Bukukan Laba 2020 Sebesar Rp 128 Juta, Ini Target PDAM Kota di 2021 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bukukan Laba 2020 Sebesar Rp 128 Juta, Ini Target PDAM Kota di 2021


Direktur PDAM Kota Kupang, Jhoni Ottemusu. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

BISNIS

Bukukan Laba 2020 Sebesar Rp 128 Juta, Ini Target PDAM Kota di 2021


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang membukukan omset di tahun 2020 sebesar Rp 12 miliar lebih. Setelah diperhitungkan dengan total operasional dan investasi, PDAM mencatatkan laba sebesar Rp 182 juta.

Direktur PDAM Kota Kupang, Jhoni Ottemusu, saat diwawancarai di ruang kerjanya, kemarin (6/1) menjelaskan, dengan capaian di 2020 kemarin, tahun ini pihaknya menargetkan pendapatan senilai Rp 16 miliar. Target laba bersih diharapkan pada kisaran angka Rp 3 miliar sampai Rp 4 miliar.

“Artinya dengan target rata-rata per bulan berada di angka Rp 1,3 miliar atau Rp 1,4 miliar,” ungkapnya.

Jhoni mengatakan, untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan melakukan berbagai upaya guna meningkatkan kualitas layanan juga menambah jumlah sambungan rumah (SR) atau pelanggan.

“Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menambah 3.000 pelanggan atau SR baru, yang terdiri dari 500 pelanggan program water hibah, 1.000 pelanggan dari Kementerian PUPR, 750 pelanggan reguler, dan 750 pelanggan baru yang merupakan pengalihan dari pelanggan PDAM Kabupaten Kupang ke PDAM Kota Kupang,” jelasnya.

Untuk menunjang optimalisasi pelayanan air PDAM Kota Kupang, kata Johni, juga dilakukan berbagai optimalisasi sumber air, termasuk dengan upaya bekerja sama dengan masyarakat pemilik sumur bor.

“Ada beberapa sumber air sumur bor milik warga yang sudah kami dekati dan telah bekerja sama dengan PDAM Kota Kupang, diantaranya di Kelurahan Oepura dan akan ditambah satu sumur bor dan reservoar dengan kapasitas 200 liter. Jadi air di Oepura itu mencapai 40 liter per detik,” ungkapnya.

Untuk sumber air di Kelurahan Oepura, lanjut Jhoni, akan difokuskan untuk melayani pelanggan di wilayah Kelurahan Oepura, Kayu Putih, Fatululi, TDM, Oebobo, dan Perumnas atau Nefonaek sampai Kelurahan Pasir Panjang.

“Yang paling utama adalah melayani pelanggan BLUDSPAM yang sekarang dialihkan ke PDAM Kota Kupang,” sebutnya.

Bagi pelanggan BLUDSPAM yang bergantung pada sumber air di Tilong itu, demikian Jhoni, berjumlah 4.100 pelanggan, dan saat ini sudah diputuskan kerja samanya karena air kotor dan bau. Sekarang PDAM Kota Kupang sudah teke over sebanyak 1.000 lebih pelanggan.

“Jadi sisa sebanyak 3.000 lebih pelanggan itu ditargetkan akan diselesaikan tahun ini agar masyarakat Kota Kupang juga mendapatkan air yang bersih dan layak. Tidak seperti kemarin, dimana terjadi banyak pengeluhan terkait kualitas air yang kotor dan bau,” bebernya.

Dikatakan, untuk pelanggan BLUDSPAM yang sudah dialihkan ke PDAM Kota Kupang, saat ini pelayanannya sudah baik dengan jadwal distribusi air tiga sampai empat kali seminggu.

“Bisa dibuktikan di Kelurahan Oesapa Selatan, Kelurahan Liliba, dan sebagian Penfui. Target PDAM Kota Kupang akan menyelesaikan masalah ini dalam tahun 2021 dengan sisa pelanggan sekira 3.000 lebih pelanggan,” ungkapnya.

Prinsipnya, tambah Jhoni, PDAM Kota Kupang akan terus mencari sumber-sumber air dengan kapasitas yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga akan air bersih.

“Untuk air hitam kemarin, anggarannya tidak disetujui dan dicoret di PUPR, jadi sudah dikomunikasikan dengan Wali Kota Kupang agar Rp 1 miliar digunakan untuk tata untuk memanfaatkan sumber air hitam yang sudah dilakukan MoU,” terang Jhoni yang menambahkan, beberapa warga pemilik sumur bor yang sudah bersedia kerja sama dengan PDAM Kota Kupang di antaranya sumur bor milik Veki Lerik, Gereja Marturia Oesapa Selatan, dan sumur bor milik Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana menuju satu operator, agar semua dapat dikelola oleh PDAM Kota Kupang,” ungkapnya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top