Motif Dendam, Mikhael Fallo Potong Putus Kepala Yunus Benu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Motif Dendam, Mikhael Fallo Potong Putus Kepala Yunus Benu


KONFERENSI PERS. Kapolres TTS, AKBP Andre Librian menunjukan parang yang digunakan pelaku untuk memotong leher korban saat konferensi pers di Mapolres TTS, Senin (11/1). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Motif Dendam, Mikhael Fallo Potong Putus Kepala Yunus Benu


Mikhael Curiga Yunus Racuni Istrinya, Sembunyikan Kepala Korban dalam Gua di Temef

SOE, TIMEXKUPANG.com-Nyawa Yunus Benu melayang usai lehernya ditebas Mikhael Fallo sebanyak lima kali di Desa Oeekam, Kecamatan Noebeba, Kabupaten TTS, Sabtu (9/1).

Motif pembunuhan sadis itu pun terungkap setelah dilakukan investigasi oleh penyidik Polsek Amanuban Selatan dibantu penyidik Satreskrim Polres TTS. Hasil investigasi menunjukkan pelaku Mikhael menghabisi nyawa korban karena dendam.

Mikhael Fallo yang sempat diwawancarai Timor Express, Senin (11/1) membenarkan bahwa dirinyalah yang membunuh korban. Ia melancarkan aksinya sendiri. Sebelumnya ia bersama korban bercerita lalu ia menebas leher korban menggunakan sebilah parang milikinya sebanyak lima kali.

Hal itu dilakukan karena ia menduga istrinya yang meninggal pada bulan Februari 2020 lalu akibat rancun yang diberikan korban kepada sang istri.

“Dendam ini saya sudah tahan lama dan hari Sabtu itu saya nekat karena istri saya meninggal tepat hari Sabtu akibat air aki yang diberika korban sehingga dia (korban) juga harus meninggal pas hari yang sama,” ujar Mikhael.

Mikhael mengaku menebas leher korban sebanyak lima kali sampai putus lalu dia menyembunyikan kepala korban di Gua Temef, Desa Teas yang berjarak kurang lebih 15 Km dari lokasi pembunuhan. “Saya isi di gua itu agar menghilangkan barang buktinya,” ungkap Mikhael.

Kapolres TTS AKBP Andre Librian, menjelaskan bahwa pihaknya mendapat laporan dari warga bahwa ada penemuan mayat tanpa kepala sekitar pukul 09.00 Wita.

Mendapat laporan tersebut anggota langsung bergegas ke lokasi dan menemukan mayat itu lalu melakukan tindakan lebih lanjut dengan melakukan investigasi.

Dari informasi dan hasil pemeriksaan para saksi, kata Kapolres mengerucut kepada terduga pelaku yang saat itu bersembunyi di kerabatnya dengan alasan mengecek ternak miliknya.

Sebelum menghabisi nyawa korbannya, kata Andre, pelaku sempat berbincang dengan korban. Pelaku yang sudah lama menyimpan dendam dengan korban, langsung mengambil parang dan memotong kepala korban hingga putus.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku memgaku memiliki dendam dengan korban. Pelaku mencurigai korban telah meracuni istri pelaku hingga meninggal dunia pada tahun 2020 lalu. Selain itu, pelaku dan korban juga ada masalah batas tanah. Dimana, tanah kebun korban dan pelaku berdekatan. Pelaku menuding korban telah menggeser batas tanahnya,” ungkap Kapolres Andre didampingi Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Hendricka Bahtera dan para penyidik Satreskrim TTS saat menggelar konferensi pers, Senin (11/1).

Usai menghabisi nyawa korban, lanjut Andre, kepala korban dibungkus menggunakan jaket dan sarung pelaku lalu dibawa ke gua Temef untuk disembunyikan. Sedangkan parang yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban dibersihakan dan disembunyikan di rumah salah seorang keluarga pelaku.

“Kepala korban sengaja disembunyikan pelaku diduga agar jenazah korban sulit untuk dikenali. Sedangkan parangnya, usai menghabisi nyawa korban, dicuci lalu disembunyikan di rumah salah seorang keluarganya ditempatkan dibawa tumpukan kayu cendana,” imbuhnya.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan ketika pelaku diamankan, terlihat bercak darah masih menempel di celana pelaku. Namun saat itu pelaku masih membantah perbuatannya. Saat parang pelaku ditemukan, akhirnya pelaku mengakui perbuatannya.

Atas perbuatan pelaku, dijerat dengan pasal Pasal 340 KUHP Subsider 338 subsider 351 ayat 3 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau 20 tahun kurungan penjara.

“Kita masih mendalami apakah aksi tersebut sudah direncanakan pelaku, atau pelaku secara spontan menghabisi nyawa korban,” terangnya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top