Kades Bangka Kantar: Saluran Irigasi Wae Laku Mulai Diperbaiki | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kades Bangka Kantar: Saluran Irigasi Wae Laku Mulai Diperbaiki


SIAP DIPERBAIKI. Saluran irigasi Wae Laku untuk pembagian ke wilayah Mondo yang rusak ini siap untuk diperbaiki oleh BWS II NTT. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kades Bangka Kantar: Saluran Irigasi Wae Laku Mulai Diperbaiki


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Setelah diberitakan rusak, bangunan saluran irigasi Wae Laku di Kampung Lodos, Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), akhirnya mulai diperbaiki. Perbaikan dilakukan sendiri oleh pemilik proyek, Balai Wilayah Sungai (BWS) II NTT.

“Hari ini (12/1) mereka dari BWS sudah datang lihat kondisi saluran irigasi yang rusak dan langsung droping material untuk perbaiki. Ini berkat pemberitaan dari media Timor Express (Timex),” tutur Kepala Desa (Kades) Bangka Kantar, Mendik Rawan, kepada TIMEXKUPANG.com melalui sambungan telepon, Selasa (12/1) siang.

Menurut Kades Mendik, sesuai penjelasan pihak BWS kepadanya, kerusakan sekira 25 meter saluran irigasi itu bukan lagi menjadi tanggung jawab pihak kontraktor pelaksana, yakni PT. Floresco. Karena sudah dilakukan serah terima atau FHO. Padahal setahu Kades Mendik, proyek APBN itu dikerjakan tahun 2019 lalu. Sehingga tahun 2020 masih masa pemeliharaan.

“Mereka dari BWS dan PPK, sudah bertemu dengan saya. Jadi dari penjelasan pihak BWS, yang rusak itu bukan lagi tanggung jawabnya PT. Floresco. Karena sudah serah terima. Sehingga pihak BWS sendiri yang perbaiki. Seingat saya, khusus saluran pembangian ke Mondo ini, dikerjakan tahun 2019,” katanya.

Menurut Mendik, kerusakan bangunan saluran irigasi itu terjadi pada 27 Desember 2020 lalu. Dimana saat wilayah Matim diguyur hujan dan kali Wae Laku sebagai pasokan air di saluran irigasi yang ada, ikutan banjir. Mendik sendiri tidak tahu, berapa anggaran untuk perbaikan irigasi yang rusak itu.

“Saya tidak tahu berapa besar anggaran untuk perbaikan yang rusak ini. Juga saya tidak tahu kenapa bangunan irigasi yang usia pekerjaanya masih dini, terjadi sampai dindingnya jebol,” kata Mendik.

BACA JUGA: Belum Ada Perbaikan, Warga Minta Polisi dan Jaksa Usut Proyek Irigasi Wae Laku

Mendik mengaku, masyarakat pasti tersenyum dengan upaya perbaikan bangunan irigasi yang rusak tersebut. Karena, puluhan hektar sawah di wilayah Mondo, desa setempat, bisa mendapat pasokan air. Tidak saja untuk lahan sawah, pasokan air pada irigasi itu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk keperluan mandi, cuci, wc, juga untuk keperluan tanaman pekarangan rumah.

“Saya sebagai peribadi dan pemerintah desa, menyampaikan terima kasih kepada pihak pemerintah, dalam hal ini BWS II NTT yang merespon keluhan atau permintaan warga dengan memperbaiki saluran irigasi yang rusak. Juga kepada media TIMEXKUPANG.com yang bantu memberitakanya,” pungkasnya.

Hal yang sama diungkapkan warga setempat, Marselis dan Hermanus. Keduanya menyampaikan terima kasih karena kerusakan saluran irigasi untuk pembagian ke wilayah Mondo, akhirnya mendapat perhatian untuk perbaikan. Dengan demikian, warga pasti senang dan tersenyum. Pasalnya, selama saluran irigasi itu rusak, lahan persawahan di wilayah Mondo menjadi kering.

“Kami sudah lihat, ada aktifitas pendropingan material batu dan pasir ke lokasi saluran irigasi yang rusak itu. Tentu kalau sudah selesai diperbaiki,¬†dipastikan pasokan air mulai kembali lancar. Selama ini warga ngotot kepada pemerintah untuk perbaiki, karena kondisi kerusakan itu tidak bisa diperbaiki oleh masyarakat,” kata Marselis diamini Hermanus.

Menurut Marselis, warga ngotot agar bangunan itu diperbaiki karena usia proyek irigasi tersebut belum lama, dimana baru dikerjakan tahun 2019.
“Karena bangunan irigasi ini telah menelan biaya miliaran, jadi kami sangat berharap, perbaikan yang dilakukan tetap memperhatikan mutunya,” harap Marselis. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top