Nelayan Rote Temukan 1 Korban Hilang, Basarnas Terus Lakukan Pencarian | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Nelayan Rote Temukan 1 Korban Hilang, Basarnas Terus Lakukan Pencarian


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Emi Frizer saat memantau operasi pencarian korban, di Pantai Hena, Desa Kolobolon, Rabu (6/1). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Nelayan Rote Temukan 1 Korban Hilang, Basarnas Terus Lakukan Pencarian


Mencari Satu Korban Hilang Lainnya

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap dua warga Kolobolon, Kabupaten Rote Ndao yang hilang sejak Minggu (3/1) lalu ketika memancing ikan menggunakan sampan di perairan setempat.

Dalam pencarian hari keempat, tepatnya Kamis (7/1), salah seorang nelayan yang hilang berhasil ditemukan nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di Perairan Lole, Rote Ndao. Jasad salah satu dari dua warga yang hilang itu ditemukan sekira pukul 07.30 Wita.

“Ia satu korban sudah ditemukan oleh nelayan, dan saat ini kami sedang di rumah duka, tetapi belum bisa dipastikan apakah Refly atau Bapaknya Stef Pello,” kata Sekdes Kolobolon, Bena Adu saat dikonfirmasi media ini, Kamis siang (7/1).

Bena menyebutkan, informasi penemuan salah satu jasad korban tersebut Ia peroleh dari pihak Polairud, Polres Rote Ndao. Korban meninggal ini ditemukan sekira 200 meter dari lokasi kejadian dalam posisi terapung dan kondisi tubuh sudah mulai hancur. Korban ini dievakuasi oleh nelayan dari Desa Papela ke Pantai Tolanamon, Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan.

“Waktu lakukan pencarian, kami juga infokan kepada nelayan untuk membantu apabila menemukan tanda-tanda,” kata Gebi Welkis, Kepala Kantor Basarnas Rote Ndao saat dikonfirmasi Timor Express, Kamis (7/1).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, musibah kecelakaan laut ketika memancing ikan tersebut terjadi pada Minggu (3/1). Saat itu tiga warga Kolobolon, dimana salah seorang merupakan Penjabat Kepala Desa Kolobolon, Kecamatan Lobalain, Filmon Mbuik, 50, pergi memancing ikan menggunakan sebuah sampan di perairan setempat. Ketika tengah asyik memancing, tiba-tiba sampan mereka diterjang ombak besar lalu mereka terhempas, sementara sampan yang ditumpangi tenggelam.

Ketiga pemancing ini lalu berusaha menyelamatkan diri, namun yang berhasil lolos hingga ke darat hanyalah Filmon Mbuik. Sementara dua ayah-anak, Stef Pello dan Refly Pello hilang.

Tim Gabungan Terus Mencari

Untuk mencari dua warga Kolobolon yang hilang ini, terlibat tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas IA Kupang (Basarnas) dan Kantor SAR Rote Ndao, Lanal Pulau Rote, Polairud Polres Rote Ndao, BPBD Rote Ndao, aparat TNI dan Polri serta masyarakat dan nelayan setempat. Guna memudahkan pencarian, dilakukan pembagian tiga tim, yakni tim SAR Laut, Udara, dan Darat.

Menggunakan Rubber Boat (RB) BPBD Rote Ndao, tim gabungan melakukan pencarian di laut, yang terdiri dari prajurit Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Pulau Rote, Babinsa Koramil Ba’a, Bhabinkamtibmas Polsek Lobalain, Polairud Polres Rote Ndao, anggota SAR Rote Ndao, dan BPBD.

Sementara pencarian di darat, dilakukan oleh Tim SAR Darat yang merupakan partisipasi masyarakat sekitar bersama keluarga korban yang masih terus menyisir pantai untuk berusaha menemukan kedua korban.

Danlanal Pulau Rote, Letkol laut (P) Anis Latif ikut memantau operasi pencarian korban, di Pantai Hena, Desa Kolobolon, Rote Ndao, Rabu (6/1). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

Sedangkan tim SAR ketiga, melakukan pencarian melalui udara. Tim ini terdiri dari tiga pucuk pimpinan, yakni Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Emi Frizer, SE., MM, Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol (Inf) Educ Parmadi Eko PB, dan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Pulau Rote, Letkol Laut (P) Anis Latif, SE., M.Tr.Hanla., MM.

“Bersama tim gabungan, kami terus melakukan pencarian, yang terbagi dalam beberapa tim,” kata Danlanal Pulau Rote, Letkol laut (P) Anis Latif kepada Timor Express, di acara pelantikan pejabat di Pantai Litianak, Desa Holulai, Kecamatan Loaholu, Selasa (5/1).

BACA JUGA: Dua Warga Hilang Saat Pancing Ikan, Kades Kolobolon Selamat

Pencarian di atas perairan Lole (udara), kata Danlanal, dilakukan dengan menggunakan pesawat Dimonim Air PK HVS. Namun upaya pencarian di hari ketiga itu belum menemukan kedua korban.

“Belum, hingga hari ini (Selasa, 5/1, Red) upaya tim gabungan belum berhasil menemukan korban. Tapi pencarian masih terus dilakukan,” kata Anis Latief.

Sementara Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Emi Frizer mengatakan, pencarian korban dilakukan dengan mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP). Dimana pencarian akan dihentikan di hari ketujuh, apabila korban tak kunjung ditemukan.

Frizer mengapresiasi dukungan aparat TNI/Polri serta pemerintah daerah melalui BPBD serta partisipasi masyarakat.

“Kami di sini tidak bekerja sendiri, ada pemerintah, dan TNI/Polri serta masyarakat yang membantu kami,” kata Emi Frizer, dalam acara jumpa pers di Kantor Bupati Rote Ndao, Rabu (6/1).

Menurutnya, pihaknya tetap konsisten untuk terus melakukan pencarian hingga hari ketujuh. Namun menurutnya, tidak serta-merta diputuskan secara sepihak. Karena pihaknya tetap membangun sinergitas dengan semua stakeholder terhadap efektifitas dan efiesiensi pelaksanaan operasi pencarian korban.

Sementara mengenai kendala yang ditemui di lapangan, Emi Frizer mengakui hampir tidak ada kendala. Karena perubahan cuaca yang tidak bisa diprediksi secara pasti, masih memungkinkan untuk dilakukan penyisiran di laut.

Frizer juga berharap, upaya pencarian yang dilakukan warga, agar tetap berkoordinasi dengan Basarnas. Hal ini dimaksudkan untuk memimalisir kemungkin terjadinya kecelakaan saat melakukan upaya pencarian korban.

“Kendala saat ini hampir tidak ada, karena cuaca, hingga saat ini masih relatif aman. Tetapi kami juga mengharapkan kerja sama masyarakat untuk mengutamakan keselamatan saat mencari korban,” kata Frizer. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top