Pelayanan di IGD RSUD SoE Kembali Normal, dr. Ria Tahun: Tolong Taati Prokes | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pelayanan di IGD RSUD SoE Kembali Normal, dr. Ria Tahun: Tolong Taati Prokes


Pimpinan Komisi IV DPRD TTS, Marthen Tualaka dan beberapa anggota usai mengunjungi RSUD SoE ketika mendapat informasi adanya penutupan IGD rumah sakit itu akibat membludakya pasien reaktif, Jumat (8/1). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pelayanan di IGD RSUD SoE Kembali Normal, dr. Ria Tahun: Tolong Taati Prokes


SOE, TIMEXKUPANG.com-Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SoE kembali membuka pelayanan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) setelah ditutup beberapa hari sebelumnya akibat membludaknya pasien reaktif. Kini pelayanan di IGD sudah berjalan normal.

“Kami telah membuka kembali pelayanan di ruang IGD. Sejumlah pasien sudah dipulangkan sehingga ada pengurangan di IGD,” ungkap Direktris RSUD SoE, dr. Ria Tahun ketika dikonfirmasi Sabtu (9/1).

Menurut dr. Ria, pasien yang datang dan mendapat pelayanan paling banyak adalah pasien probable sehingga membutuhkan penanganan ekstra dari pihak medis. “Kami sudah minta untuk mereka rawat dulu sambil menunggu hasil swab. Masalahnya hasil PCR lama sekali keluar,” ujar dr. Ria.

Menurut dr. Ria, semua faskes harus bisa merawat pasien reaktif maupun probable tapi mereka juga tidak sanggup hingga dirujuk ke RSUD SoE.

“Semua rujuk ke sini akhirnya penuhlah semua. Kemarin pasien ibu hamil dari Kupang reaktif dan pembukaan sudah lengkap kami tetap tolong. Sebenarnya, kalau ada pasien emergensi kami tetap terima tapi kami jelaskan bahwa ada pasien reaktif Covid-19,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pasien Reaktif Membludak, Manajemen RSUD SoE Tutup IGD

Ria Tahun menyebutkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan Covid-19 masih sangat rendah sehingga menyebabkan terjadinya penyebaran virus yang sangat cepat, terutama kepada mereka yang rentan terinfeksi seperti orang tua.

Ia berharap semua masyarakat bisa sadar dan menaati protokol kesehatan secara baik dan benar, serta tidak saling menyalahkan. “Yang salah di sini adalah semua tidak taat prokes dan akhirnya RSUD yang disalahkan. Jadi masing-masing mesti mengoreksi diri sudah, sejauh mana ketaatan terhadap prokes. Anak-anak, remaja terlihat sehat lalu keluar rumah tidak pakai masker, pulang bawa virus untuk keluarga yang rentan. Anak muda bilang saya sehat-sehat, ternyata yang sakit berat orang tuanya kemudian yang disalahkan RSUD,” tuturnya.

Terkait permintaan Komisi IV dan rekomendasi DPRD TTS terhadap pemanfaatan gedung BLK Kehutanan di Taman Bu’at SoE untuk karantina pasien reaktif dan konfirmasi positif, dr. Ria mengaku sudah melakukan koordinasi sejak awal namun pihak BLK menolak menggunakan gedung tersebut sehingga pihaknya mencari gedung isolasi pengganti.

“Sekarang kita sudah koordinasi dengan SMK 2 dan sudah mendapat izin menggunakan ruang kosong yang ada sehingga kita sementara persiapan,” katanya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top