Gegara Hal Ini, Kuasa Hukum Margorius Ancam Pidanakan Dokter RSUD Kefamenanu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gegara Hal Ini, Kuasa Hukum Margorius Ancam Pidanakan Dokter RSUD Kefamenanu


Kuasa Hukum Margorius Bana, Charly Usfunan. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Gegara Hal Ini, Kuasa Hukum Margorius Ancam Pidanakan Dokter RSUD Kefamenanu


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Kejelasan hasil visum et repertum (VER) dari korban kasus penganiayaan yang dialami Margorius Bana, yang diduga dilakukan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes di Desa Oeolo Kecamatan Musi beberapa waktu lalu akhirnya terkuak.

Hasil VER ternyata sudah ada di RSUD Kefamenanu sejak 8 Desember 2020, namun baru diserahkan kepada pihak Kepolisian pada 2 Januari 2021. Kuasa hukum korban Margorius Bana pun menduga, rupanya pihak RSUD Kefamenanu ingin melindungi Bupati TTU yang diduga sebagai pelaku penganiayaan dengan tidak mengeluarkan hasil VER.

Kuasa Hukum Margorius Bana, Charly Usfunan kepada Timor Express, Jumat (8/1) mengatakan, sudah satu bulan, hasil VER dari korban Margorius Bana belum diterbitkan dokter di RSUD Kefamenanu.

Kendati demikian, Charlie mengingatkan, jika ada kesan oknum dokter ‘menyandera’ hasil visum tersebut, maka yang bersangkutan terancam dipidana karena menghalang-halangi penyidikan kasus tindak kriminal yang sementara ditangani polisi.

Menurut Charly, visum et repertum merupakan laporan tertulis yang dibuat dokter dalam ilmu kedokteran forensik berdasarkan permintaan dari penyidik yang berwenang. Hal ini terkait hasil pemeriksaan medik terhadap manusia dalam keadaan hidup ataupun mati dan atau pada area tubuh tertentu yang dibuat berdasarkan keilmuan dan di bawah sumpah untuk kepentingan pro yustisia.

BACA JUGA: Bupati Raymundus Akhirnya Penuhi Panggilan Penyidik

“Setelah ada tindakan visum, tentunya klien saya perlu mengetahui hasilnya. Namun sampai dengan hari ini, pihak penyidik saja belum memperoleh hasil visum dari pihak RSUD setempat. Ada apa ini?” tanya Charly kesal.

Charly menegaskan, polisilah yang harus mengejar hasil visum itu. Karena pada saat ada tindakan visum, korban diantar dan didampingi langsung oleh polisi yang membawa surat resmi permintaan visum.

“Barang siapa yang menghalang-halangi proses penyelidikan yang sementara berjalan, dikenakan tindak pidana. Dan jika hasil visum belum keluar sampai saat ini, bisa dikategorikan sebagai upaya menghambat atau menghalang-halangi proses penyelidikan,” tandasnya.

Sementara, Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Kefamenanu, dr. Theresia A. J. Mulowato kepada Timor Express melalui telepon selulernya, Jumat (8/1) mengatakan, pihaknya telah menerbitkan hasil VER untuk Margorius Bana, dan telah diserahkan ke pihak kepolisian untuk dapat dipergunakan sebagai mana mestinya dalam proses hukum kasus tersebut.

“Hasil visum et repertum sudah kita serahkan kepada pihak kepolisian sejak tanggal 2 Januari 2021 lalu,” ungkapnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top