Tim DVI Kembali Identifikasi 3 Jenazah Korban SJ-182, Siapa Saja? | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tim DVI Kembali Identifikasi 3 Jenazah Korban SJ-182, Siapa Saja?


Petugas membawa kantung jenazah berisi potongan tubuh korban pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu di Dermaga JICT, Jakarta, Senin (11/1). (FOTO: Dery Ridwansah/JawaPos.com)

PERISTIWA/CRIME

Tim DVI Kembali Identifikasi 3 Jenazah Korban SJ-182, Siapa Saja?


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Tim Disaster Victim Identification (DVI) kembali berhasil mengidentifikasi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Kali ini, ada tiga identitas korban yang berhasil diidentifikasi. Mereka yaitu Asyhabul Yamin, 36, Fadly Satrianto, 38, dan Khasanah, 50.

“Ada 3 korban yang kami bisa identifikasi dari 4 kantong mayat yang diperiksa. Satu kantong mayat ada bagian satu tubuh. Sehingga sebenarnya ada 3 korban yang kami dapatkan,” kata Kepala Pusat Inafis Polri, Brigjen Pol Hudi Suryanto di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, Selasa (12/1).

Asyhabul Yamin teridentifikasi dari kantong mayat nomor 0072 dan 0029. Dia merupakan warga Jalan Sakti Nomor 7A, RT 05/06 Petukangan Selatan, Pesanggarahan, Jakarta. Dia terdaftar sebagai penumpang dengan nomor manifes 40. Identitas mereka terkuak berdasarkan persamaan sidik jari e-KTP dengan jempol kanan jenazah korban.

Jenazah kedua yakni Fadly Satrianto. Dia merupakan warga Teluk Penanjung RT 04/05 Jawa Timur. Dia terdaftar dalam manifest nomor 31.

“Ini ternyata co-pilot Sriwijaya perbandingan sidik jari dari e-KTP telunjuk kanan dan 1 dari potongan body part identik 12 titik persamaan,” imbuh Hudi.

Kemudian korban ketiga yakni Khasanah. Dia teridentifikasi dari kantong mayat 0040. Dia merupakan warga asal Pontianak, Kalimantan Barat. Dia terdaftar dalam manifes nomor 28.

BACA JUGA: Tim DVI Sukses Identifikasi 1 Jenazah Penumpang Sriwijaya Air Bernama Okky Bisma

“Ini juga sudah kami perbandingkan sidik jari jempol kanan di kantong mayat dan e-KTP menemukan 12 titik persamaan. Jadi identik,” tandas Hudi.

Dengan data itu, hingga hari ini Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi empat jenazah. Kemarin Tim DVI berhasil menguak identitas salah satu korban pesawat Sriwijaya Air, yakni Okky Bisma. Okky diketahui sebagai salah satu pramugara di Sriwijaya Air yang mengalami musibah pada Sabtu (9/1).

Diketahui, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor register PK-CLC SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, tepatnya di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top