Wali Kota dan Wawali Jadi Orang Pertama Penerima Vaksin Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Wali Kota dan Wawali Jadi Orang Pertama Penerima Vaksin Covid-19


SIAP DIVAKSIN COVID-19. Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore siap menjadi orang pertama penerima vaksin Covid-19 di Kota Kupang. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Wali Kota dan Wawali Jadi Orang Pertama Penerima Vaksin Covid-19


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati mengatakan, orang pertama yang akan mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di Kota Kupang adalah wali Kota Kupang, Jefirstson Riwu Kore dan Wakil Wali (Wawali) Kota, Herman Man, Sekretaris Daerah (Sekda) Fahren Funay, dan yang termasuk dalam bagian Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang.

Dokter gigi Retnowati yang diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (12/1), menjelaskan, vaksin Sinovac sebagai penangkal Covid-19 mulai didistribusikan ke Kota Kupang pada Rabu (13/1), dan Dinas Kesehatan Kota Kupang sementara melakukan koordinasi untuk penjemputan vaksin ini.

“Kita sementara melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas dan Kepala Bidang di Dinas Kesehatan Provinsi NTT mengenai distribusi vaksin ini, apakah dijemput Pemkot atau diantar. Kita perlu koordinasi karena ada banyak faktor yang harus diperhatikan dalam proses pendistribusiannya,” kata drg. Retno.

Dia menjelaskan, Dinas Kesehatan Kota Kupang tentu tidak bisa menerima pendistribusian vaksin ini tanpa adanya persiapan, karena harus memperhitungkan waktu distribusi dan melihat suhu yang sesuai untuk mempertahankan suhu yang harus dijaga. Tujuannya agar vaksin tersebut tidak rusak karena ada time limit-nya, misalnya berapa lama vaksin itu didistribusi dan faktor lainnya.

“Untuk tahap pertama, sesuai petunjuk pemerintah pusat, vaksin ini diberikan kepada Forkopimda, dan Dinas Kesehatan sudah berkoordinasi dengan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan untuk menyiapkan nama-nama, baik itu kepala daerah dan wakil serta sekda dan unsur Forkopimda,” ungkap mantan Kadis Sosial Kota Kupang ini.

Menurut drg. Retno, vaksin ini tidak serta-merta diberikan, tetapi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon penerima sebelum proses vaksinasi. Perlu mempertimbangkan penyakit-penyakit penyerta atau komorbid yang bisa merugikan penerima vaksin saat proses penyuntikkan nanti.

BACA JUGA: Dinkes Kota Pastikan Semua Nakes Dapat Vaksin Covid-19

“Jadi walaupun terdaftar, tetapi kalau secara medis tidak memungkinkan untuk menerima vaksin, maka tidak bisa dipaksakan. Tetapi kalau memungkinkan untuk menerima vaksin, maka harus dan alangkah baiknya untuk diimunisasi atau divaksin,” terangnya.

Dokter Retno menyebutkan, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Pertama dari sisi kesehatan, apakah penerima vaksin itu ada komorbid atau penyakit penyerta atau tidak. Dari segi usia, penerima vaksin berada pada usia 18 – 59 tahun.

Sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Penyakit Dalam, ada beberapa syarat, misalnya bagi yang menderita penyakit ginjal kronis tidak bisa divaksin, gula darah dimana Hba1c diatas 7 setengah juga tidak bisa.

Setelah vaksinasi diberikan ke Forkompimda, kata drg. Retno, barulah dilanjutkan untuk tenaga kesehatan yang sudah didata di Kota Kupang berjumlah 1.114 orang.

“Sesuai dengan instruksi pemerintah pusat, setelah tenaga kesehatan, barulah pengelola pelayanan publik, OPD yang bertugas untuk pelayanan publik, aparat kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja. Prinsipnya yang berhubungan dengan masyarakat sehari-harinya untuk melakukan peelayanan,” terangnya.

Untuk fasilitas kesehatan (Faske), demikian drg. Retno, terdapat 25 Faskes yang ada di Kota Kupang. Para tenaga medisnya menjadi sasaran vaksin. Vaksin ini sudah ada uji BPOM dan sudah dimungkinkan atau diperbolehkan untuk dilakukan vaksinasi. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top