Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sulbar, Bangunan Runtuh, 15 Ribu Warga Mengungsi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sulbar, Bangunan Runtuh, 15 Ribu Warga Mengungsi


RUNTUH. Bagian depan kantor Gubernur Sulbar yang tampak utuh (atas) dan runtuh akibat gempa magnitudo 6,2, Jumat (15/1) dinihari. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sulbar, Bangunan Runtuh, 15 Ribu Warga Mengungsi


MAMUJU, TIMEXKUPANG.com-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 637 warga di Kabupaten Majene mengalami luka-luka pascagempa magnitudo 6,2 yang mengguncang Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat. Sementara itu, tercatat lebih dari 15.000 warga harus mengungsi ke tempat aman.

“BPBD setempat terus melakukan pendataan dan kaji cepat di lapangan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Jumat (15/1).

Raditya menyampaikan, berdasarkan data sampai saat ini terdapat delapan orang meninggal dunia di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Menurutnya 15.000 ribu warga yang mengungsi terdapat pada titik pengungsian, di antaranya Kecamatan Ulumanda, Kecamatan Malunda, dan Kecamatan Sendana.

Sedangkan kerusakan bangunan di kabupaten ini mencakup 300 unit rumah rusak, satu unit puskesmas rusak berat, satu kantor Danramil Maluda rusak berat, jaringan listrik padam. Hingga komunikasi selular tidak stabil dan longsor pada tiga titik sepanjang jalan poros Majene – Mamuju.

Sedangkan di Kabupaten Mamuju, sambung Raditya, BPBD setempat menginformasikan kerusakan berat antara lain Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulawesi Barat dan sebuah mini market. Bahkan jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu di wilayah Mamuju. “Kerusakan rumah warga masih dalam pendataan,” ujar Raditya.

Raditya menyatakan, BNPB terus memonitor upaya penanganan darurat di lapangan dilakukan oleh berbagai pihak, seperti BPBD, BNPP/Basarnas, TNI, Polri, sukarelawan dan mitra terkait lainnya.

“Kebutuhan yang diinformasikan oleh BPBD setempat berupa sembako, selimut dan tikar, tenda pengungsi, pelayanan medis, terpal, alat berat/ekskavator, alat komunikasi, makanan siap saji dan masker,” pungkas Raditya.

Sebagaimana diketahui, gempa bumi mengguncang wilayah Provinsi Sulbar dengan magnitudo 6,2 pada Jumat (15/1) sekitar pukul 01.28 WIB dini hari. Gempa tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

berdasarkan analisis peta guncangan BMKG yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, gempa magnitudo 6,2 ini memicu kekuatan guncangan IV – V MMI di Majene, III MMI di Palu, Sulawesi Tengah dan II MMI di Makasar, Sulawesi Selatan.

Deskripsi BMKG pada skala V MMI menunjukkan getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Terkait dengan gempa M6,2 ini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan parameter gempa terjadi pada pukul 01.28 WIB yang berpusat 6 km timur laut Majene. Pusat gempa memiliki kedalaman 10 km. Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa tersebut dipastikan tidak memicu terjadinya tsunami. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top