Aliansi Mahasiswa Belu Tuntut Bebaskan Akulina, Kapolres: Proses Hukum Tetap Jalan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Aliansi Mahasiswa Belu Tuntut Bebaskan Akulina, Kapolres: Proses Hukum Tetap Jalan


AKSI DEMO. Massa aliansi mahasiwa dua organisasi, yakni GMNI dan Fosmab Belu saat melakukan aksi menuntut pembebasan Akulina Dahu melalui aksi demo di depan Mapolres Belu, Jumat (8/1). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Aliansi Mahasiswa Belu Tuntut Bebaskan Akulina, Kapolres: Proses Hukum Tetap Jalan


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Aliansi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Belu dan Forum Solidaritas Mahasiswa Belu (FOSMAB), melakukan aksi damai dengan mandatangi Mapolres Belu, Jumat (8/1). Para mahasiswa ini berdemo menuntut agar aparat Polres Belu segera membebaskan tersangka Akulina Dahu dari jeratan hukum.

Aksi puluhan mahasiswa ini dipimpin Ketua GMNI Cabang Belu, Hendrianus A. Modok dan Ketua Fosmab Kupang, Yohanes Rudyanto Benany. Hadir dalam aksi selain mahasiswa juga orangtua tersangka, Dominikus Asuk dan Veronika Kolo bersama keluarga.

Kehadiran massa bergerak dari pertigaan Apodeti Atambua Selatan, berjalan kaki membawa poster sambil berorasi disepanjang jalan. Saat tiba di gerbang Mapolres Belu sekitar pukul 11.20 Wita, para perwakilan peserta aksi ini secara bergantian menyampaikan orasinya.

Intinya mereka meminta Kapolres untuk segera membebaskan Akulina dari jeratan hukum terkait kasus Pilkada ini. Pasalnya Akulina tidak bersalah dalam tindak pidana Pilkada, sehingga perlu dibebaskan tanpa syarat bukan penangguhan. Apalagi saat melakukan penangkapan, aparat tak memperlihatkan surat penangkapan.

Kapolres Belu AKBP Khairul Saleh saat menemui massa menjelaskan proses penanganan terhadap tersangka Akulina Dahu sudah sesuai mekanisme dan prosedur hukum. Berkasnya sudah sampai di Kejaksaan dan menunggu proses hukum selanjutnya. Sedangkan terhadap tersangka dibebaskan dari tahanan, diberikan penangguhan.

“Kita masih tunggu kuasa hukum dari Akulina. Hari ini keluar diberikan penangguhan. Tetapi proses hukumnya tetap berjalan,” jelas Khairul.

Sementara Ketua DPC GMNI Atambua, Hendrianus A. Modok mengatakan kehadiran massa aksi adalah murni kemanusian dan tidak ditunggangi siapa pun. Sebab proses hukum terkait dugaan tindak pidana Pilkada tidak prosedural.

Menurut Hendrik, Akulina tidak bersalah dalam Pilkada sehingga perlu dibebaskan tanpa syarat dari jeratan hukum. Ia kesal sebab proses penangkapan hingga penahanan tidak ada surat panggilan dan surat penahanan sehingga diketahui orang tua.

Kapolres Belu AKBP Khairul Saleh. (FOTO: JHONI SIKI/TIMEX)

“Kita sangat sesalkan apa yang dilakukan Polisi cacat hukum. Akulina tidak bersalah, kami datang untuk desak Kapolres harus bebaskan Akulina tanpa syarat,” tegasnya.

Hal serupa disampaikan Ketua Umum Fosmab Kupang, Yohanes Rudyanto Benany. Yohanes mengatakan, banyak kejanggalan terkait proses hukum Akulina Dohu. Tersangka Akulina menjadi korban intimidasi penegak hukum bahkan menjadi korban konspirasi elit Pilkada Belu.

Untuk itu, sebagai mahasiswa yang peduli dengan nilai kemanusiaan akan terus berjuang bila Polisi tidak membebaskan korban Akulina. Yohahes menegaskan, bila Polisi tidak membebaskan Akulina, mereka akan datang melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih besar dari aksi hari ini.

Dalam aksinya hari ini, Aliansi Peduli Kemanusiaan GMNI Cabang Belu dan Fosmab Belu mengeluarkan sejumlah pernyataan sikap. Pertama, mendesak Kapolres Belu untuk membebaskan saudari Akulina Dahu, dalam kurun waktu 2×24 jam tanpa syarat. Kedua, mendesak Bawaslu Belu untuk mencabut laporan pelanggaran Pilkada dengan nomor surat 219/2020. Ketiga, mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolres Belu dari jabatannya.

Aksi damai ini juga dilakukan sehari sebelumnya, Kamis (7/1). Kemarin massa aksi damai berjalan kaki bergerak dari Taman Fronteira Garden Tulamalae, melintasi Rumah Jabatan Bupati, pertigaan Cabang SMAK Suria, perempatan Central dan Polres Belu. Sesuai rute massa mestinya finish di kantor DPRD Belu. Akan tetapi kondisi hujan deras sehingga massa berhenti di Polres Belu.

Massa yang berjumlah sekitar puluhan ini melakukan long march, berorasi bergantian dan membawa spanduk dengan tulisan Save “Akulina Dahu” untuk Keadilan. Massa dipimpin Remigius Bere dan Marselus Seran saat tiba di depan gerbang pintu Polres Belu dijaga ketat anggota keamanan Polres Belu sehingga hanya bisa berorasi di depan gerbang. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top