Cerita Sulitnya Temukan Blackbox FDR Sriwijaya Air Sebelum Diangkat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Cerita Sulitnya Temukan Blackbox FDR Sriwijaya Air Sebelum Diangkat


ILUSTRASI. Kondisi serpihan dari pesawat Sriwijaya Air SJ-182 saat dikumpulkan di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (11/1). (FOTO: Dery Ridwansah/JawaPos.com)

PERISTIWA/CRIME

Cerita Sulitnya Temukan Blackbox FDR Sriwijaya Air Sebelum Diangkat


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Tim penyelam Dislambair Koarmada I menceritakan keberhasilannya mengangkat kotak hitam atau blackbox flight data recorded (FDR) milik pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, pada Sabtu (9/1). Blackbox FDR tersebut berisi rekaman data penerbangan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak.

Mayor Laut Teknik Iwan Kurniawan mengaku, butuh waktu tiga hari untuk menemukan titik koordinat blackbox. Penelusuran bawah laut itu menggunakan KRI Rigel mencari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

“Prosesnya dari awal penyelaman sekitar tiga hari, mulai pertama kita survei dulu setelah itu kita lihat titik-titik bongkahan besar. Hari kedua, ketiga kita angkat. Begitu sudah kita angkat semua, harapannya bongkahan besar itu bisa mempermudah pencarian,” kata Iwan di Dermaga JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1).

Iwan mengaku, penyelam Dislambair Koarmada I sejak awal fokus mencari blackbox FDR dan cockpit voice recorder (CVR). Sebab penting untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. “Hari ini fokus pencariannya FDR dan CVR,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, KRI Rigel milik Pushidrosal TNI AL mampu menangkap sinyal dengan menembakan sonar ke bawah laut. Di tak memungkiri, blackbox Sriwijaya Air tertimpa bongkahan besar pesawat Sriwijaya Air.

“Jadi setelah kita ploting awal lagi baru kita mulai survei lagi, lalu dimana material atau objek yang besar dan berat kalau perlu kita angkat kita angkat,” urai Iwan.

BACA JUGA: Tim SAR Temukan Black Box Sriwijaya Air SJ-182 yang Jatuh di Kepulauan Seribu

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan, kotak hitam atau blackbox jenis flight data recorder (FDR) milik pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu berhasil ditemukan. Blackbox tersebut merekam data penerbangan.

“Hari ini tepat jam 14.00 WIB, Kepala Staf Angkatan Laut menyampaikan informasi kepada saya, bahwa sesuai dengan perkiraan yang ditentukan di wilayah yang sudah ditandai, telah ditemukan bagian dari flight data recorder (FDR),” ucap Hadi.

Hadi menuturkan, tim SAR hingga kini masih memburu CVR yang juga diduga berada di lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. “Cockpit voice recorder masih perlu dicari, dengan tanpa adanya bantuan yaitu beacon tersebut,” ujar Hadi.

Hadi meyakini, CVR milik pesawat Sriwijaya Air juga berada pada lokasi yang sama. Sehingga tidak lama lagi akan segera ditemukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 14.40 WIB. Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut penumpang sebanyak 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak sebagai penumpang. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top