberikan contoh kepada masyarakatnya,” tandasnya.

Ia menjelaskan, pemberian vaksin sebagai program nasional untuk mencegah Covid-19. Sesuai petunjuk aturan tenaga kesehatan yang menerima vaksin pertama. Selanjutnya vaksin kepada masyarakat. Sehingga kepada masyarakat diimbau agar siap menerima vaksin. Sebab apa yang dilakukan pemerintah untuk menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman pandemi ini.

Terkait pencehagan DBD, Bupati Willy meminta Dinas Kesehatan untuk segera melakukan langkah pencegahan seperti sosialiasi pengumuman dan fogging untuk mematikan jentik nyamuk. Sebab komndisi musim hujan seperti saat ini sangat berpotensi terjadinya ancaman DBD.

Bupati Willy mengaku, data kematian DBD di Kabupaten Belu awal tahun 2020 lalu jumlahnya mencapai 9 kasus. Sehingga perlu ada langkah pencegahan. “Saya berharap Dinas Kesehatan dan tenaga kesehatan di semua Puskesmas pro aktif melakukan pencegahan terhadap ancaman DBD di wilayah kabupaten Belu,” harapnya. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top