Muncul Aroma Tak Sedap dari Sumur, Ternyata Ada Jasad di Dalam | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Muncul Aroma Tak Sedap dari Sumur, Ternyata Ada Jasad di Dalam


Yoksan Selan, Sekretaris Desa Nule usai memberikan keterangan kepada TIMEXKUPANG.com di TKP, Rabu (13/1). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Muncul Aroma Tak Sedap dari Sumur, Ternyata Ada Jasad di Dalam


SOE, TIMEXKUPANG.com-Warga Desa Nule, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS digegerkan dengan adanya aroma tak sedap dari dalam sumur milik Yakob Selan, di wilayah RT 07/RW 09. Ternyata setelah dicek, aroma tersebut berasal dari jasad seorang warga yang diduga jatuh dan meninggal dalam sumur. Warga tersebut diketahui bernama Kornelis Tampani, 68, warga RT 08/RW 08, Desa Nule.

Dugaan tersebut disampaikan keluarga Yakob Selan karena ia telah menghilang sejak tanggal 18 Desember 2020 lalu, dan hingga kini tak kunjung pulang.

Rince Tampani, anak kedua Kornelis Tampani kepada TIMEXKUPANG.com kepada media ini saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP), Rabu (13/1) mengaku, ayahnya keluar dari rumah sejak 18 Desember 2020, dan belum kembali.

“Tanggal 18 Desember 2020 pagi itu dia datang ke rumah pemilik sumur dengan tujuan mengambil daun pepaya lalu kembali. Setelah mengantar daun pepaya, bapak (Kornelis Tampani, Red) keluar rumah dan belum kembali,” ujarnya.

Rince juga menyebutkan bahwa mereka masih punya hubungan keluarga dengan pemilik sumur, dan ayahnya sering ke rumah tersebut. “Kami masih keluarga dan sering bapak ke sini. Tapi sejak itu (18 Desember, Red), bapak tidak pulang lagi,” sebutnya.

Rince menjelaskan, dua hari sejak suami dari almarhumah Orpa Naben itu menghilang, keluarga melakukan pencarian ke sejumlah keluarga lalu melaporkan ke pihak Pemerintah Desa Nule.

Ia juga mengaku sempat bermimpi tentang ayahnya. Dalam mimpinya itu, ia hanya mendengar suara minta tolong sehingga ia yakin keberadaan ayahnya itu tidak jauh dari kampungnya.

“Kami kemarin baru lapor di Polres. Sebelumnya kita sampaikan ke pemerintah desa tapi tak kunjung ketemu. Kemarin pagi baru ada warga yang mencium aroma busuk lalu lapor ke polisi,” katanya.

Yoksan Selan, Sekretaris Desa Nule mengaku bahwa pihaknya mendapat laporan dari Kepala Dusun 1B, Benyamin Selan soal adanya kehilangan anggota keluarga atas nama Kornelis Tampani. “Lalu kami mengambil langkah dengan memeriksa sumur di Dusun 1B. Kami sampai di TKP kami tidak menemukan tuan sumur, lalu anak dari pemilik sumur atas nama Eda Selan mengaku bahwa ada aroma busuk dari sumur. Dia sampaikan bahwa dia ambil ranting daun kelapa lalu tutup sumur. Ketika kami ambil kasih keluar ternyata bauhnya sangat menyengat,” tutur Yoksan.

Selanjutnya berdasarkan pengakuan Eda Selan, ternyata si Eda lah yang telah menyuruh korban membersihkan sumur tersebut. Ketika korban hendak masuk, kayu yang digunakan untuk mengikat tali pada bagian atas sumur patah dan korban jatuh ke dalam sumur. “Kami langsung serahkan ke pihak Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk menanganinya,” sebutnya.

Dari informasi yang dihimpun TIMEXKUPANG.com di TKP menyebutkan bahwa Eda Selan sudah diamankan pihak Polres TTS karena mengaku mengetahui kejadian tersebut namun tidak melaporkan ke warga dan pihak berwajib.

“Dia mengaku takut melaporkan kejadian itu. Eda juga mengaku saat jatuh, tanggal 19 atau 20 Desember itu, korban masih sempat meminta tolong tetapi setelah itu tidak terdengar suara lagi,” ungkap warga yang mendengar pengakuan Eda Selan itu.

Hingga berita ini dipublish, pihak Basarnas sementara melakukan evakuasi korban dari dalam sumur. Proses evakuasi tersebut menyita perhatian warga setempat untuk menyaksikan kejadian itu. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top