Belu Terapkan WFH Mulai Hari Ini, Ada Nakes Reaktif Antigen, Sejumlah Puskesmas Ditutup | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Belu Terapkan WFH Mulai Hari Ini, Ada Nakes Reaktif Antigen, Sejumlah Puskesmas Ditutup


Kepala BKPSDMD Belu, Anton Suri. (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Belu Terapkan WFH Mulai Hari Ini, Ada Nakes Reaktif Antigen, Sejumlah Puskesmas Ditutup


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu mengambil keputusan menerapkan work from home (WFH) bagi aparaturnya mulai hari ini (14/1). Pasalnya kasus Covid-19 terus meningkat setiap hari.

“Surat Edaran Bupati terkait pemberlakuan WFH 50 persen sudah keluar, dan mulai berlaku besok (Hari ini, Red),” ungkap Kepala BKPSDMD Belu, Anton Suri saat dikonfirmasi wartawan di Atambua, Rabu (13/1)

Anton mengatakan, Surat Edaran Bupati tentang penerapan WFH atau bekerja dari rumah untuk para ASN mulai berlaku hari ini (14/1) hingga situasi pandemi Covid-19 berkurang.

Dikatakan, penerapan WFH 50 persen setelah melakukan koordinasi dengan Satgus Penanggulangan Covid-19 juga petunjuk Bupati dan Wakil Bupati Belu.

Menurut Anton, Kabupaten Belu saat in masuk kategori zona sedang penyebaran virus korona, sehingga merujuk pada surat edaran Menpan-RB, daerah yang masuk kategori zona sedang wajib WFH 50 persen.

“Jika risiko tinggi penerapannya 75 persen, sedangkan bila resiko rendah 25 persen. Kita menerapkan WFH ini sesuai masukan gugus tugas, karena beberapa terakhir korban meninggal selalu ada,” jelas Anton.

Anton menegaskan, dengan pemberlakuan WFH, artinya 50 persen ASN bekerja di rumah dan 50 persen kerja di masing-masing kantor. Tetapi walau kerja dari rumah dan syaratanya tetap berpakaian dinas seperti biasa, tidak boleh meninggalkan rumah saat jam kantor dan bekerja dari rumah seperti di kantor.

Tentunya pekerjaan diawasi oleh pimpinan masing-masing karena sesuai jadwal pimpinan hadir seperti biasa di kantor bersama 50 persen dari jumlah ASN satu kantor. “Pengawasan melekat oleh masing-masing pimpinan,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Florianus Nahak mengatakan, walau sudah ada penerapan WFH 50 persen, untuk tenaga kesehatan dan petugas Rumah Sakit tetap bekerja normal. Sebab situasi pandemi tenaga kesehatan (Nakes) dan rumah sakit harus stand by melakukan pelayanan kesehatan.

Menurut Florianus, yang tidak melakukan pelayanan adalah mereka yang sakit atau sedang dalam kondisi emergensi seperti ada yang reaktif atau terkonfirmasi positif Covid-19.

Seperti yang terjadi saat ini, katanya, terdapat sejumlah Puskesmas yang ditutup karena petugasnya reaktif rapid antigen. Sehingga untuk menghindari terjadinya penyebaran sebaiknya aktifitas pelayanan dihentikan sambil menunggu normal.

“Rapid antigen menunjukan keyakinan 70-80 persen. Sehingga antisipasi penyebaran sebaiknya karantina. Kita takut kalau ada kontak luas dengan pengunjung atau masyarakat termasuk sesama nakes,” jelasnya.

Dikatakan, penutupan sejumlah fasilitas karena sudah ada kontak dengan sesama petugas, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan. Dan dilakukan tracing bila sudah hasilnya bersih tentunya sudah bisa normal melakukan pelayanan, tentu terlebih dahulu melakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh ruang.

Florianus mengaku, pihaknya belum memiliki data akurat terkait pasien nakes yang terkonfirmasi reaktif rapid antigen. Tetapi sesuai laporan sebanyak tujuh nakes sehingga ada sejumlah puskesmas yang terpaksa ditutup. Puskesmas yang ditutup, yakni Puskesmas Haliwen, Atapupu, Wedomu, dan IGD RSUD Gabriel Manek Atambua.

“Ada tujuh nakes yang reaktif antigen sesuai laporan. Tapi saya pastikan jumlah yang akurat. Saya tahu itu ada Atapupu, Haliwen, Wedomu,” jelasnya.

Florianus menambahkan, saat ini pihaknya masih menungggu petunjuk Kemenkes terkait standar diagnosa pasien Covid-19. Sebab walau ada pemeriksaan antigen dan tingkat keyaninan itu mencapai 70-80 persen, namun pemeriksaan swab PCR itu menjadi penentu apakah seseorang masuk kategori terkonfirmasi Covid-19 atau tidak. “Tetapi sebagai langkah pencegahan sebaiknya dilakukan tindakan antisipasi sedini mungkin sehingga menghentikan penyebaran,” katanya. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top