Kota Kupang Belum Bisa Selenggarakan KBM Tatap Muka | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kota Kupang Belum Bisa Selenggarakan KBM Tatap Muka


Kadis P dan K Kota Kupang, Dumuliahi Djami. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

PENDIDIKAN

Kota Kupang Belum Bisa Selenggarakan KBM Tatap Muka


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di Kota Kupang belum bisa dilaksanakan. Kota Kupang yang masih bercokol pada zona cokelat Covid-19, menjadi alasan utama belum bisa diselenggarakan KBM tatap muka atau Pembelajaran Tatap Muka (PTM) itu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P & K) Kota Kupang, Dumuliahi Djami, saat diwawancarai, Selasa (5/1) mengatakan, berdasarkan SKB 4 menteri, kegiatan belajar mengajar boleh bisa dilakukan jika daerah tersebut berada dalam hijau atau kuning penyebaran Covid-19.

“Dan Kota Kupang saat ini masih dalam zona cokelat. Untuk itu, kegaitan KBM tatap muka belum bisa dilaksanakan,” katanya.

Dia mengatakan, sembari menunggu Kota Kupang keluar dari zona cokelat, menuju hijau atau kuning, berbagai persiapan-persiapan awal menghadapi KBM tatap terus dilaksanakan, terutama pada persiapan protokol kesehatan di sekolah masing-masing.

Dumul merinci, persiapan itu antara lain, membuat daftar periksa protokol kesehatan di sekolah masing-masing. Pihaknya sudah menyampaikan kepada sekolah-sekolah untuk mempersiapkan perlengkapan prokes kesehatan, diantaranya, persiapan ruangannya, hansanitezer, tempat cuci tangan, sabun, tisu, dan alat pengukur suhu badan.

Setelah semua komponen ini siap, kata dia, sekolah selanjutnya bersurat ke Dinas P dan K Kota Kupang, kemudian dinas menurunkan tim guna melakukan pemeriksaan.

Jika pada item perlengkapan prokes ini ternyata sekolah sudah sangat siap, kata Dumul, maka langkah selanjutnya, sekolah harus melakukan rapat dengan para orang tua murid guna meminta persetujuan.

“Apakah para orang tua itu setuju atau tidak, jika setuju, tentunya dibuat surat di atas materai 6000,” katanya.

Setelah tahapan ini selesai, lanjut dia, maka pihaknya akan mengajukan permohonan kepada Walikota Kupang, terkait kesediaan masing-masing sekolah itu.

“Berdasarkan izin dari Wali Kota dan progres zona Covid-19. Kalau sudah kuning, maka kita baru bisa melaksanakan KBM tatap muka,” katanya.

Jika pun nantinya dilaksanakan kegiatan tatap muka, lanjut Dumul, tidak serta merta dilakukan dengan kapasitas langsung 100 persen, namun bertahap. Dimulai dari 25 persen, kemudian dilakukan evaluasi, apabila berjalan baik, maka dinaikan lagi secara bertahap.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV Richard Odja meminta Dinas untuk berkordiansi lebih jauh dengan dinas kesehatan dan komite sekolah. Jika kondisi memamg tidak memungkinkan, dinas diharapakan jangan memaksa memberlakukan kegiatan pembelajaran tatap muka.

“Pada kondiai seperti ini, kegaitan KBM ini jangan dijadikan sebuah kewajiban, melainkan pilihan, bisa online. Untuk itu, perlu koordinasi yang baik,” katanya

Menurut Richard, penanganan pandemi Covid-19 perlu dilakukan secara integrasi, dan membutuhkan kesadaran semua pihak. Pemerintah boleh mengeluarkan aturan atau imbauan apapun, kalau tidak diikuti dengan kesadaran masyarakat, maka sama saja.

“Jika semua kita menginginkan kegiatan sekolah ini dijalankan, maka wajib mejalankan dan mengikuti protokol kesehatan, sehingga bisa mencegah sekaligus mengendalikan penyebaran virus ini menuju zona kuning atau hijuh,” tegasnya.

Richard mengaku tidak setuju dengan penandatangan persetujuan orang tua murid di atas materai 6.000. Tindakan itu, dinilai hanya sebagai upaya melepas tanggung jawab dinas apabila dikemudian hari ada siswa yang terpapar Covid-19.

Richard menuturkan, SKB 4 mentri itu tentu tidak memberikan standar yang sama di setiap kabupaten/Kota se Indonesia. Tapi bersifat tentatif, tergantung kondisi masing-masing daerah. Kota Kupang saat ini zona cokelat, sehingga perlu dipertimbangkan. Tidak usah dipaksakan.

“Intinya, dinas jangan terlalu memaksakan pelaksanaan KBM di tengah pandemi Covid-19 ini. Perlu koordinasi yang matang,” tegasnya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top