Berkat Petunjuk Doa, Yanda Selan Selamat dari Musibah Sriwijaya Air | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Berkat Petunjuk Doa, Yanda Selan Selamat dari Musibah Sriwijaya Air


DITOLONG TUHAN. Filse Seyandha Selan, salah satu calon penumpang Sriwijaya Air tujuan Pontianak yang membatalkan penerbangannya. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Berkat Petunjuk Doa, Yanda Selan Selamat dari Musibah Sriwijaya Air


Refund Tiket Pukul 10:40 Pagi, Batal Terbang ke Pontianak

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Nasib baik dialami Filse Seyandha Selan. Warga Jalan Mentimun, Labat ini rencananya berangkat ke Pontianak sore tadi menggunakan pesawat Sriwijaya. Namun, nasib berkehendak lain, Yanda membatalkan penerbangan ke Pontianak karena sakit.

Yanda Selan -demikian sapaan Filse Seyandha Selan- yang dihubungi melalui nomor telepon selulernya Sabtu (9/1) malam tidak tersambung. Namun, pihak keluarga membenarkan Yanda Selan batal terbang ke Pontianak tadi pagi dari Bandara El Tari Kupang via Jakarta.

“Rencananya memang tadi pagi (Sabtu, 9/1 pagi, Red) Ade Yanda terbang ke Pontianak dengan Sriwijaya Air. Namun, dirinya sendiri yang membatalkan rencana keberangakatan. Karena sampai tadi pagi mau berangkat mengeluh badan tidak enak,” kata Frangky Reke, kakak ipar dari Yanda Selan yang dihubungi via telepon seluler malam tadi.

Frangky mengaku dirinya bersama istri yang adalah kakak kandung Yanda Selan langsung menghubungi Yanda ketika mendapat informasi hilangnya pesawat Sriwijaya Air tujuan Pontianak. “Begitu mendapat kabar pesawat Sriwijaya hilang kami langsung telpon. Puji Tuhan Yanda terima dan saat itu bersama orangtua sedang berdoa mengucap syukur. Kami bersyukur sekali adik kami tidak jadi terbang,” ujar Frangky.

Ayah satu anak ini mengaku, batalnya keberangkatan Yanda Selan tidak terlepas dari pertolongan Tuhan. Dia menceritakan, tanggal 2 Januari kemarin, semua keluarga diundang untuk berdoa di Oebufu. Dama doa itu ada petunjuk bahwa pada tanggal 8 Januari atau 9 Januari ada bencana yang bakal dialami keluarga. Sehingga keluarga harus terus berdoa.

BACA JUGA: Pesawat Sriwijaya Air yang Jatuh Angkut 56 Penumpang

“Ternyata petunjuk dalam doa itu betul. Berkat doa dari orangtua dan semua keluarga, adik Yanda tidak jadi berangkat karena kondisi tidak enak badan dan sakit,” ujarnya penuh haru.

Tangkapan layar bukti refund tiket Filse Seyandha Selan pada pukul 10.40, Sabtu (9/1). (ISTIMEWA)

Frangky mengatakan, Yanda baru bekerja setahun di Pontianak. Baru pulang libur pertama di Kupang. “Yanda guru di Pontianak dan baru pertama pulang berlibur. Dia baru lulus tahun lalu dan langsung diterima bekerja sebagai guru di Pontianak di Yayasan Dian Harapan,” jelas Frangky.

Sementara itu, informasi lain menyebutkan, ada dua penumpang asal Sumba dalam pesawat Boeing 737-500 PK-CLC Sriwijaya Air yang jatuh di Perairan Pulau Seribu itu. Keduanya atas nama Paulus Yulius Kollo dan Umbu Kristin Zai.

Timor Express sudah menghubungi beberapa pihak di Sumba untuk memastikan nama ini, namun hingga berita ini di publish, belum terkonfirmasi.

Sementara itu, disebuah grup whatapp (WAG), seorang Bupati di NTT meneruskan pesan memohon dukungan doa dari keluarga salah satu crew Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak bernama Mia Zet Wadu ikut bertugas dalam penerbangan itu. Berikut pesan WA yang sudah dikirim berkali-kali itu:

Mohon Doanya …

Dari Keluarga
Shallom, slm sore bapak ibu IKB KOLORAI HAWU yg terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus…. Mohon dukungan doanya… anak MIA ZET WADU Pramugari Sriwijaya Air (Warga Jemaat GPIB MARANATHA Denpasar) yg hilang kontak penerbangan Jakarta PontianakπŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜ŒπŸ˜ŒπŸ˜ŒπŸ˜Œ. (ito/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top