Penataan Selesai, IGD RSUD S. K. Lerik Kembali Beroperasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Penataan Selesai, IGD RSUD S. K. Lerik Kembali Beroperasi


Direktris RSUD S. K. Lerik, dr. Marsiana Halek saat diwawancarai sejumlah awak media, Senin (11/1). (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Penataan Selesai, IGD RSUD S. K. Lerik Kembali Beroperasi


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S. K. Lerik Kota Kupang kembali membuka layanan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) secara normal pada Senin (11/1) setelah sempat menutup fasilitas itu sekira 8 jam pada Minggu (10/1).

Wali Kota Kupang, Jefirstson Riwu Kore menjelaskan, pelayanan IGD hanya ditutup sehari pada Minggu (10/1), dan telah dibuka kembali Senin (11/1). Penutupan layanan IGD ini karena jumlah pasien yang dirawat dan ditangani di RSUD S. K. Lerik meningkat cukup signifikan, dan ada beberapa tenaga kesehatan yang terindikasi terpapar korona berdasarkan hasil rapid antigen maupun hasil swab PCR.

“Penutupan sementara layanan IGD hanya dilakukan sehari saja, beberapa jam saja, karena memang harus ada penataan dan pemetaan tenaga kesehatan yang dimiliki, menganalisa jumlah kebutuhan dan tenaga yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Direktris RSUD S. K. Lerik, dr. Marsiana Y. Halek, saat diwawancarai Senin (11/1), mengatakan, pelayanan di IGD RSUD S. K. Lerik sudah aktif kembali. Penutupan kemarin itu dilakukan untuk penataan dan pemetaan tenaga medis serta analisis rasio pelayanan. Hal ini dilakukan agar pelayanan kesehatan tetap terjaga dengan tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan semua pasien yang dilayani juga petugas kesehatan.

Marsiana menyebutkan, tenaga kesehatan yang bekerja di IGD sendiri berjumlah 18 orang. Dari jumlah itu, terdapat dua tenaga kesehatan yang reaktif rapid antigen sehingga maksimal yang bertugas saat ini 16 orang.

“Kita juga melakukan perhitungan dan pemetaan, antara jumlah tenaga kesehatan, perawat dan dokter, dibandingkan dengan jumlah pasien yang datang. Ini untuk memastikan agar semuanya aman dan pelayanan masih bisa berjalan baik,” ujarnya.

Marsiana mengaku, pihaknya juga baru selesai menggelar rapat internal untuk mengatur ulang semua alur dan sumber daya yang ada di rumah sakit, dengan tujuan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan baik dengan kondisi sekarang ini.

“IGD sudah kembali melayani pasien sebagaimana biasa, setelah dilakukan disinfektan dan pembersihan, petugas medis juga sudah melakukan rapid antigen, dan skrining awal juga dilakukan,” ujarnya.

ke depan, kata Marsiana, untuk petugas kesehatan yang bertugas di ruang isolasi, dilakukan swab antigen satu kali dalam seminggu, sebagai upaya pencegahan.

“Sebenarnya untuk penutupan IGD ini merupakan upaya yang dilakukan rumah sakit untuk melindungi masyarakat, dengan pihak rumah sakit menutup sementara untuk mengatur kembali pelayanan, agar jangan sampai berisiko bagi masyarakat yang datang berobat,” ujarnya.

Marsiana menambahkan, sampai saat ini, sesuai hasil swab PCR, tenaga medis di RSUD S. K. Lerik yang terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah lima orang, sedangkan yang reaktif hasil rapid antigen berjumlah 6 orang. Untuk penegakan diagnosa, yang reaktif antigen ini akan menjalani swab PCR guna mendapatkan hasil yang lebih akurat. “Khusus untuk kebutuhan gizi, semua tenaga medis di RSUD SK Lerik diperhatikan oleh manajemen rumah sakit,” ujarnya.

Marsiana mengaku, saat ini pihak RSUD S. K. Lerik merawat 10 pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Para pasien ini dirawat di ruang isolasi bertekanan negatif. Sedangkan pasien yang dirawat di ruang isolasi non tekanan negatif berjumlah 12 orang. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top