Tidak Temukan Jasad dalam Sumur, Basarnas Hentikan Pencarian | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tidak Temukan Jasad dalam Sumur, Basarnas Hentikan Pencarian


Salah satu anggota keluarga saat membawa foto Kornelius Tampani di TKP, Rabu (13/1). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Tidak Temukan Jasad dalam Sumur, Basarnas Hentikan Pencarian


Korban yang Dilaporkan Hilang dan Diduga Jatuh dalam Sumur

SOE, TIMEXKUPANG.com-Tim Badan SAR Nasional (BASARNAS) Kelas A Kupang dengan pengawalan aparat Polres Timor Tengah Selatan (TTS) telah melakukan pencarian terhadap jasad yang diduga jatuh dan meninggal di dalam sumur milik Yakob Selan.

Sayangnya, upaya pencarian yang dilakukan selama lebih kurang dua jam, Rabu (13/1), jasad yang dicari sesuai laporan warga tidak ditemukan. Jasad yang dicari dalam sumur yang mengeluarkan aroma tak sedap itu diduga adalah Kornelius Tampani, lansia berusia 68 tahun, warga RT 07/08 Desa Nule, Kecamatan Amanuban Barat.

Johanes Watun, Kordinator Tim Basarnas usai penghentian pencarian, kepada TIMEXKUPANG.com mengaku mendapat perintah dari pimpinannya untuk melakukan evakuasi korban yang jatuh dalam sumur sesuai laporan warga.

Setelah tiba di lokasi, berbekal peralatan yang ada, tim yang beranggotakan sembilan orang itu langsung melakukan upaya pencarian korban dibantu warga sekitar.

Pihaknya membutuhkan waktu lebih kurang dua jam untuk melakukan pencarian, namun upaya tersebut ternyata tidak berhasil menemukan korban. “Sumur yang dalamnya sekitar 17 meter itu dibawahnya sangat sempit dengan diameter kurang lebih 50cm saja,” katanya.

Johanes menyebutkan, yang ditemukan hanya pakaian bekas dan terdapat belatung. Sementara air hanya berkisar 40 cm namun tidak ditemukan jasad manusia.

“Di dalamnya juga ada pasir dan terdapat zak samen. Sesuai informasi yang kami terima, Eda Selan sering memasukan pasir dan zak samen. Tetapi anggota tidak bisa mengeluarkan pasir tersebut karena sumurnya sangat sempit,” katanya.

Johanes mengaku upaya pencariannya dihentikan sedangkan, belatung yang ditemukan dalam sumur itu akan dibawa ke dokter untuk diperiksa, apakah belatung itu berasal dari jasad manusia atau bukan. “Nanti hasilnya seperti apa, baru kita koordinasi lagi dengan pihak kepolisian,” sebutnya.

BACA JUGA: Muncul Aroma Tak Sedap dari Sumur, Ternyata Ada Jasad di Dalam

Sementara Kasat Reskrim Polres TTS, IPTU Hendricka Bahtera yang ditemui di TKP mengatakan bahwa upaya pencarian korban hilang sesuai laporan masyarakat tidak ditemukan dalam sumur tersebut.

Meski demikian, kaya Bahtera, pihaknya akan terus melakukan pengembangan terhadap keterangan dan pengakuan dari para saksi serta Eda Selan yang kini diamankan di Mapolres TTS.

“Belatung yang kita temukan ini akan diperiksa dokter dan jika hasilnya seperti apa, kita akan tindak lanjuti dengan tetap berkoordinasi dengan keluarga,” jelasnya.

Sesuai informasi yang dihimpun media ini di TKP, menyebutkan bahwa terduga korban hilang sejak 18 Desember 2020 lalu. Berdasarlan laporan tersebut pemerintah desa dan warga mulai melakukan pencarian terhadap Kornelis.

Selasa (12/1), pemerintah desa mendapat informasi adanya aroma tak sedap dari salah satu sumur milik Yakob Selan yang beralamat di RT 07/RW 09 Desa Nule. Terhadap informasi tersebut dilakukan penelusuran melalui Eda Selan yang merupakan anak Yakob Selan.

Dari keterangan Eda Selan, bahwa dirinya meminta kepada Kornelis untuk membersihkan sumur. Kornelis lalu menuruti permintaan Eda Selan yang juga keluarganya itu.

Ketika masuk, kayu yang digunakan di atas sumur patah lalu jatuh ke dasar sumur. Melihat peristiwa itu, Eda merasa takut dan merahasiakan segala yang terjadi.

Dua hari setelah kejadian, Eda mengaku masih mendengar suara Kornelis yang terus meminta tolong namun ia tidak menggubris. Saat memastikan korban meninggal dunia, Eda memasukan sejumlah kotoran dengan tujuan agar tidak ada aroma busuk yang keluar. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top