Covid-19 Tak Kenal Jabatan, 4 Pejabat Eselon II Setda NTT Positif Korona | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Covid-19 Tak Kenal Jabatan, 4 Pejabat Eselon II Setda NTT Positif Korona


Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Jelamu Ardu Marius. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Covid-19 Tak Kenal Jabatan, 4 Pejabat Eselon II Setda NTT Positif Korona


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tak mengenal yang namanya jabatan. Buktinya sejumlah pejabat Eselon II lungkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Bahkan kasus yang dialami empat pejabat Eselon II Pemprov NTT itu mendahului kasus yang dialami Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi.

“Ada empat pejabat eselon II lingkup Setda NTT yang positif Covid 19. Dari jumlah itu, tiga pejabat diantaranya sudah sembuh atau negatif. Tersisa satu orang yang masih positif. Saat ini pejabat dimaksud masih jalani isolasi mandiri di rumahnya,” ungkap Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Jelamu Ardu Marius kepada wartawan saat dikonfirmasi di Kupang tadi (12/1).

Sementara mengenai rapid test antigen yang dilakukan kepada para pejabat maupun staf ASN awal pekan ini, menurut Marius, ASN lingkup Pemprov NTT yang pasitif Covid-19 hingga kemarin siang mencapai sepuluh orang.
Kesepuluh orang orang ASN yang terpapar Covid 19 dalam awal pekan ini tersebar di beberapa OPD, yaitu Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT, Dinas P dan K, Kantor Diklat, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Dinas Pariwisata NTT.

“Dinas Koperasi 4 orang, Diklat 2 orang, Dinas P dan K satu orang, Dinas Pemberdayaan Perempuan satu orang, dan Dinas Pariwisata satu orang,” ungkap mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pemprov NTT ini.

Marius mengaku, Pemprov NTT saat ini terus berupaya memutus rantai penyebaran Covid 19 yang terus menunjukan tren peningkatan dari hari ke hari di Kota Kupang dan sebagian wilayah NTT. Salah satu upaya yang dilakukan Pemprov NTT saat ini adalah memberlakukan sistem kerja shift bagi semua kantor pemerintahan di lingkungan Pemprov NTT.

BACA JUGA: Satu ASN Positif Covid-19, Dinas PMPTSP Kota Kupang Tutup Sementara

“Pemberlakukan sistem kerja shift ini untuk mengurangi kapasitas kerumunan pegawai pada saat kerja. Mekanismenya diserahkan kepada masing- masing OPD untuk mengatur shift, pagi jam delapan sampai jam 12 berapa orang, siang sampai jam dinas selesai berapa orang, tapi diharapkan pembagiannya 50 persen pagi sampai siang dan 50 persen siang sampai jam dinas selesai,” ujarnya.

Selain pembagian shift kerja, Marius juga mengimbau kepada semua kantor pemerintah maupun swasta termasuk seluruh warga masyarakat NTT untuk menghindari kerumunan serta memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu selalu membersihkan lingkungan tempat kerja masing-masing dengan disinfektan dan menyediakan detergen juga air mengalir di kantor masing- masing.

“Khusus untuk masyarakat umum, supaya mengurangi kegiatan berupa acara pesta yang mengumpulkan banyak orang. Kalau dalam keadaan tertentu terpaksa membuat acara supaya batasi undangannya,” kata Karo Humas Setda NTT.

Sementara itu pantauan wartawan di sekitar kantor Gubernur NTT, Selasa (12/1) siang, tampak pemberlakukan protokol kesehatan berjalan cukup ketat. Semua kantor menyediakan petugas khusus dilengkapi hand sanitizer dan alat test suhu untuk menertibkan semua tamu yang hendak berurusan di kantor masing-masing.

Bahkan semua pejabat eselon II lingkup Setda NTT dan pejabat eselon II lain memilih untuk tidak menerima tamu yang berurusan langsung di ruang kerja masing-masing. (ogi)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top